INDUSTRY.co.id - Ho Chi Minh City, Viet Nam - Indonesia kembali berpartisipasi pada Viet Nam Medipharm Expo 2024 yang berlangsung pada hari Kamis sd Sabtu ( 1 sd. 3/08) di Ho Chi Minh City​.  Expo dimaksud diikuti oleh 2 (dua) asosiasi yaitu Asosiasi Produsen Alat Kesehatan (ASPAKI) dan Himpunan Pengembangan Ekosistem Alkes Indonesia (HIPELKI), serta 6 (enam) perusahaan alkes dan farmasi. 

Advertisement

Sementara itu, perusahaan Indonesia yang kali ini berpartisipasi adalah PT Sugih Instrumendo Abadi, PT Global Medipro Investama, PT Tetra Solusi Perdana, PT Rejeki Putra Putri Eliman, PT Oneject Indonesia dan PT Sanbe Farma Pharmaceutical Manufacturers.

Dalam kesempatan pembukaan pameran, ​Konjen RI HCMC Agustaviano Sofjan, menegaskan komitmen perwakilan RI di Viet Nam untuk fasilitasi dan mendukung tindak lanjut dari hasil penjajakan kerja sama saat pameran. ​

Advertisement

Selanjutnya, KBRI Hanoi dan KJRI HCMC telah mengkoordinasikan pertemuan terpisah bagi peserta Indonesia di sela-sela pameran dengan HCMC Medical Equipment AssociationMeditop dan Sante Hospital. Para peserta juga mengikuti kunjungan ke Hong Duc General Hospital yang diorganisir oleh panitia pameran.

Pertemuan dengan HCMC Medical Equipment Association diharapkan dapat menjalin kerja sama yang baik dengan ASPAKI dan HIPELKI dalam hal berbagi informasi mengenai peraturan terkait alkes, promosi dan penjajakan peluang masuk alkes Indonesia ke Viet Nam. Tindak lanjut berupa business matching online ataupun forum bisnis tengah dijajaki pelaksanaannya oleh kedua asosiasi alkes Indonesia dan Viet Nam.  

Advertisement

Kehadiran Indonesia untuk yang ke-4 kalinya dalam Expo dimaksud diharapkan dapat terus mendorong kolaborasi produk alkes dan peningkatan daya saing produk kesehatan Indonesia khususnya produk farmasi di masa depan. 

Beberapa peserta Indonesia telah mengikuti pameran Viet Nam Medipharm Expo baik yang dilangsungkan di Hanoi maupun Ho Chi Minh City sebelumnya. Ini menunjukkan pasar medis Viet Nam memiliki peluang besar untuk dapat dijajaki lebih lanjut. Mulai meningkatnya populasi usia lanjut, peningkatan standar hidup dan perhatian pada pola hidup sehat serta kebijakan Pemerintah yang mendukung investasi asing menjadi faktor semakin menariknya pasar medis Viet Nam.​  Saat ini pasar alat medis Viet Nam berada pada peringkat ke-8 se-  Asia Pasifik dengan nilai mencapai USD 1,67 miliar.

Advertisement