Waduh! Efisiensi Anggaran Pemerintah Bikin Penjualan Ekspor dan Domestik Furnitur Tersendat

Oleh : Ridwan | Jumat, 07 Maret 2025 - 13:15 WIB

Ketum HIMKI Abdul Sobur
Ketum HIMKI Abdul Sobur

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Industri furnitur Tanah Air turut merasakan dampak dari kebijakan efisiensi anggaran pemerintah di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. 

Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur mengatakan, kebijakan penghematan anggaran pemerintah akan menghambat potensi ekspansi pangsa pasar eskpor hingga berkurangnya belanja pemerintah atas produk industri.

Menurutnya, perluasan pangsa pasar mebel banyak bergantung pada fasilitas program pameran internasional yang diadakan oleh pemerintah. Pasalnya, biaya untuk mengadakan pameran di luar negeri membutuhkan dana yang tidak sedikit.

"Kita mau pameran di Dubai ada dukungan dari pemerintah, perindustrian dan perdagangan, itu pasti dibatalkan, padahal itu kan kita penting untuk nyasar emerging market, tahun ini pasti dibatalkan karena efisiensi," kata Sobur kepada wartawan di IFEX 2025, Jakarta (6/3).

Dirinya menyebut bahwa pameran internasional penting bagi industri mebel, khususnya yang belum mumpuni secara finansial. Sementara, industri mebel lainnya yang memiliki kemampuan finansial saat ini sudah berekspansi ke tujuan pasar non-tradisional seperti China, Timur Tengah, hingga India.

Padahal, Indonesia memiliki potensi diversifikasi bahan baku mebel yang membuat berbagai negara tertarik, seperti kayu jati, kayu-kayu eksotis, termasuk rotan, bambu, hingga kayu mahoni, serat untuk anyaman, rotan, dan lainnya.

Di samping itu, Sobur menuturkan efek dari pemangkasan anggaran pemerintahan dapat menekan kinerja penjualan industri mebel hingga 50% untuk domestik.

"Kita mungkin kalau tahun lalu hampir sama dengan ekspor ya ekuivalen misalnya di angka US$2 miliar katakanlah, pasti mengalami penurunan dalam negeri, ya bisa turun 50% mungkin kan belanja terbesarnya belanja pemerintah," tuturnya.
 
Penurunan penjualan tersebut disebabkan belanja pemerintah untuk fasilitas pendidikan seperti meja dan bangku sekolah hingga fasilitas kantor pemerintah. Menurut Sobur, potensi angka yang terserap untuk fasilitas tersebut mencapai US$20 miliar.

Pemangkasan anggaran juga dapat memengaruhi pertumbuhan industri mebel yang tumbuh di level 5-6% pada 2024. Kendati demikian, dia tak memberikan koreksi target pertumbuhan tahun ini.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi: Hanggar Maskapai Garuda Indonesia

Jumat, 28 Maret 2025 - 08:29 WIB

Serikat Karyawan Garuda Indonesia Sampaikan Sikap Internal Tetap Jamin Kelancaran Penerbangan di Lebaran

Sekretariat Bersama Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., yang terdiri dari Asosiasi Pilot Garuda (APG), Serikat Karyawan Garuda Indonesia (SEKARGA), dan Ikatan Awak Kabin Garuda…

Indibiz berangkatkan pelanggan setia dalam program mudik gratis bumn 2025.

Jumat, 28 Maret 2025 - 05:02 WIB

Indibiz Berangkatkan Pelanggan Setia dalam Program Mudik Gratis BUMN 2025

Indibiz kembali menghadirkan program mudik gratis bagi pelanggan setianya dalam rangka mendukung kelancaran perjalanan Lebaran 2025.

One Global Gallery

Kamis, 27 Maret 2025 - 22:35 WIB

Keren! Pasca Diakuisisi dari Crown Group, One Global Gallery Milik Iwan Sunito Catat Kinerja Gemilang

Setelah mengakuisisi dari Crown Group pada akhir tahun 2024 senilai Rp218 miliar, pusat perbelanjaan The Grand Eastlakes yang kini berganti nama menjadi One Global Galery menunjukan kinerja…

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengimbau seluruh pengelola destinasi wisata untuk mematuhi setiap aturan yang berlaku dan memenuhi semua perizinan tempat wisata, hal tersebut disampaikan saat _doorstop_ setelah mengunjungi Jakarta Aquarium & Safari, Kamis (27/3/2025).

Kamis, 27 Maret 2025 - 21:43 WIB

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Imbau Pengelola Destinasi Wisata Patuhi Aturan Perizinan

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengimbau seluruh pengelola destinasi wisata untuk mematuhi setiap aturan yang berlaku dan memenuhi semua perizinan pembangunan tempat wisata yang…

Under Secretary of State Kementerian Kesehatan Kamboja, HE Dr. Peas Muslim dan Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Dr. Santo Darmosumarto (ketiga dan kelima dari kiri), bersama jajaran direksi Dexa Group dan Dynamic Group Kamboja

Kamis, 27 Maret 2025 - 21:40 WIB

25 Tahun Dedikasi Dexa Medica untuk Kesehatan di Kamboja: Hadirkan Obat-obatan Berkualitas Tinggi

Sejak tahun 2000, Dexa Medica telah menjadi bagian penting dalam peningkatan layanan kesehatan di Kamboja. Saat ini, Dexa Medica telah menghadirkan lebih dari 100 SKU produk farmasi terdaftar…