Berikan Dana Riset Bagi Mahasiswa S1, Indofood Kembali Membuka Program IRN Periode 2025-2026
Oleh : Hariyanto | Rabu, 04 Juni 2025 - 14:17 WIB

Tim Pakar IRN, Winarti TK yang juga menjabat sebagai Research & Development Manager di PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.
INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) kembali membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh dana riset melalui Program Indofood Riset Nugraha (IRN) periode 2025-2026. Mengangkat tema “Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal” program IRN terbuka bagi semua jurusan dan diutamakan bagi mahasiswa yang melakukan riset untuk menyelesaikan kuliah strata 1-nya. Proposal penelitian bisa diajukan mulai 4 Juni — 31 Juli 2025.
Sosialisasi Program Indofood IRN, yang merupakan program bantuan dana riset bagi mahasiswa S1, dilakukan secara daring dan diikuti oleh berbagai perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Program ini juga bertujuan mendorong minat mahasiswa melakukan riset-riset yang berkualitas, khususnya dalam pengembangan pangan fungsional. Pangan fungsional adalah sumber pangan yang tidak hanya berperan sebagai sumber energi dan gizi, tetapi juga mempunyai khasiat tertentu yang dapat memberikan kontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat.
Head of Corporate Communications Indofood Stefanus Indrayana mengatakan, pangan fungsional masih menjadi tema yang relevan untuk diangkat. "Kita sadari bersama bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan-tantangan di bidang kesehatan yang perlu kita tangani bersama. Kesehatan erat kaitannya dengan asupan yang kita berikan ke dalam tubuh kita. Pangan, selain sebagai sumber energi dan gizi bagi kita, juga bisa memberikan manfaat secara langsung bagi kesehatan kita," kata Indrayana.
"Oleh karenanya, riset sangat diperlukan untuk mengembangkan produk pangan serta menemukan inovasi-inovasi produk pangan fungsional dari kearifan lokal yang kita miliki. Melalui IRN kami ajak teman-teman mahasiswa. Tidak hanya sebagai syarat kelulusan, tetapi melakukan riset yang unggul dan dapat diaplikasikan di kehidupan kita.” imbuhnya.
Indrayana mengungkapkan bahwa selama ini partisipasi riset dari perguruan tinggi dari wilayah timur Indonesia masih sedikit. “Kami berharap tahun ini parfisipasi mahasiswa dari wilayah timur Indonesia akan meningkat. Mengapa? Karena disana memiliki sumber pangan yang berlimpah dan fungsional. Contohnya buah merah yang ada di Papua, kaya nutrisi dan juga besar manfaatnya bagi kesehatan,” ujarnya di depan mahasiswa dari 8 perguruan tinggi dari wilayah timur Indonesia yang hadir dalam sosialisasi IRN secara daring.
Program IRN adalah salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) Indofood yang secara konsisten mendorong minat riset generasi muda. IRN telah dilaksanakan sejak tahun 2006 dan tidak hanya memberikan dana riset, namun juga pendampingan dari Tim Pakar selama melakukan penelitian. Tahun lalu, proposal penelitian yang masuk berjumlah 614 proposal dan masih didominasi oleh universitas-universitas dari wilayah barat Indonesia. Hingga saat ini Program IRN telah mendanai lebih dari 1.300 proposal penelitian.
Pada sosialisasi kali ini, salah satu penerima dana IRN periode 2023-2024, Faizal Muttagin dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada berkesempatan untuk berbagi pengalamannya. Faizal melakukan penelitian yang berjudul "Inovasi Feed additive Berbahan Essential Oil untuk Meningkatkan Kandungan Antioksidan dan Kualitas Daging Broiler sebagai Pangan Fungsional.”
“IRN adalah program keren dari Indofood yang mensupport secara finansial kepada mahasiswa tingkat akhir untuk merealisasikan ide, penelitian impian kalian. Dengan ikut IRN, kalian bisa melakukan penelitian impian kalian tanpa khawatir soal dana. Tidak cuma itu. Kalian juga akan dibimbing langsung oleh tim pakar IRN sehingga penelitiannya jadi lebih terarah dan berkualitas tentunya. Paling seru di akhir program akan dipilih peneliti terbaik dan memperoleh hadiah spesial dari Indofood," ujar Faizal.
"IRN berhasil mendorong penelitian pangan fungsional berbasis potensi dan kearifan lokal di Indonesia. Program ini telah berhasil merangsang inovasi mahasiswa dalam memanfaatkan kekayaan hayati dan tradisi lokal untuk mengatasi masalah kesehatan.” ujar Ketua Tim Pakar IRN, Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Haryadi, M.Sc.
Keberhasilan program ini terlihat dari banyaknya judul penefitian yang diusulkan dan didanai, yang secara langsung berkaitan dengan tema “Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan kearifan Lokal”. Dari proposal yang disampaikan, terlihat bahwa para mahasiswa secara akfif mengeksplorasi beragam bahan baku lokal, mulai dari umbi-umbian (porang, ubi jalar, talas, ganyong), hasil laut (rumput laut, ikan, rusip), buah-buahan endemik (parijoto, kawista, anggur papua), hingga rempah dan tanaman herbal (secang, kelor, jintan hitam, temulawak) bahkan, limbah pertanian pun divalorisasi menjadi produk bernilai tambah.
Dari sisi produk, penelitian IRN menghasilkan berbagai usulan pangan fungsional inovatif dalam beragam format seperti minuman serbuk/sembiotik, snack bar, biskuit, roti, hingga produk analog dan penyedap rasa. Ini menunjukkan kreativitas dalam mengubah bahan mentah menjadi bentuk yang lebih mudah diterima dan memiliki nilai komersial.
Fokus utama penelitian adalah mengatasi masalah kesehatan krusial seperti stunting, diabetes mellitus, berbagai penyakit degeneratif (kanker, jantung, Alzheimer), kekurangan gizi, hingga masalah pencernaan dan imunitas. Hal ini mencerminkan relevansi penelitian dengan kebutuhan masyarakat.
“Secara umum, respon mahasiswa sangat positif dan antusias. Mereka tidak hanya menunjukkan minat tinggi, tetapi juga kemampuan untuk berinovasi dan menerapkan pendekatan muitidisiplin dalam mengembangkan solusi pangan fungsional yang berbasis pada potensi dan kearifan lokal Indonesia. Ini adalah indicator kuat bahwa program IRN berhasil menumbuhkan generasi peneliti yang peduli akan kesehatan dan keberlanjutan pangan di tanah air,” jelasnya.
Cara Mengikuti Program IRN
Bantuan dana riset Program IRN diperuntukkan bagi mahasiswa S1 dari semua jurusan yang akan melakukan penelitian sebagai tugas akhirnya. Berikut ketentuan umum Program RN :
- Penelitian diajukan dalam rangka penyelesaian tugas akhir Sesuai dengan tema Program IRN yaitu Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal
- Format atau sistematika proposal sesuai panduan
- Penelitian dilakukan sesuai dengan bidang studi pengusul
- Proposal wajib mendapatkan persetujuan Dosen Pembimbing/Dekan, diseriai dengan cap lembaga (halaman pengesahan dan surat pernyataan peserta)
- Jangka waktu penelitian paling lama 1 (satu) tahun
- Penelitian dilakukan dalam wilayah Republik indonesia
- Menyertakan riwayat hidup lengkap Peneliti dan Dosen Pembimbing
- Proposal penelitian diajukan kepada Sekretariat Panitia IRN, dikiim melalui email : indofoodrisetnugraha@indofood.co.id
- Batas pengumpulan terakhir : 31 Juli 2025
- Pengumuman penerima dana IRN : Awal September 2025
Objek penelitiannya adalah sumberdaya hayati berbasis potensi dan kearifan lokal meliputi produk petanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, kelautan, peternakan dan air. Cakupan bidang penelitian meliputi Agro-Teknolgi (Budidaya), Teknologi Proses/Pengolahan, Gizi dan Kesehatan Masyarakat serta Sosial Budaya, Ekonomi dan Pemasaran.
“Kami percaya riset bisa menjadi sarana bagi teman-teman mahasiswa untuk mengasah dan melatih kemampuan berpikir kritis dan logis guna menemukan solusi ilmiah maupun inovasi-inovasi yang diperlukan. Lewat program IRN, eksplorasi terus ide kreatif kalian, gali pemikiran-pemikiran segar, mari bersama-sama ikut berkontribusi dalam peningkatan kesehatan masyarakat dan ketahanan pangan bangsa kita," ujar Indrayana.
Baca Juga
Perkuat Kemitraan di Indonesia, MBS Asia Fokus pada Pengembangan…
Ministerial Lecture Kemenperin: KPK dan Lemhannas Tekankan Integritas…
ASTRA Infra Dukung Pelatihan Vokasi Kopi untuk Difabel Bersama Yayasan…
Bersama LSPR Menuju Masa Depan AI yang Etis dan Inklusif: Komitmen…
Minat Pendidikan Vokasi Kian Tinggi, Kemenperin Buka Kelas Baru Gandeng…
Industri Hari Ini

