INDUSTRY co.id -Jakarta - Peremajaan (replanting) tanaman kelapa sawit diproyeksikan bisa terlaksana tahun ini dengan jumlah yang sudah dipatok seluas 20.000 hektare di seluruh Indonesia.
"Replanting diperkirakan bisa molor karena terkendala pendanaan dan lahan sawit rakyat yang akan diagunkan ke bank sebagian besar belum tersertifikasi. Padahal, dari dana replanting sebesar Rp65 juta per hektare, pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) hanya memberikan bantuan sebesar Rp25 juta, sisa sebesar Rp40 juta ini yang harus ditutupi petani," kata Sekjen Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Asmar Arsyad kepada pers di Jakarta, Selasa (22/8/2017).
Asmar menjelaskan, terkait sertifikasi, pihaknya terus mengupayakan agar tidak menghambat pelaksanaan replanting. Apalagi, replanting sudah beberapa kali molor dari waktu yang sudah ditetapkan.
"Dengan pelaksanaan sekarang ada di tangan Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian dari sebelumnya merupakan tanggung jawab BPDP-KS, diharapkan persoalan sertifikasi ini menemukan solusi. Dalam waktu dekat, persoalan sertifikasi ini juga akan menjadi agenda pertemuan terkait kelapa sawit di Sumut," ungkapnya.
Asmar menambahkan, isu ini memang sangat penting mengingat jadi satu syarat dalam memuluskan pelaksanaan replanting.(imq)