INDUSTRY.co.id - Bekasi – Kawasan Industri Marunda Center resmi membuka gerbang utama Marunda City yang terhubung langsung dengan Pintu Tol Tarumajaya, menandai babak baru transformasi kawasan menuju kota industri terpadu berstandar internasional.

Peresmian tersebut dikemas dalam acara “Marunda City & The Gate Opening Ceremony” yang berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri lebih dari 500 undangan. 

Hadir jajaran direksi Marunda Center, perwakilan TNI-Polri, DPRD Kabupaten Bekasi, kepala desa sekitar kawasan, tokoh agama, hingga para pelaku industri.

Direktur Utama PT Multikarya Hasilprima sekaligus Presiden Direktur Marunda Center, Iwan Yuswanto Djunaedi mengatakan, pembukaan gerbang utama ini merupakan jawaban atas kebutuhan utama para tenant, khususnya terkait efisiensi akses dan kelancaran logistik.

“Akses langsung ke Tol Tarumajaya akan mempercepat mobilitas distribusi barang keluar-masuk kawasan. Gerbang ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi simbol transformasi Marunda Center menuju Marunda City,” ujar Iwan di sela acara, Kamis.

Iwan menjelaskan, Marunda Center kini memasuki fase pengembangan baru dengan konsep Marunda City, yakni kota industri terintegrasi yang menggabungkan kawasan industri, pelabuhan, pusat logistik, komersial, hingga hunian. Ke depan, kawasan ini juga akan dilengkapi fasilitas pendidikan, kesehatan, olahraga, dan ruang publik.

“Marunda City kami rancang sebagai katalis investasi lokal dan internasional, sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru yang harmonis dan berkelanjutan,” katanya.

Saat ini, Marunda Center menawarkan beragam produk properti industri, mulai dari Standard Factory Building (SFB), Boutique Office, gudang sewa dengan total NLA ±20 hektare, hingga kavling industri siap bangun. 

Harga SFB ditawarkan mulai Rp4,9 miliar (belum termasuk PPN) dengan luas 288 meter persegi, sementara Boutique Office mulai Rp2,4 miliar.

Gerbang Marunda City terhubung langsung dengan ruas Tol Cibitung–Cilincing, bagian dari Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada September 2022. Konektivitas ini memperkuat posisi Marunda City sebagai simpul logistik strategis Jabodetabek.

Selain itu, pembangunan pelabuhan fase kedua tengah berlangsung untuk meningkatkan kapasitas bongkar muat serta mendukung sektor logistik dan hilirisasi CPO yang menjadi fokus pengembangan kawasan.

Iwan menegaskan keberadaan Marunda Center memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah, mulai dari peningkatan pendapatan pajak dan BPHTB, penyerapan ratusan tenaga kerja konstruksi, hingga mendorong pertumbuhan UMKM lokal.

“Efek berganda dari pertumbuhan tenant sudah terlihat. Industri berkembang, lapangan kerja bertambah, dan UMKM sekitar kawasan ikut tumbuh,” ujarnya.

Dikembangkan di atas lahan hingga 600 hektare, Marunda City telah dilengkapi utilitas dasar seperti listrik, air bersih, internet fiber optic, pengolahan limbah terpadu, layanan pemadam kebakaran, ambulans, serta sistem keamanan 24 jam. Pengelolaan kawasan dilakukan sesuai standar pemerintah dengan pengawasan lingkungan secara berkala.

Menghadapi era industri 4.0, Marunda Center juga menyiapkan infrastruktur IoT dan backbone internet sebagai fondasi pengembangan kota industri modern dalam lima hingga 10 tahun ke depan.

City of Opportunities

Prosesi peresmian ditandai dengan penyalaan identitas baru Marunda City, gunting pita oleh jajaran direksi, sesi foto bersama, serta ramah tamah yang dimeriahkan hiburan dari Yayasan Prima Unggul.

GM Marketing Marunda City, Ehlis, menyebut kawasan ini menawarkan peluang investasi terbaik sejak tahap awal pengembangan kota mandiri industri.

“Marunda City kami posisikan sebagai City of Opportunities, perpaduan unggul antara kawasan industri, komersial, dan residensial yang inovatif,” ujarnya.

Dengan dibukanya gerbang utama dan peluncuran logo baru, Marunda City menegaskan visinya sebagai kawasan industri terpadu, modern, dan berdaya saing global, sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi Bekasi Utara dan nasional.