INDUSTRY.co.id - Jakarta, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar menghadiri Rapat Tindak Lanjut Pemasangan Chattra Adaptasi pada Stupa Induk Candi Borobudur yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha, Kementerian Agama RI, Kamis (15/1/2026), di Auditorium H. Rasjidi Kemenag RI. Rapat ini menjadi forum koordinasi lintas pemangku kepentingan untuk membahas pemasangan chattra dengan mempertimbangkan pelestarian cagar budaya, nilai keagamaan, serta dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

“Candi Borobudur adalah titipan kepada kita, bukan milik kita sebagai manusia. Tugas kita bersama sekarang adalah memberikan dampak ekonomi dan sosial ril yang bisa dirasakan masyarakat terutama yang tinggal di sekitarnya,” ujar Wamen Ekraf Irene Umar.

Dalam forum tersebut, perwakilan umat Buddha dan berbagai pihak menyampaikan pandangan terkait rencana pemasangan chattra, dengan menekankan pentingnya mempertimbangkan aspirasi umat, aspek teknis, dan regulasi yang berlaku.

Wamen Ekraf juga menekankan pentingnya persatuan dalam pengambilan keputusan strategis nasional. “Mari kita kesampingkan ego masing-masing dan keluar dari ruangan ini dengan satu suara. Apapun kesepakatan akhirnya, itu menjadi simbol kekuatan kita sebagai bangsa. Di tengah dinamika yang terjadi di seluruh dunia, saya harap Indonesia bisa memutuskan sesuatu yang melambangkan persatuan,” pungkasnya.

Direktur Jenderal Bimas Buddha, Supriyadi, menegaskan bahwa setiap kebijakan diambil melalui proses yang matang dan penuh kehati-hatian. “Kami memastikan setiap tahapan dilalui dengan pertimbangan yang menyeluruh, sehingga keputusan yang diambil tidak hanya tepat secara regulasi, tetapi juga menghormati nilai keagamaan dan keberlanjutan Borobudur sebagai warisan dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) menegaskan pentingnya chattra sebagai simbol spiritual utama Candi Borobudur. “Chattra merupakan simbol spiritual tertinggi yang melambangkan kesucian dan perlindungan. Kehadirannya sangat penting untuk menyempurnakan makna spiritual Borobudur, dan kami berharap proses pemasangannya dapat menjadi berkah bagi umat Buddha di seluruh Indonesia,” ujar perwakilan Walubi.

Rapat ini mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga keseimbangan antara nilai spiritual, pelestarian budaya, dan kepentingan publik demi keberlanjutan Candi Borobudur sebagai warisan dunia dan simbol persatuan bangsa.