INDUSTRY.co.id - Jakarta – Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyampaikan apresiasi atas pelantikan Dewan Energi Nasional (DEN) oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
HKI menilai pembentukan dan penguatan DEN menjadi momentum strategis untuk memperkokoh tata kelola energi nasional di tengah lonjakan kebutuhan energi dan percepatan transisi menuju energi terbarukan.
Ketua Umum HKI, Akhmad Ma’ruf Maulana menegaskan bahwa kawasan industri merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional yang sangat bergantung pada kepastian pasokan energi. Karena itu, kebijakan energi yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berpandangan jangka panjang dinilai krusial untuk menjaga daya saing industri nasional.
“HKI mengapresiasi langkah Presiden melantik Dewan Energi Nasional sebagai forum strategis lintas sektor. Bagi kawasan industri, kepastian energi yang andal, terjangkau, dan semakin ramah lingkungan merupakan prasyarat utama untuk menjaga iklim investasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujar Ma’ruf melalui keterangan resminya di Jakarta (29/1).
Dalam struktur Dewan Energi Nasional, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ditetapkan sebagai Ketua Harian DEN. HKI memandang penugasan ini sebagai langkah penting untuk memastikan kesinambungan antara perumusan kebijakan energi nasional dan implementasinya di lapangan, khususnya dalam percepatan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT).
HKI menilai kawasan industri memiliki posisi strategis sebagai ekosistem terintegrasi dalam mendukung transisi energi nasional. Peran tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan energi surya, peningkatan efisiensi energi, pengelolaan energi berbasis kawasan, hingga integrasi sistem kelistrikan yang lebih hijau dan efisien.
Seiring meningkatnya kebutuhan energi nasional, kawasan industri disebut siap menjadi mitra aktif pemerintah dalam mendorong realisasi bauran energi bersih, sekaligus menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.
“Kami optimistis Dewan Energi Nasional periode ini mampu menghadirkan kebijakan yang konsisten dan implementatif. Transisi energi harus berjalan seimbang—memperkuat ketahanan energi nasional, menurunkan emisi, sekaligus menjaga daya saing kawasan industri sebagai penggerak investasi dan penciptaan lapangan kerja,” lanjut Ma’ruf.
HKI juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan sistem energi nasional yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi masa depan, sekaligus mendukung agenda pembangunan industri Indonesia.