Jumat, 29 Agustus 2025 - 20:02 WIB
Iklim Investasi dan Insentif Tumbuhkan Industri Data Center
Kebijakan penciptaan iklim investasi yang mendukung dan insentif yang menarik diyakini menjadi kunci pertumbuhan ekosistem dan industri pusat data (data center) yang lebih positif di Indonesia.

Jumat, 29 Agustus 2025 - 19:22 WIB
Ini Kulkas Jumbo Kapasitas Terbesar di ASEAN, Solusi Anti Drama Stok Makanan di Rumah
Hampir semua keluarga di Indonesia pasti pernah mengalami momen ini: kulkas sudah terasa penuh sesak saat tiba hari belanja bulanan. Kotak makan ditumpuk seadanya, botol minuman dipindah ke…

Jumat, 29 Agustus 2025 - 17:31 WIB
Haidar Alwi: Jangan Biarkan Duka Ojol Dipolitisasi, Waspadai Narasi Provokatif
Jakarta-R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, menyampaikan duka mendalam atas insiden yang merenggut nyawa pengemudi ojek online (ojol) dalam aksi demonstrasi di…

Jumat, 29 Agustus 2025 - 16:10 WIB
BRI Life Dianugerahi Penghargaan Indonesia Best Life Insurance 2025
PT Asuransi BRI Life kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas inklusi keuangan di Indonesia melalui transformasi digital. Atas konsistensi dan inovasi yang dijalankan, BRI Life berhasil…

Jumat, 29 Agustus 2025 - 15:43 WIB
Qiscus Perkenalkan AgentLabs dan Inovasi Lainnya Dalam Ajang Tahunan Conversa 5.0
Qiscus, penyedia platform agentic customer engagement terdepan di Asia Tenggara, resmi memperkenalkan AgentLabs dan inovasi lainnya dalam ajang tahunan Conversa 5.0.
Komentar Berita