INDUSTRY.co.id - Malaka - Sekretaris Utama (Sestama) Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Joko Santoso didampingi Bupati Malaka Simon Nahak, meresmikan Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pembangunan gedung perpustakaan di kabupaten yang berbatasan dengan Timor Leste ini menggunakan dana alokasi fisik (DAK) subbidang perpustakaan daerah tahun anggaran 2023.

Sestama Joko menyatakan perpustakaan memiliki esensi, terkait dengan masa lalu dan masa depan. Menurutnya, perpustakaan sama halnya dengan tokoh mitologi Romawi, Janus. Dewa ini memiliki dua wajah yang masing-masing menghadap masa lalu dan menghadap masa depan. Perpustakaan terkait dengan masa lalu dan masa depan melalui koleksi yang dimilikinya.

“Ketika kita bicara perpustakaan, kita bicara tentang koleksi yang menggambarkan kekayaan kita, keragaman kita, berbagai macam budaya di masa lalu dan nilai kearifan lokal yang terus kita pelihara," kata Joko di Perpustakaan Daerah Kabupaten Malaka, Betun, Malaka, NTT (17/7/2024). 

Sestama Perpusnas mengapresiasi pemikiran Bupati Simon Nahak yang menilai gerakan literasi sebagai gerakan sosial. Perpustakaan, tegasnya, merupakan rumah terbuka bagi siapa saja dan ruang publik bagi siapa pun dalam beraktivitas dan memanfaatkan pengetahuan.

“Siapa pun boleh melakukan berbagai macam kegiatan terkait dengan budaya, kesejahteraan dan ekonomi, pembelajaran sepanjang hayat. Karena kebutuhan untuk memutakhirkan pengetahuan, keterampilan, dan kecakapan, tidak akan pernah berhenti,” ungkapnya.

Sestama Joko terkesan dengan tema gedung perpustakaan yakni merah putih. Menurutnya, hal ini melambangkan nasionalisme, patriotisme, dan semangat untuk merawat kebangsaan.

Terkait fasilitas layanan perpustakaan, dia mengapresiasi kehadiran ruang audiovisual. Hal ini baik untuk memfasilitasi generasi milenial dan generasi Z, yang secara demografi mendominasi masyarakat. 

Tahun ini, Perpusnas mengusung program bantuan buku bacaan bermutu. Program ini menyalurkan bantuan untuk 10 ribu perpustakaan desa dan taman bacaan masyarakat yang masing-masing menerima seribu buku. Dijelaskan bahwa di Kabupaten Malaka, ada delapan desa yang menerima bantuan ini.

“Kami berikan masing-masing seribu buku dan satu rak. Dan kami juga melatih tenaga pengelola agar ada upaya untuk terus memanfaatkan bacaan bermutu yang kami sasar untuk anak SD dan PAUD agar mereka mencintai membaca buku sejak dini, agar mereka menemukan cinta pertamanya kepada buku,” sebutnya.

Dia berharap agar masyarakat menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik yang terbuka bagi masyarakat. 

“Untuk bisa melatih keterampilan dan kecakapan, belajar kontekstual, mengatasi berbagai persoalan yang ada di lingkungan kita dan wahana pembelajaran sepanjang hayat,” tukasnya.

Sementara itu, Bupati Simon Nahak menjelaskan lokasi gedung perpustakaan merupakan titik nol Kabupaten Malaka. Sebelumnya, lokasi gedung perpustakaan merupakan kantor kecamatan. 

“Sekilas gambaran kenapa perpustakaan harus di sini. Karena berbicara tentang pendidikan, jantungnya ada pada perpustakaan,” tuturnya.

Kehadiran gedung perpustakaan dibutuhkan untuk menunjang peningkatan sumber daya manusia di kabupatennya. Bupati Malaka berharap masyarakat menjaga kebersihan perpustakaan tiga lantai tersebut. 

“Salah satu program unggulan kami adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Maka butuh fasilitas seperti ini. Sampai dengan ruang disabilitas juga kita sediakan. Jadi perpustakaan ini menerima semua orang untuk baca,” ujarnya.

Bupati Malaka juga mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap Kabupaten Malaka. Terlebih, Malaka merupakan kabupaten termuda di NTT. 

Selain pembangunan gedung perpustakaan, Kabupaten Malaka juga menerima DAK fisik subbidang perpustakaan daerah berupa bantuan sarana prasarana meliputi TIK, perabot, dan bahan pustaka.