INDUSTRY.co.id - Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pengembangan industri teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technology/ICT) di dalam negeri.
Pasalnya, sektor ini dinilai menjadi salah satu kunci pendorong pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen.
“Pemerintah punya harapan dan keinginan besar untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen. Salah satu sektor yang kami lihat potensial dan punya efek besar adalah industri ICT,” kata Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza di Jakarta (11/7).
Dia mengungkapkan, pemerintah terus mencermati negara-negara yang cukup sukses dalam pengembangan industri berbasis teknologi tinggi seperti India, Vietnam, dan Taiwan.
“India misalnya, dalam 10 tahun terakhir, berhasil melompat jauh dalam industri ICT. Mereka mampu menarik investasi besar dan membangun produksi yang tangguh. Itu yang sedang kita pelajari dan adaptasi,” tuturnya.
Lebih lanjut, Faisol menjelaskan, industri ICT sangat kompleks, bahkan hanya dalam satu unit gawai seperti ponsel, terdapat ribuan komponen hasil olahan industri, mulai dari integrated circuit (IC), central processing unit (CPU), baterai, layar, hingga resistor, dan transistor. Semua komponen itu, menurutnya, bisa menjadi peluang besar bila Indonesia mampu memproduksinya secara mandiri.
“Pemerintah ingin kita tak sekadar menjadi perakit barang jadi dengan komponen impor. Kita ingin seluruh rantai produksinya berasal dari dalam negeri. Ini butuh dukungan semua pihak, termasuk pelaku industri dan kawasan industri,” tegas Wamenperin.
Wamenperin optimistis, dengan kerja keras dan kolaborasi lintas sektor, terutama dengan pelaku industri dalam negeri, Indonesia bisa segera menyiapkan infrastruktur yang terintegrasi, termasuk bagi sektor industri elektronika.
Sebelumnya, Wamenperin Faisol dan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria melakukan kunjungan kerja ke perusahaan perakitan elektronik, PT. Sat Nusapersada Tbk di Batam. Keduanya melihat langsung yang sudah dilakukan perusahaan ini dalam mendukung ekosistem pengembangan alat-alat elektronik yang terkait dengan IT.
Nezar menekankan agar para pelaku industri manufaktur Indonesia bisa segera melakukan adopsi AI dan tidak tertinggal gelombang yang tengah melesat ini sehingga daya saing Indonesia tetap terjaga.
Guna mengoptimalkan adopsi teknologi terbaru tersebut, Nezar juga menyatakan bahwa pemerintah tengah menyusun peta jalan AI nasional yang terukur dan realistis, dengan mempertimbangkan kesiapan sektor industri domestik.