INDUSTRY.co.id - Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I hari ini, Senin (22/9/2025), dengan koreksi sebesar 0,36 persen ke level 8.022,40. Pelemahan ini terjadi setelah aksi ambil untung (profit taking) dari investor yang menekan IHSG hingga sempat menyentuh level terendah harian di 8.008,07.
Padahal, pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG sempat mencatatkan rekor tertinggi baru sepanjang masa di level 8.082, menunjukkan optimisme pasar yang sempat menguat.
Secara keseluruhan, pasar saham masih menunjukkan likuiditas yang tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp11,03 triliun dan volume perdagangan sebesar 21,97 miliar saham. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 889 saham menguat, 304 saham melemah, dan 263 stagnan.
Sejumlah indeks utama turut mengalami koreksi. Indeks LQ45 turun 0,84 persen ke 803,22, IDX30 melemah 0,37 persen ke 420,98, Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,51 persen ke 543,52, dan MNC36 terkoreksi 0,49 persen ke 326,49.
Dua sektor yang menjadi pemberat pergerakan IHSG hari ini adalah sektor keuangan dan sektor kesehatan, sementara mayoritas sektor lainnya masih bergerak di zona hijau.
Dari sisi emiten, beberapa saham mencatatkan penguatan signifikan di antara konstituen LQ45. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) memimpin kenaikan dengan menguat 6,33 persen ke Rp3.190, diikuti PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang naik 5,53 persen ke Rp496, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang menguat 4,62 persen ke Rp2.490.
Sebaliknya, saham-saham seperti PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) turun tajam 7,17 persen ke Rp7.125, disusul PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) yang melemah 5,02 persen ke Rp4.820, dan PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA) yang terkoreksi 4,39 persen ke Rp1.960.(IDX.channel)