INDUSTRY.co.id - Jakarta, Bertepatan dengan hari kelahirannya yang berusia 85 tahun, Dr. Achmad S Ruky meluncurkan buku, " Membangun Karier Sebagai Eksekutif MSDM Profesional".

Menariknya, buku ini merupakan edisi pembaruan dari karya serupa yang telah hadir dan saling berkaitan di edisi sebelumnya.

Ruky menjelaskan, perubahan dalam satu dekade terakhir menjadi alasan hadirnya versi baru buku tersebut.(1/8)

Ia menilai, perkembangan teknologi dan dinamika sosial sangat cepat mepengaruhi dunia kerja dan Sumber Daya Manusia.

Puluhan praktisi Sumber Daya Manusia nasional turut hadir. Mereka memperkaya sudut pandang Ruky terhadap praktik manajemen Sumber Daya Manusia masa kini.

Meski sudah tidak aktif bekerja penuh waktu, Ruky tetap terlibat dalam dunia Sumber Daya Manusia. Ia kini aktif sebagai konsultan, penasihat, hingga komisaris di berbagai perusahaan.

Pengalamannya mencakup perusahaan besar seperti Indofood, Goodyear, hingga Mercedes Benz.

Ruky mengungkapkan bahwa ada lima faktor yang memengaruhi praktik manajemen Sumber Daya Manusia.

Kelima faktor itu mencakup unsur politik, ekonomi, teknologi, hukum, dan lingkungan.

Ia menilai teknologi dan isu sosial sebagai faktor perubahan yang paling cepat bergerak.

Menurutnya, Praktisi Human Resources harus terus belajar dan terbuka terhadap perubahan zaman.

Ia menegaskan, prestasi masa lalu tak cukup untuk menghadapi tantangan baru dunia kerja.

Ia meyakini, selama perusahaan mempekerjakan manusia, fungsi Human Resources tetap penting. “Kalau semua digantikan robot, barulah human resources tak lagi dibutuhkan,” ujarnya.

Buku barunya juga membahas tren perubahan perilaku karyawan terhadap atasan. Ia mencontohkan evolusi etika salam, dari tunduk sopan hingga sekadar tersenyum.

Bahasa buku kini lebih segar, dengan ilustrasi baru dan studi kasus relevan. Buku ini ditujukan bagi calon praktisi maupun profesional human resources yang ingin meningkatkan kompetensi.

Proses penulisannya berlangsung selama satu tahun terakhir, tanpa jadwal tetap. Ruky menulis saat ada waktu luang, termasuk dalam perjalanan atau menunggu.

Ia bahkan pernah menulis selama 12 jam penuh tanpa jeda. Meski sudah berusia 85 tahun, Ruky tetap terlihat bugar dan produktif.

Ia mengaku masih menyusun tiga buku lainnya secara paralel. Di penghujung acara, sembilan tokoh HR yang menjadi narasumber diperkenalkan ke publik.