INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pada hari ini, Jumat (19/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bersama Kapitalisasi Pasar Saham kembali mencatatkan rekor baru bersejarah. IHSG ditutup pada level 8.051,118, yang merupakan rekor tertinggi sepanjang masa, seiring dengan kapitalisasi pasar yang juga menorehkan rekor tertinggi barunya sebesar Rp14.632 triliun.
Pencapaian ini menambah deretan rekor sebelumnya yang juga tercatat pada Rabu (16/9), ketika IHSG mencapai rekor tertinggi di level 8.025,179 dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp14.516 triliun. Rangkaian pencapaian rekor ini mencerminkan semakin kuatnya optimisme seluruh pemangku kepentingan terhadap prospek pasar modal Indonesia, sekaligus menjadi bukti meningkatnya kepercayaan investor di tengah dinamika perekonomian global.
Pemerintah turut berperan penting dalam penguatan ini. Dukungan kebijakan strategis pemerintah untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional turut menjadi faktor penting dalam terciptanya sentimen positif, sehingga semakin memperkuat kepercayaan pelaku pasar terhadap pasar modal Indonesia.
Tak hanya dari sisi indeks, aktivitas pencatatan efek di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menunjukkan geliat yang signifikan. Pada Senin (15/9), Obligasi Berkelanjutan VII Federal International Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2025 resmi dicatatkan di BEI dengan nilai nominal Rp1,03 triliun. Hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia untuk obligasi ini adalah AAA(idn) (Triple A), dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat.
Dengan pencatatan tersebut, hingga September 2025, total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat di BEI mencapai 131 emisi dari 72 emiten dengan nilai Rp153,64 triliun. Sementara itu, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 644 emisi dengan nilai outstanding sebesar Rp528,53 triliun dan USD117,27 juta, yang diterbitkan oleh 137 emiten.
Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 196 seri dengan nilai nominal Rp6.520,49 triliun dan USD502,10 juta. Selain itu, terdapat pula 7 emisi Efek Beragun Aset (EBA) yang telah tercatat dengan nilai Rp2,13 triliun.
Kinerja positif pasar modal juga tercermin dari data perdagangan saham selama sepekan pada periode 15—19 September 2025. Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian BEI sebesar 47,01% menjadi Rp28,55 triliun dari Rp19,42 triliun pada pekan sebelumnya.
Peningkatan ini juga diikuti oleh rata-rata volume transaksi harian sebesar 25,14% menjadi 42 miliar lembar saham dari 33,56 miliar lembar saham sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian turut mengalami kenaikan sebesar 4,42% menjadi 2,13 juta kali transaksi dari 2,04 juta kali transaksi.
Kapitalisasi pasar pun mengalami penguatan. Kapitalisasi pasar BEI meningkat sebesar 3,56% menjadi Rp14.632 triliun dari Rp14.130 triliun pada sepekan sebelumnya. Sejalan dengan itu, IHSG selama sepekan mengalami peningkatan sebesar 2,51% menjadi ditutup pada level 8.051,118 dari 7.854,060 pada pekan lalu.
Dari sisi investor, investor asing hari ini mencatatkan nilai beli bersih Rp2,87 triliun, namun secara kumulatif sepanjang tahun 2025 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp58,70 triliun.