INDUSTRY.co.id - Jakarta-Adanya aturan hedging terbaru berbiaya murah merupakan sinyal bagus bagi perusahaan yang mempunyai utang atau pinjaman berbentuk mata uang asing. Aturan hedging dengan produk call swap option punya sentiment positif ke dunia usaha juga.

Advertisement

“Update, jadi akurat hal menarik pelaku sektor riil tereksposure valuta asing, biaya yang lebih murah dari instrumen sebelumya,” ujar Analis Pefindo Mega Nugroho di Jakarta, Selasa (22/8/2017).

Bank Indonsia (BI) menyosialisasikan Standar Operational Prosedur (SOP) untuk hedging call swap option kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Secara perdana menghasilkan hedging US$30 juta dari PLN kepada tiga Bank BUMN.

Advertisement

Meskipun nilai hedging terbilang kecil, namun berdampak positif bagi Good Corporate Governance (GCG) perusahaan baik BUMN dan non BUMN.

“Nilai hedging ini terbilang masih kecil,  sisi ritel implementasi bagi BUMN, bisa nyaman terapkan hedging, nilai kecil. Tapi sinyal bagus. Untuk besar hedging butuh waktu,” katanya.

Advertisement

Selanjutnya khusus bagi BUMN yang rentan terhadap GCG, lanjut dia, Kementerian BUMN dapat membuat aturan turunan yang memudahkan penerapan hedging produk ini. 

“Kementerian BUMN, buat guidline lebih tegas, komperhensif, BUMN heding dipandang apa apa jadi risiko. Itu diintensifkan aturan turunannya,” jelas dia.

Advertisement