INDUSTRY.co.id - Jakarta – Ninja Xpress terus memperkuat perannya dalam mendukung ekspansi UMKM Indonesia ke pasar internasional. Bersama Milieu Insight, perusahaan jasa pengiriman berbasis teknologi ini merilis laporan terbaru dalam Survei Suara UKM Negeri Vol. VI bertajuk “Dari Indonesia ke Asia Tenggara”.
Hasil studi ini mengungkap bahwa lebih dari 40% konsumen di Singapura dan Malaysia tertarik membeli produk asal Indonesia, membuka peluang besar bagi UMKM untuk memperluas jangkauan ekspor mereka.
Survei yang melibatkan lebih dari 1.200 responden di kawasan Asia Tenggara ini menunjukkan bahwa produk dari negara-negara tetangga, termasuk Indonesia, memiliki daya tarik tersendiri. Faktor utama yang menarik minat konsumen adalah keunikan produk (39%), kualitas craftsmanship (34%), serta nilai budaya dan keberlanjutan (31%).
Optimisme terhadap pertumbuhan ekspor UMKM juga didukung oleh data Kementerian Perdagangan yang menargetkan peningkatan ekspor UMKM sebesar 9,63% pada 2026 dengan nilai mencapai US$ 19,33 miliar, dan diproyeksikan terus meningkat hingga US$ 35,29 miliar pada 2029.
Andi Djoewarsa, Chief Marketing Officer Ninja Xpress, menegaskan pentingnya memahami preferensi pasar regional untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
“Asia Tenggara adalah pasar strategis bagi UMKM Indonesia. Melalui survei ini, kami ingin membantu pelaku usaha memahami tren dan kebutuhan pasar secara lebih mendalam agar mereka bisa mengembangkan strategi supply chain dan digital marketing yang lebih efektif.”
Untuk mendukung ekspansi UMKM, Ninja Xpress menghadirkan layanan Ninja Cross Border Delivery, solusi pengiriman antar negara yang mencakup pengurusan dokumen, pengemasan, hingga pengiriman langsung ke pelanggan. Layanan ini juga menawarkan fitur Cash on Delivery (COD) lintas negara, yang memberikan kemudahan bagi konsumen untuk melakukan pembayaran tunai saat barang tiba di tujuan.
Nirmal Kumar Karmani, CEO PT Fastrac Garda Indonesia, mengungkapkan bahwa Ninja Cross Border menjadi solusi logistik yang memudahkan UMKM dalam menjangkau konsumen di luar negeri tanpa harus menghadapi tantangan logistik yang kompleks.
“Banyak klien kami yang menggunakan model direct-to-customer dalam pengiriman produk ke Singapura dan Malaysia. Dengan jaringan kuat dan harga pengiriman yang kompetitif, Ninja Xpress menjadi pilihan utama bagi para pelaku UMKM,” jelasnya.
Kesuksesan UMKM dalam ekspor ke Asia Tenggara sudah mulai terlihat. Mohammad Buchari, pemilik Jakarta Coffee House, menceritakan bagaimana bisnis kopinya berhasil masuk ke Malaysia setelah pembeli dari negara tersebut datang langsung untuk menawarkan kerja sama.
“Minat terhadap kopi arabika lokal Indonesia sangat tinggi. Dengan strategi pemasaran yang tepat, UMKM bisa lebih mudah menembus pasar luar negeri,” katanya.
Sementara itu, Awan dari Beauty of Angel Store yang menjual produk suplemen dan bodycare ke Malaysia, menambahkan bahwa layanan Ninja Cross Border telah membantu mereka dalam ekspansi bisnis.
“Dengan sistem pengiriman langsung dan opsi pembayaran COD, kami bisa menjangkau lebih banyak pelanggan internasional,” ungkapnya.
Ninja Xpress terus berupaya menghadirkan solusi logistik yang inovatif untuk memberdayakan UMKM dalam negeri agar bisa bersaing di pasar global.
“Kami percaya setiap UMKM Indonesia memiliki potensi besar untuk sukses di pasar internasional. Dengan layanan Ninja Cross Border Delivery, kami berharap semakin banyak pelaku usaha lokal yang bisa memperluas pasar mereka hingga ke luar negeri,” tutup Andi Djoewarsa.