INDUSTRY.co.id - Jakarta — Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia bersama Pemerintah Kota Fuzhou, Tiongkok menyelenggarakan “The City of Blessings” China–Indonesia Economic & Trade Exchange and Two Countries Twin Parks Matching Conference di Hotel Grand Hyatt Jakarta, pada Rabu (26/11/2025).

Dalam pertemuan tersebut, sebanyak 16 proyek kerjasama ditandatangani oleh perusahaan-perusahaan dari kedua negara dengan total nilai lebih dari RMB 13,7 miliar. Proyek-proyek tersebut mencakup sektor energi baru, rantai pasok kendaraan listrik, serta kecerdasan buatan, dengan total investasi mencapai sekitar USD 480 juta. Hal ini menandai fase baru kolaborasi strategis Indonesia–Tiongkok dalam pengembangan industri masa depan.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Wakil Sekretaris Komite Partai Provinsi Fujian sekaligus Sekretaris Komite Partai Kota Fuzhou Guo Ningning, Minister Counsellor Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia Li Hongwei, serta perwakilan dunia usaha dari kedua negara.

Adapun empat perjanjian utama dengan total investasi mencapai USD 480 juta diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Indonesia Solar and Battery Storage Integrated Project (Proyek Terpadu Pembangkit Surya dan Sistem Penyimpanan Energi (USD 300 juta))

Fuzhou Dadao New Energy Technology Co., Ltd. dan PT Sunlin Utama Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya yang terintegrasi dengan sistem penyimpanan energi. Proyek ini akan memanfaatkan teknologi peralatan surya dari Tiongkok dan disesuaikan dengan kondisi operasional serta sumber daya lokal Indonesia guna mendukung percepatan transisi energi nasional.

2. New Enery Supply Chain Integrated Park (Kawasan Industri Rantai Pasok Energi Baru Terintegrasi (USD 150 juta))

Fujian Xingxin Investment Co., Ltd. dan PT Ascendra Global Suksess menandatangani nota kesepahaman pembangunan kawasan industri energi baru yang mencakup produksi komponen kendaraan listrik, pengolahan material baterai, serta fasilitas logistik dan pergudangan. Kawasan ini ditargetkan menjadi pusat konsolidasi rantai pasok regional dan memperkuat kemampuan Indonesia dalam sektor manufaktur energi baru.

3. Joint Research Center for AI Innovation & Collaboration (Pusat Riset Bersama Kecerdasan Buatan (USD 20 juta))

Fujian Midai Artificial Intelligence Development Co., Ltd. bekerja sama dengan PT Infant AI Teknologi Nusantara untuk mendirikan pusat riset bersama yang akan berfokus pada pengembangan model AI untuk pendidikan anak usia dini, termasuk curriculum engine dan adaptive learning system. Kedua pihak sepakat berbagi hak kekayaan intelektual berdasarkan kontribusi teknologi dan hasil riset.

4. Artificial Intelligence & Financial Technology Partnership Project (Kemitraan Strategis AI dan Teknologi Finansial (USD 10 juta)) 

Fujian Sencan Trading Co., Ltd. dan Indonesia Finance Channel (IFC News) menandatangani perjanjian kerja sama strategis untuk mengembangkan financial news AI data engine, sistem editor berbasis AI, serta perangkat intelijen fintech guna meningkatkan otomatisasi dan kemampuan analisis data di industri informasi keuangan Indonesia.

“Two Countries Twin Parks merupakan mekanisme inti dalam kerja sama Indonesia–Tiongkok yang menggabungkan keunggulan sumber daya Indonesia dengan kekuatan teknologi dan modal Tiongkok, sehingga memperkuat sinergi pengembangan rantai industri.” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam kata sambutannya pada acara tersebut.

Airlangga menambahkan bahwa kerja sama ini akan meningkatkan daya saing industri manufaktur Indonesia sekaligus mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebesar 8% pada 2029.

Guo Ningning menyampaikan bahwa Fuzhou, sebagai bagian dari Jalur Sutra Maritim Abad ke-21, memiliki hubungan yang erat dengan Indonesia. "Kerja sama Two Countries Twin Parks ini diharapkan dapat terus diperkuat melalui mekanisme konsultasi tingkat tinggi, penyelarasan kebijakan, serta peningkatan konektivitas industri kedua negara," ujarnya 

“Kami menyambut komitmen investasi yang memberi nilai jangka panjang bagi Indonesia. Pemerintah akan terus menyediakan iklim usaha yang stabil, transparan, dan dapat diprediksi.” kata Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Ali Murtopo Simbolon.

Perwakilan penandatangan proyek, He Jianhui, menekankan bahwa fokus investasi pada energi bersih, kecerdasan buatan, dan rantai pasok kendaraan listrik menunjukkan bahwa kerja sama Indonesia–Tiongkok telah berkembang dari perdagangan tradisional menuju integrasi mendalam rantai industri. Hal ini memperkuat posisi Indonesia dalam struktur industri regional serta membuka peluang baru bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok di kawasan pesisir timur untuk berekspansi ke pasar global.