INDUSTRY.co.id -Jakarta-Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) mengatakan, melalui ajang silaturahmi halal bihalal diharapkan mampu menjadi semangat dan akan membekas untuk menuju tingkatan yang lebih tinggi yaitu halal bi halal kebangsaan.
Jimly menilai, kondisi kebangsaan sekarang ini telah amat bebas, apalagi dengan potensi yang dimiliki yakni keragaman etnis dan sejarah. Kendati kaya potensi tersebut, Jimly merasa khawatir bila kebebasannya tidak diawasi.
"Kebenaran di persepsi masing- masing kelompok itu yang menyebabkan kerancuan," tutur Jimly di Jakarta dalam siaran pres, Senin (14/8/2017).
Menurut Jimly, baru kini benar-benar dirasakan bahwa nilai sebuah demokrasi itu amat mahal. Terkait itu, ucap Jimly, agar demokrasi terlaksana secara baik maka penting menguasai sektor ekonomi yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat Indonesia.
"ICMI harus mempromosikan kebijakan yang dengan sengaja mewujudkan keadilan sosial bagi rakyat. Kalau etnisitas berkolaborasi dengan sumber daya manusia, itu tidak sehat," ucap Jimly.
Oleh sebab itu, Jimly mengajak agar ICMI dan organisasi lainnya memiliki kesadaran ekonomi dan mengambil perannya masing-masing untuk menuju penguatan tersebut."Karena kalau sudah masuk dunia politik, bisa lupa segalanya," ujar Jimly.
Hal lainnya dikemukakan Jimly adalah menyangkut arah gerakan ICMI yang hingga sekarang terus berpedoman kepada dua arah, yaitu ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta keimanan ketakwaan (imtak).