INDUSTRY.co.id - Jakarta – Di era digitalisasi yang kian masif, pelaku usaha business-to-business (B2B) dituntut untuk lebih adaptif, terutama dalam memasarkan produk dan menjangkau klien baru.
Indotrading, sebagai marketplace B2B digital terdepan di Indonesia, hadir memberikan solusi terintegrasi bagi supplier industri yang ingin memperluas pasar sekaligus meningkatkan omzet penjualan.
Menurut data Statista (2024), nilai pasar e-commerce B2B global diperkirakan akan mencapai USD 26,6 triliun pada 2025, hampir dua kali lipat dari nilai pada 2021. Di Indonesia sendiri, tren pertumbuhan sektor B2B digital semakin menguat seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap proses pengadaan yang lebih cepat, efisien, dan transparan.
CEO Indotrading, Handy Chang, menjelaskan bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama untuk bersaing di pasar industri saat ini.
“Di Indotrading, kami menjembatani kebutuhan buyer dan supplier agar proses pengadaan barang dan jasa bisa berjalan lebih efisien dan terukur,” ungkap Handy.
Hingga kini, Indotrading mencatat lebih dari 300.000 kunjungan per hari dari pelaku industri yang aktif mencari berbagai kebutuhan barang dan jasa. Ribuan supplier dari seluruh Indonesia telah bergabung dan memanfaatkan fitur-fitur seperti leads penawaran, tender online, dan profil usaha premium untuk menampilkan produk secara profesional.
Berbeda dari marketplace umum, Indotrading fokus pada produk-produk teknikal dan keperluan industri seperti mesin pabrik, alat laboratorium, material konstruksi, dan kebutuhan sektor B2B lainnya. Platform ini juga dilengkapi dengan algoritma machine learning untuk mencocokkan kebutuhan buyer dengan produk dari supplier yang paling relevan.
“Kami ingin memastikan supplier mendapatkan leads yang berkualitas, bukan hanya sekadar tampilan online,” tambah Handy.
Tantangan Digitalisasi Jadi Peluang Besar
Meski masih banyak pelaku usaha kecil dan menengah yang belum go digital, Handy melihat ini justru sebagai peluang emas.
“Justru karena belum banyak yang masuk ke digital, supplier yang lebih dulu hadir akan memiliki keunggulan lebih besar dari sisi eksposur dan kredibilitas,” jelasnya.
Untuk mendukung transisi digital para supplier, Indotrading juga menyediakan layanan pendampingan, termasuk digital marketing, pembuatan katalog online, promosi Google Ads, dan iklan di media sosial.
Dengan lebih dari 100.000 produk aktif, Indotrading kini menjadi etalase digital terbesar di Indonesia untuk kategori barang industri dan teknikal. Banyak perusahaan besar menjadikan platform ini sebagai rujukan utama untuk menemukan supplier terpercaya.
Ke depannya, Indotrading berkomitmen memperluas kemitraan strategis dengan berbagai asosiasi industri dan pemerintah daerah demi mendorong digitalisasi UKM industri di berbagai wilayah.