INDUSTRY.co.id - Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan bahwa penguatan mutu dan inovasi kemasan merupakan strategi penting untuk meningkatkan daya saing produk industri nasional di pasar domestik maupun global. Kemasan dinilai bukan sekadar pelindung produk, namun juga menjadi medium komunikasi nilai, kualitas, dan citra merek kepada konsumen.
“Kemasan yang memenuhi standar mutu akan melindungi produk sepanjang distribusi dan penyimpanan, serta membentuk persepsi konsumen. Di era persaingan global, kemasan adalah bagian dari strategi daya saing industri nasional,” kata Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Emmy Suryandari saat membuka Forum Komunikasi Publik BBKFK 2025 di Jakarta, Kamis (4/12).
Dia menegaskan bahwa peningkatan mutu industri harus dilakukan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari regulator, pelaku industri, akademisi, hingga masyarakat.
“Komitmen terhadap mutu, baik dari sisi produk maupun layanan, merupakan kunci keberhasilan industri Indonesia untuk menjadi tangguh dan unggul,” ujarnya.
Ditambahkan Emmy, pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen penting untuk memperkuat ekosistem mutu nasional. Kemenperin melalui BSKJI menyediakan dukungan jasa teknis yang tersebar di 24 balai seluruh Indonesia.
“Kami memastikan industri tidak hanya mampu memproduksi dalam skala besar, tetapi juga menghasilkan produk berkualitas, berdaya saing global, dan bernilai tambah tinggi. Kemasan adalah elemen penting dari strategi itu,” kata Emmy.
Selain layanan teknis, BSKJI juga memperkuat standardisasi melalui penerapan SNI wajib serta Standar Industri Hijau sebagai jaminan kualitas produk dan keberlanjutan.
Emmy menjelaskan bahwa 14 dari 23 balai BSKJI telah menyandang status Badan Layanan Umum (BLU), memberikan fleksibilitas pengelolaan layanan publik. Beberapa balai juga telah mendapatkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dari Kemenpan RB.
“Forum Komunikasi Publik ini kami sambut dengan antusias. Semoga membawa ide konstruktif dan komitmen nyata untuk penguatan mutu produk nasional,” ujar Emmy.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kimia, Farmasi, dan Kemasan (BBSPJIKFK/BBKFK), Siti Rohmah Siregar, mengungkapkan bahwa balai terus memperkuat layanan teknis industri melalui fasilitas uji dan kalibrasi yang telah terakreditasi internasional.
“Jasa layanan teknis BBKFK ditunjang oleh sarana laboratorium uji dan kalibrasi berakreditasi ISO 17025 serta lembaga sertifikasi produk dan sistem manajemen mutu yang juga terakreditasi,” jelas Siti.
BBKFK juga telah meraih predikat WBK sejak 2018 dan berstatus BLU sejak 2023, yang mendorong efisiensi dan peningkatan kualitas layanan. Kinerja layanan balai turut menunjukkan tren positif.
“Pada 2024, pendapatan BBKFK mencapai Rp13,5 miliar—naik 33 persen dibanding tahun sebelumnya—seiring meningkatnya pelanggan industri dan non-industri,” ujarnya.
Untuk memperluas peran teknis, BBKFK berencana menambah cakupan layanan seperti inspeksi teknis, verifikasi gas rumah kaca, serta jasa penunjang pemanfaatan aset.