INDUSTRY.co.id,Jakarta-Kepala Pusat Riset Politik BRIN, Athiqah Nur Alami menyampaikan bahwa forum ini diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat diplomasi publik dan kolaborasi lintas bidang antara kedua negara. Menurutnya, kolaborasi antara Indonesia dan Korea Selatan perlu dikembangkan terutama dalam konteks memahami dan membangun kebudayaan yang hidup di masyarakat.

Advertisement

"Kerja sama strategis Indonesia dan Korea Selatan tidak hanya bertumpu pada kepentingan ekonomi, tetapi juga pada upaya membangun pemahaman lintas budaya. Diplomasi publik menjadi jembatan penting untuk memperkuat hubungan antar masyarakat di kedua negara," ujarnya.

Forum ini akan dibuka dengan sambutan dari Mr. Park Soo-deok, Chargé d'Affaires Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia, dan dihadiri oleh Mr. Abdul Kadir Jailani, Direktur Jenderal Asia-Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, serta perwakilan dari berbagai lembaga pemerintah, akademisi, dan komunitas diplomatik di Jakarta. Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis untuk memperkuat kerja sama bilateral di bidang diplomasi, ekonomi, dan kebudayaan, sekaligus mendorong kolaborasi akademik dan publik yang konstruktif antara kedua negara.

Advertisement

Lebih lanjut, Athiqah menyampaikan bahwa dalam kegiatan ini pihaknya menghadirkan dua sesi roundtable discussion yang membahas isu diplomasi publik dan peluang ekonomi kreatif dalam hubungan Indonesia–Korea. Sesi pertama bertema Strategic Public Diplomacy through the Korean Wave (Hallyu): Strengthening Indonesia–South Korea Partnerships, dan sesi kedua bertema The Korean Wave (Hallyu) Impact: Economic Opportunity in Indonesia–South Korea Partnerships.

Forum ini dihadiri sekitar 75 peserta dari kalangan diplomat, peneliti, akademisi, serta perwakilan industri kreatif. Diskusi berlangsung interaktif dan diakhiri dengan sesi luncheon and networking yang memberikan ruang bagi peserta untuk memperluas jejaring kerja sama di berbagai bidang strategis.

Advertisement

Melalui kegiatan ini, BRIN menegaskan komitmennya untuk mendukung diplomasi berbasis ilmu pengetahuan yang mampu menjembatani kerja sama antarbangsa dan memperkuat peran Indonesia dalam mewujudkan Indo-Pasifik yang damai, sejahtera, dan berkelanjutan.

Advertisement