INDUSTRY.co.id - BSD City, Tangerang Selatan — Indonesia Women’s Open (IWO) memasuki tahun kedua penyelenggaraannya dengan visi yang kian menguat menjadikan Indonesia sebagai pusat pertumbuhan golf perempuan di kawasan Asia-Pasifik. Bergulir 30 Januari hingga 1 Februari di Damai Indah Golf-BSD Course, IWO hadir sebagai gerakan strategis untuk membangun ekosistem golf perempuan yang inklusif, profesional, dan berkelanjutan bagi generasi muda Indonesia.

Advertisement

Diprakarsai oleh Chairman IWO, Mr. C.K. Song, turnamen ini lahir dari kedekatan emosionalnya dengan Indonesia setelah 36 tahun tinggal dan berkarya di tanah air. Baginya, Indonesia bukan negara asing, melainkan rumah dengan potensi besar yang belum tergarap optimal di dunia golf, khususnya golf perempuan.

“Saya sudah tinggal di Indonesia selama 36 tahun. Ini bukan negara asing bagi saya. Indonesia punya potensi besar, dan saya merasa punya tanggung jawab untuk melakukan sesuatu bagi negara ini,” ujar C.K. Song saat gelaran konferensi pers di Damai Indah Golf BSD, Rabu (7/1/2026).

Advertisement

Terinspirasi dari keberhasilan Korea Selatan, Jepang, dan Thailand dalam melahirkan pegolf perempuan kelas dunia, C.K. Song melihat pentingnya inspirasi, eksposur media, serta peningkatan nilai turnamen sebagai fondasi kebangkitan golf perempuan Indonesia. “Golf bukan sekadar olahraga mahal. Golf adalah tren, gaya hidup, dan platform untuk membangun mimpi generasi muda,” tegasnya.

Indonesia Women’s Open 2026 digelar oleh Asia Golf Leaders Forum (AGLF) dan di-co-sanctioned oleh Persatuan Golf Indonesia (PGI) serta Korean Ladies Professional Golf Tour (KLPGT). Tahun ini, IWO menawarkan total hadiah US$600.000 atau sekitar Rp10 miliar, meningkat dua kali lipat dibandingkan edisi perdananya pada 2025.

Advertisement

Dengan lonjakan hadiah tersebut, IWO 2026 tercatat sebagai turnamen golf profesional wanita dengan total hadiah terbesar di Sirkuit Asia-Pasifik. Turnamen ini juga menjadi pembuka kalender Asia-Pacific Circuit (APAC Circuit) Series Tour 2026, setelah Taiwan Mobile Ladies Open pada Desember 2025.

APAC Circuit sendiri menggantikan Women’s Asia Circuit dan Ladies Asia Golf Tour (LAGT) yang telah berhenti beroperasi, serta diproyeksikan menjadi tulang punggung baru pengembangan golf wanita di kawasan Asia-Pasifik.

Advertisement

Dari sisi pembinaan nasional, Ketua Umum PB PGI Japto Soelistyo Soerjosoemarno menegaskan bahwa tantangan golf perempuan Indonesia bukan hanya soal penyelenggaraan turnamen, melainkan membangun ekosistem yang berkesinambungan.

“Tantangan golf Indonesia bukan hanya turnamen, tapi ekosistem: pendidikan, lapangan, dan pembiayaan,” jelas Japto. Ia menambahkan bahwa pembinaan harus dimulai sejak usia dini. “Pembinaan harus dimulai dari sekolah dasar. Pendidikan adalah kunci lahirnya atlet-atlet golf masa depan,” ujarnya.

IWO dinilai menjadi momentum penting untuk memutus stagnasi struktural, budaya, dan finansial yang selama ini menghambat kemajuan golf perempuan Indonesia.

Dukungan kuat terhadap IWO datang dari Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai sponsor utama. Menurut Frengky Rosadrian P., Division Head Retail Funding Division BTN, turnamen ini sejalan dengan DNA perusahaan yang konsisten mendukung olahraga dan pemberdayaan perempuan.

“BTN memiliki DNA yang sangat kuat dengan olahraga, dan kami percaya olahraga adalah investasi jangka panjang bagi bangsa,” ungkap Frengky. Ia menambahkan bahwa dukungan terhadap turnamen perempuan juga sejalan dengan komitmen BTN dalam mendorong kepemimpinan dan partisipasi perempuan di berbagai sektor.

Selain BTN, Indonesia Women’s Open presented by BTN juga mendapat dukungan dari Hana Bank, Bank J-Trust Indonesia, KMK Group, Chandra Asri, dan SMBC Indonesia, memperkuat posisi turnamen ini sebagai ajang sport tourism berskala internasional.

Sebagai tuan rumah, Damai Indah Golf BSD Course memastikan kesiapan lapangan berstandar internasional. Lapangan rancangan Jack Nicklaus ini kembali dipercaya menjadi venue IWO untuk dua tahun berturut-turut setelah sukses menggelar edisi perdana pada 2025.

BSD Course memang dikenal sebagai langganan event golf internasional, termasuk Indonesia Open 1994 (Asian Tour) serta Ciputra Golfpreneur Tournament yang rutin masuk kalender Asian Development Tour sejak 2014.

“Kami sangat bangga bisa kembali menjadi venue Indonesia Women’s Open presented by BTN. Turnamen Asia-Pacific Circuit ini telah mengangkat nama Damai Indah Golf-BSD Course sebagai salah satu championship course di Indonesia,” ujar Budiarsa Sastrawinata, Direktur Utama PT Damai Indah Golf Tbk. “Visi Mr. C.K. Song sejalan dengan visi kami dalam mengembangkan golf Indonesia, termasuk golf perempuan,” tambahnya.

Pada musim 2026, PGI dan AGLF berhasil mendapatkan co-sanction dengan KLPGA Dream Tour. Sebanyak 120 pegolf terbaik akan tampil, termasuk 50 pegolf profesional top Korea, atlet elite KLPGA Dream Tour, serta pemain-pemain unggulan dari lebih dari 12 negara Asia-Pasifik.

Sebagai tuan rumah, PGI memberikan 30 slot khusus bagi pegolf Indonesia, membuka peluang besar bagi atlet nasional untuk menguji kemampuan dan bersaing di level internasional.

Dengan skala yang diperluas, nilai hadiah yang meningkat, serta kolaborasi lintas negara yang semakin kuat, Indonesia Women’s Open presented by BTN kini bukan sekadar turnamen. IWO telah menjelma menjadi simbol kolaborasi antara promotor, federasi, sponsor, media, dan pengelola lapangan dalam membangun masa depan golf perempuan Indonesia dan Asia-Pasifik.