INDUSTRY.co.id - Jakarta – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menanggapi pernyataan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang sebelumnya menyebut wacana insentif otomotif tidak diperlukan. 

Advertisement

Menperin Agus menyesalkan sikap penolakan tersebut karena kajian internal Kemenperin terkait skema insentif masih dalam proses perumusan dan belum diajukan secara resmi.

“Kok belum baca usulan kami, sudah menolak? Kan sebaiknya dibaca dulu usulannya seperti apa. Usulan insentifnya, bentuknya, siapa penerimanya, masyarakat penerimanya, industri penerimanya. Dibaca dulu, baru dipelajari. Kalau setelah dipelajari ditolak ya tidak apa-apa,” ujar Menperin di Bogor (27/11).

Advertisement

Dirinya memastikan usulan resmi insentif otomotif belum dikirim ke Kemenko Perekonomian. “Belum, belum. Masih di kita. Ini lagi disusun-susun kemana ininya. Masyarakat juga harus dapat insentif untuk penguatan daya belinya. Masih disusun,” tegasnya.

Menperin Agus mengaku heran dengan sikap penolakan yang muncul sebelum dokumen usulan sampai di meja Kemenko.

Advertisement

“Yang saya bingungkan, kok baru disusun, masih disusun, belum dikirim, belum dipelajari, kok sudah menolak,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Kemenperin masih merumuskan detail skema insentif otomotif, termasuk: kemungkinan insentif untuk masyarakat demi memperkuat daya beli, dukungan bagi produsen untuk menggenjot pasar otomotif yang saat ini sedang lesu, serta kalkulasi cost and benefit untuk negara dan pelaku industri.

Advertisement

“Kalau kita merumuskan, kita ingin itu lebih precise, lebih detail. Setelah rumusannya selesai baru nanti kita kirimkan ke pemerintah, dalam hal ini ke Kemenko,” ujarnya.

Agus memastikan usulan tersebut dirancang untuk bisa masuk ke dalam kebijakan fiskal 2026. Karenanya, Kemenperin menetapkan deadline internal.

“Pokoknya saya mau mengusulkan agar insentif otomotif itu bisa untuk kebijakan fiskal 2026. Harapannya, rumusan dari kami itu sudah selesai dan sudah dikirim awal Desember,” ujarnya.

Industri otomotif nasional tengah mengalami penurunan penjualan sepanjang 2025. Kemenperin menilai insentif otomotif menjadi salah satu langkah kunci untuk menggairahkan pasar, mendorong produksi, dan menjaga daya beli konsumen.

Dengan usulan yang belum rampung, Menperin menegaskan bahwa proses evaluasi seharusnya dilakukan setelah dokumen diterima dan dipelajari secara menyeluruh.

“Kami berharap nanti setelah usulan diterima dan dipelajari, kalau dianggap tidak bisa diterima ya tidak masalah. Tapi kan harus dipelajari dulu,” tutup Menperin.