INDUSTRY.co.id - Jakarta – Percepatan teknologi, perubahan perilaku konsumen, dan kompetisi global yang semakin terbuka menempatkan dunia usaha pada fase disrupsi yang tidak lagi dapat dihindari. Tantangan tersebut menjadi fokus utama dalam acara “Navigating Disruption for Accelerated Revenue & Optimized Performance”, yang digelar Mekari Talenta—solusi Human Capital Management (HCM) terintegrasi terbesar di Indonesia—di Hotel Borobudur Jakarta.

Acara ini mempertemukan puluhan pemimpin bisnis lintas industri untuk membahas bagaimana perusahaan dapat merespons disrupsi melalui transformasi digital, penguatan manajemen talenta, dan kepemimpinan yang adaptif.

Kajian dalam acara tersebut menunjukkan bahwa banyak organisasi di Indonesia masih memandang disrupsi secara defensif. Pola pikir bertahan (survival mindset) kerap membuat proses transformasi berjalan lambat, peluang bisnis terlewat, dan kapabilitas internal tertinggal dari perubahan pasar.

Adapun, tantangan utama yang teridentifikasi antara lain: Fokus perusahaan masih pada mempertahankan cara lama, bukan inovasi, Transformasi tersendat akibat dilema antara kecepatan dan kehati-hatian, Kapabilitas SDM belum mampu mengikuti ritme perubahan bisnis, Visi kepemimpinan belum tersampaikan secara konsisten ke seluruh level organisasi, serta Budaya kerja masih birokratis sehingga menghambat kolaborasi dan produktivitas.

Dalam sesi diskusi, para pembicara menegaskan bahwa teknologi saat ini bukan hanya alat automasi, melainkan instrumen strategis bisnis. Platform Mekari Talenta disebut telah menghadirkan fitur untuk mempercepat eksekusi bisnis, seperti: Analisis performa berbasis data, Perencanaan tenaga kerja otomatis, Insight produktivitas berbasis AI, dan Pengelolaan HR strategis untuk scaling organisasi.

Digitalisasi HR terbukti tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga memindahkan fokus HR ke fungsi strategis seperti pengembangan talenta, retensi, dan analitik data.

Laporan Deloitte menunjukkan potensi automasi HR, seperti payroll dan administrasi mencapai hingga 80%, yang menghasilkan efisiensi waktu signifikan. Sementara data internal Mekari Talenta mencatat bahwa penerapan manajemen kinerja terstruktur mampu meningkatkan retensi karyawan hingga 50%, terutama melalui evaluasi kinerja yang terukur, feedback berkelanjutan, dan workfit yang tepat.

Dalam acara tersebut, Mekari Talenta juga mengumumkan kemitraan strategis dengan DPLK Simas Jiwa (MyPension) melalui integrasi layanan di platform benefit karyawan Mekari Flex. Kolaborasi ini memungkinkan perusahaan mengelola program jaminan hari tua dan pensiun secara digital dan lebih efisien.

Inisiatif ini menegaskan bahwa transformasi SDM tidak hanya berfokus pada produktivitas jangka pendek, tetapi juga kesejahteraan finansial karyawan. Pendekatan tersebut terbukti meningkatkan loyalitas, motivasi, dan stabilitas tenaga kerja, faktor penting dalam menghadapi era disrupsi.

Para Pemimpin Tekankan Pentingnya Kepemimpinan Adaptif

Sejumlah pemimpin memberikan pandangan mengenai transformasi SDM dan teknologi dalam menghadapi disrupsi, mereka adalah: Chief Operating Officer Mekari, Arvy Egadipoetra yang menyabut bahwa dengan transformasi HR berbasis data dan AI, Mekari Talenta mengubah HR dari fungsi administratif menjadi strategic business partner yang memungkinkan perusahaan merespons disrupsi secara agile dan tumbuh berkelanjutan.

Strategic Leader & Entrepreneur, Sandiaga Uno menyebutkan iika kepemimpinan menganggap disrupsi sebagai bagian dari peningkatan, maka disrupsi menjadi pemicu inovasi para talenta kita.

Plt. Direktur Aplikasi, Kemenparekraf, Wahyu Wicaksono mengungkapkanj bahwa ekonomi kreatif tidak tumbuh hanya dengan ide, tetapi eksekusi yang disiplin dan manajemen talenta berbasis teknologi.

Sementara Managing Partner KKA GD, I Gde Eka Sarmaja mengakatakan, program pensiun harus seimbang dalam adequacy, affordability, dan sustainability agar dapat berjalan jangka panjang.

Dengan dinamika pasar yang terus berubah, perusahaan dituntut tidak hanya bertahan, tetapi juga menemukan cara baru untuk berkompetisi. Mekari Talenta menegaskan bahwa masa depan bisnis Indonesia akan ditentukan oleh kemampuan organisasi mengintegrasikan teknologi, mengelola talenta berbasis data, serta menempatkan manusia sebagai pusat strategi pertumbuhan.