INDUSTRY.co.id - Jakarta — Pemerintah memastikan kondisi harga pangan di Indonesia tetap stabil di tengah beredarnya isu bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyebabkan kenaikan harga ayam dan telur di sejumlah daerah. 
Menteri Pertanian Amran Sulaiman dengan tegas membantah kabar tersebut dan menyebut bahwa produksi pangan nasional justru dalam kondisi surplus.

Advertisement

Isu yang beredar menyebutkan bahwa pasokan ayam dan telur di masyarakat berkurang karena sebagian besar diserap oleh program MBG, sehingga memicu kenaikan harga di pasar. Namun, Mentan menilai narasi itu tidak sesuai dengan data di lapangan.

Amran menjelaskan bahwa kenaikan harga telur beberapa waktu lalu bersifat sementara dan mulai kembali terkoreksi. Ia juga menekankan bahwa saat ini harga DOC (Day Old Chicken) sudah turun signifikan.

Advertisement

“Harga DOC turun dari Rp14.000 menjadi Rp11.500. Pemerintah tengah mengkaji pengaturan HPP jagung, HAP jagung pakan, dan HAP telur ayam ras agar seluruh pelaku usaha terlindungi, dari petani dan peternak hingga konsumen,” ujar Amran.

Guna memastikan harga tetap terkendali, Menteri Pertanian juga memerintahkan Satgas Pangan Polri untuk menindak pelaku usaha yang melakukan pelanggaran, terutama di 177 kabupaten/kota yang harga telurnya tercatat melebihi HAP.

Advertisement

Amran menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat sektor hulu peternakan sebagai bagian dari strategi besar pemenuhan pasokan MBG. Salah satunya melalui pembangunan pabrik pakan dan DOC skala besar.

“Akan dibangun 12 pabrik pakan di tahap pertama dan 18 pabrik di tahap kedua dengan total anggaran Rp20 triliun untuk mendukung 3,7 juta peternak rakyat,” jelasnya.

Advertisement

Langkah ini ditujukan untuk memastikan harga pakan, vaksin, dan produksi unggas tetap stabil sehingga peternak kecil terus berdaya.

Program MBG juga mendapat dukungan lintas kementerian. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menetapkan 500 ribu hektare lahan untuk produksi bahan baku pangan MBG.

“Semua pihak harus bersatu memastikan pasokan MBG aman, sehingga gejolak harga tidak terjadi,” ujar Nanik.

Selain Kementerian ATR/BPN dan Kementan, program ini juga didukung oleh Kemenkop, Kemendagri, hingga sektor swasta seperti Danantara.

Danantara disebut telah mengalokasikan Rp20 triliun untuk pembangunan peternakan ayam pedaging dan petelur terintegrasi yang akan tersebar di seluruh Indonesia. Proyek ini mulai dibangun pada Januari 2026 dan disiapkan khusus untuk mendukung kebutuhan daging ayam dan telur pada program MBG.

Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) Desember 2025, serta Ramadan–Idulfitri Februari–Maret 2026, kebutuhan masyarakat diperkirakan akan melonjak. Pemerintah memastikan pasokan pangan akan aman karena produksi nasional dalam kondisi stabil dan surplus.