Swissquote Uji Pemain Manchester United

Oleh : Arya Mandala | Sabtu, 17 Oktober 2015 - 01:22 WIB

Swissquote Uji Pemain Manchester United
Swissquote Uji Pemain Manchester United

INDUSTRY.co.id - Perusahaan perdagangan finansial yang menjadi sponsor resmi klub sepak bola asal Inggris, Manchester United, selama musim 2015/2016. Swissquote, menyelenggarakan tantangan Red Zone. Ajang ini bertujuan untuk menguji skill para gelandang Manchester United (MU) dalam pengambilan keputusan, kecepatan, serta permainan sepak bola.

Pekan ini, Red Zone menampilkan gelandang Morgan Schneiderlin yang menantang rekan satu timnya, pemain asal Perancis Jesse Lingard dalam tantangan ‘Box of Balls’. Kelihaian keduanya dalam menghadapi tantangan ini dapat dilihat di video yang rilis sejak tanggal 9 Oktober 2015 lalu.

Selain Morgan dan Jesse, dalam ajang Red Zone, Swissquote yang merupakan broker finansial yang berkantor pusat di Swiss tersebut juga menguji pemain MU lainnya seperti David De Gea dan Chris Smalling dengan serangkaian tantangan yang akan mengukur kemampuan mereka dalam membuat keputusan di bawah tekanan.

“Para pemain MU harus membuat keputusan penting setiap kali mereka beraksi di lapangan. Dan kami ingin membawa kemampuan pengambilan keputusan itu ke dalam ujian ini,” tutur Marc Burki, CEO and Co-Founder dari Swissquote dalam keterangan resminya, Senin (19/10). “Ini juga yang kami lakukan di Swissquote. Kami bangga bisa menyediakan saran terbaik untuk membantu klien kami mempuat keputusan yang baik,” tambahnya.

Redzone bagi Schneiderlin dan Lindgard

Dalam tantangan ini, Schneiderlin dan Lingard berlomba untuk mengeluaran lima buah bola emas secara cepat dalam sebuah kotak yang berisi penuh bola merah. Ada dua cara yang dapat digunakan. Cara pertama, mencari bola emas dalam sekotak bola merah, dan cara yang kedua adalah dengan mengeluarkan semua bola dari dalam kotak. Schneiderlin yang memilih cara pertama. Ia pun harus mengakui keunggulan juniornya, Lingard, karena hanya berhasil mengeluarkan empat bola emas dari kotak.

“Pengambilan keputusan merupakan hal yang sangat penting bagi seorang pesepakbola. Dalam tantangan ini saya mengambil pilihan yang sulit karena saya tipe orang yang sangat menyukai tantangan. Saya sepertinya kurang beruntung, saya sempat berpikir memang hanya ada empat bola emas,” ujar Morgan Schneiderlin mengenai tantangan yang diberikan Swissquote ini.

Jesse Lingard pun mengakui tantangan ini lebih sulit daripada yang ia bayangkan. “Saya memilih cara yang lebih menyenangkan tapi ketika saya melakukannya tadi, saya pikir saya kehabisan waktu. Saya senang bisa menyelesaikan tantangan ini,” pungkasnya. Arya Mandala

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Minggu, 05 April 2020 - 14:15 WIB

Kemenperin Godok Pemberian Pinjaman Lunak bagi IKM Terdampak Virus Corona

Kebijakan untuk meminimalkan dampak COVID-19 kepada sektor Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) merupakan hal yang penting untuk dilakukan, mengingat jumlah pelaku IKM yang besar.

Ilustrasi PHK

Minggu, 05 April 2020 - 14:10 WIB

Dampak Corona, 3.611 Pekerja di Jakarta Kena PHK, 21.979 Dirumahkan

Sekitar 3.611 pekerja atau buruh dari 602 perusahaan di Jakarta terkena PHK akibat pandemi virus corona (COVID-19).

Direktur Utama Bank BRI Sunarso kanan

Minggu, 05 April 2020 - 13:31 WIB

BRI Punya Banyak Program Bantu UMKM Terdampak COVID-19

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memberikan dukungan terhadap para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah kondisi yang menantang akibat penyebaran Virus COVID-19.…

Raisa

Minggu, 05 April 2020 - 13:15 WIB

VLIVE Mendorong Para Artis dan Penggemar Tetap di Rumah

Platform komunitas hiburan global dari Naver Corp, VLIVE, mengajak sejumlah artis dan influencers Indonesia yang tergabung dalam channel VLIVE dalam untuk ikut serta dalam kampanye V PAKET #dirumahaja…

Tips untuk Bekerja atau Belajar dari Rumah

Minggu, 05 April 2020 - 13:15 WIB

Tips untuk Bekerja atau Belajar dari Rumah

Kerja dan Belajar dari Rumah (work from home, school from home) menjadi tren global beberapa waktu terakhir ini.