INDUSTRY.co.id-Axa Financial Indonesia (AFI) menyebutkan akan hati-hati ketika melakukan investasi. Pihaknya tidak akan sembarangan mendistribusikan premi untuk investasi.

MenurutCicilia Nina, Direktur AXA Financial Indonesia, investasi dilakukan dengan mencari yang mempunyai imbal hasil tetap. Mengapa demikian, karena untuk menjaga hasil investasi agar prudent.

"Investasi ke Fixed income seperti obligasi pemerintah," kata dia di Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Maka AFI kata dia akan berhati-hati berinvestasi ke Saham dan Reksadana. Pilihannya obligasi pemerintah yang dianggap aman.

Oleh karenanya, Ia mengatakan investasi ini untuk mengembangkan nilai premi yang masuk. Apalagi AFI sudah ada 10 produk asuransi yang dipasarkan ke masyarakat salahsatunya yang terbaru AXA Future Protector.

"Sudah dapat ijin OJK sehingga diluncurkan produk ini," jelasnya.

Produk tersebut Sambung Dharmawata, Chief Health Officer AXA Financial Indonesia, masih ada permintaan dari masyarakat.

"Target internal dengan mengejarnya. Dengan mendiskusikan ke Agen," jelasnya.

Selain itu, Presiden Direktur AFI Niharika Yadav mengungkapkan secara umum AFI optimis akan meraih profit kembali pada keseluruhan tahun, sebagai mana Semester 1 2025 memperoleh laba. Tercatat AXA Financial Indonesia (AFI) berhasil membalikkan keadaan dengan membukukan laba komprehensif sebesar Rp22 miliar pada semester I 2025 dari sebelumnya periode yang sama tahun lalu rugi Rp36,82 miliar.

"Optimis tahun 2025 profit jika tidak ada klaim yang tinggi, kita berharap Premi tumbuh dan Klaim berkurang," ucap dia.