Mas Menteri Nadiem Diminta Serius! Legislator: Jangan Pindah Tugaskan Guru P3K Swasta ke Sekolah Negeri
Oleh : Nata Kesuma | Selasa, 27 Agustus 2024 - 10:04 WIB

Ilustrasi Guru Honorer (Photo by KlikPositif.com)
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Polemik mengenai guru PPPK Swasta yang harus dialihkan ke sekolah negeri tak kunjung selesai. Hal ini menyebabkan banyak sekolah swasta yang akhirnya kehilangan guru-guru berpengalaman. Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba Gah meminta Kemendikbudristek untuk segera mencari solusi atas masalah ini sehingga tidak terjadi diskriminasi antara sekolah negeri dan swasta.
“Banyak guru-guru swasta yang sudah mengajar puluhan tahun, sudah bagus, tapi tiba-tiba sekarang diambil ke sekolah negeri. Jadi sekolah swasta banyak yang kosong, kasihan. Terus anak-anak yang di sekolah swasta siapa yang mau ngajar? bagaimana pemerintah pusat untuk ambil satu kebijakan ketika guru-guru swasta itu sudah diangkat menjadi P3K biarkanlah mereka di sekolah asal,” jelas Anita Jacoba Gah usai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik bidang Pendidikan di Surabaya, Jawa Timur, Senin (26/8/2024).
Tak berhenti disitu, Anggota Komisi X DPR RI Zainuudin Maliki juga melihat masih ada celah yang dimiliki oleh Kemendikbudristek untuk bisa tetap membiarkan Guru PPPK untuk tetap bisa mengajar di sekolah swasta, walaupun peraturan mengenai PPPK telah diatur oleh Undang-Undang ASN.
“Kita sudah ngomong kepada mas menteri Nadiem makarim, kepada dirjen, untuk dicari jalan keluar ya. Jangan hanya kalau ditanya ‘kita ini terkunci oleh undang-undang ASN’. Carilah informasi atau langkah-langkah terobosan yang saya kira masih bisa dilakukan yaitu dengan (penerbitan SK) menempatkan guru PPPK di sekolah swasta. Jadi ASN yang menjalankan tugas negara meskipun tugasnya itu berada di swasta,” jelas Zainuddin.
Dari hasil kunjungan kerja spesfik ini, nantinya Komisi X DPR RI akan terus memperjuangkan guru PPPK untuk tetap bisa mengajar di sekolah swasta, dengan melakukan rapat-rapat dengan pemerintah pusat dan para mitra kerja Komisi X DPR RI.
Baca Juga
Haidar Alwi: Jangan Biarkan Duka Ojol Dipolitisasi, Waspadai Narasi…
Presiden Prabowo Sampaikan Bela Sungkawa atas Meninggalnya Affan…
24 Tokoh Sampaikan Amicus Curiae Terkait Uji Materi Pasal 2 Ayat…
Dukcapil Perkuat Regulasi dan Keamanan Data, Dorong Integrasi Menuju…
Mengapa Perusahaan di Indonesia Perlu Beralih ke Keamanan Workspace…
Industri Hari Ini

Jumat, 29 Agustus 2025 - 19:22 WIB
Ini Kulkas Jumbo Kapasitas Terbesar di ASEAN, Solusi Anti Drama Stok Makanan di Rumah
Hampir semua keluarga di Indonesia pasti pernah mengalami momen ini: kulkas sudah terasa penuh sesak saat tiba hari belanja bulanan. Kotak makan ditumpuk seadanya, botol minuman dipindah ke…

Jumat, 29 Agustus 2025 - 16:31 WIB
Perkuat Kemitraan di Indonesia, MBS Asia Fokus pada Pengembangan Pemimpin, Transformasi Digital, dan Visi 2045
Melbourne Business School Asia (MBS Asia), bagian regional dari Melbourne Business School, merayakan ulang tahun yang ke-10 sebagai wujud komitmen dalam mengembangkan pemimpin di kawasan Asia-Pasifik.…

Jumat, 29 Agustus 2025 - 16:10 WIB
BRI Life Dianugerahi Penghargaan Indonesia Best Life Insurance 2025
PT Asuransi BRI Life kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas inklusi keuangan di Indonesia melalui transformasi digital. Atas konsistensi dan inovasi yang dijalankan, BRI Life berhasil…

Jumat, 29 Agustus 2025 - 15:43 WIB
Qiscus Perkenalkan AgentLabs dan Inovasi Lainnya Dalam Ajang Tahunan Conversa 5.0
Qiscus, penyedia platform agentic customer engagement terdepan di Asia Tenggara, resmi memperkenalkan AgentLabs dan inovasi lainnya dalam ajang tahunan Conversa 5.0.

Jumat, 29 Agustus 2025 - 14:42 WIB
Solusi Perlindungan dan Keuangan untuk Nasabah Affluent, FWD Insurance Luncurkan FWD Essential Future
Ditengah ketidakpastian ekonomi dunia, perekonomian Indonesia masih berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,87% year-o-year (yoy) pada kuartal I-2025.
Komentar Berita