INDUSTRY.co.id - Jakarta - Tahun ini, MUFFEST+ mengadakan Seminar Trend Forecasting 2025/2026 bertema “STRIVE”. Fashion Trend Forcasting (FTF) yang berada di bawah koordinasi Research & Development IFC, setiap tahun merumuskan tren bidang fesyen.
Seminar ini menghadirkan narasumber Wedha Gita yang merupakan Akademisi sekaligus Praktisi Mode dan Member IFC, Rahayu Budi Handayani dari Universitas Ciputra Surabaya, dan Dina Midiani sebagai Team Trend Forecasting dan Advisory Board IFC yang menjadi moderator seminar ini.
Tren terkait dengan perubahan pola pikir yang kemudian terwujud dalam gaya hidup. Banyak hal yang mempengaruhi dan mendorong terjadinya perubahan ini, mulai dari sosial, politik, ekonomi, lingkungan dan inovasi di berbagai bidang.
Tema perkiraan tren tersebut mengeksplorasi bagaimana mode bertahan dari krisis global dan terus melangkah maju, beradaptasi, berinovasi, dalam menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Saat dunia bergulat dengan ketidakstabilan ekonomi, masalah lingkungan, dan pergeseran sosial, industri fesyen berada pada momen yang sangat penting untuk bergerak maju.
“STRIVE adalah tema besar prediksi tren fesyen 2025-2026, yang menandakan bahwa bahkan di masa krisis, industri fesyen tidak hanya dapat bertahan, tetapi juga berkembang. Dengan memprioritaskan keberlanjutan, inovasi, dan kemampuan beradaptasi, fesyen dapat tampil lebih kuat, lebih tangguh, dan siap memimpin di dunia pasca krisis,” papar Wedha Gita.
Perkiraan tren 2025-2026 dibagi dalam beberapa tema berdasarkan acuan tren, yaitu Indie Rebellion yang berciri individualitas, rebellion twist, statement details, dan contemporary edgy; Quiet Artistry yang berciri minimalis-artistik, estetika keberlanjutan, zen-meditatif, dan imperfection beauty; Hyperconnected Flux yang berciri fluidity, realitas virtual, wearable tech, dan inovatif; dan Neo Nostalgic yang berciri retro klasik, estetika nostalgia, eklektik, dan crafty artisanal.
Tema tren tersebut diaplikasikan dalam modest fashion karya Agnes Olivia, Agus Sunandar, Aldre, Dibya Hody, Emmy Thee, Erika Ardianto, NIRADA, Nuniek Mawardi, Novi Susanto, Ichwan Thoha, Irmasari Joedawinata, Raegita Zoro, Rengganis, Opie Ovie, Weda Githa, Yufie Kartaatmaja, dan Yuliana Wu.
Karya tersebut dipresentasikan pula dalam instalasi Trend Fashion Forecasting 2025/2026 di MUFFEST+ 2024 Road to IN2MF.
Rangkaian fashion show pada hari terakhir MUFFEST+ 2024 Road to IN2MF dibuka dengan parade karya dari DD X DModels Junior, Mutif, Aveto by Fitria Ali, Anjanisabila, Nisya by Fida Alkatiry, MDLY, L by LCB, SHI by Shireen, dan Zaskia Sungkar. Kemudian dilanjutkan dengan parade karya dari Level Up, Hafita, PT. Pegadaian Presents Wignyo, Valiable by Adelia Shavara, Fatco by Fathimah Alatas, At_Muflih, Li Scarf, Pelangi Asmara, dan Heaven Lights.
Exclusive Show kembali dihadirkan pada hari terakhir MUFFEST+ 2024 Road to IN2MF dengan tajuk Indonesian Fashion Chamber Presents BEENECA, brand fesyen yang berkomitmen untuk menghadirkan kualitas dan desain terbaik melalui lini bisnis koperasi Moda Beeneca di bawah naungan IFC.
Dengan kekuatan utama pada kualitas produk yang tahan lama, BEENECA menawarkan koleksi fesyen yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat urban. Mengusung konsep modern minimalis, setiap produk BEENECA tidak hanya menonjolkan estetika yang modern, tetapi juga peduli terhadap lingkungan.
Puncak perhelatan MUFFEST+ 2024 Road to IN2MF menghadirkan fashion show karya para desainer kenamaan Indonesia, yaitu Lisa Fitria x Lidya Agustin, Sofie, Syukriah Rusydi, Irmasari Joedawinata, Ivan Gunawan Prive, dan Kursienkarzai yang menyuguhkan koleksi modest fashion untuk perempuan.