BSI dan Al-Azhar Mesir Satukan Visi untuk Ekosistem Islam yang Berkelanjutan di BSI International Expo

Oleh : Wiyanto | Jumat, 21 Juni 2024 - 23:17 WIB

Dari ki-ka: Vice Grand Sheikh of University Al Azhar Cairo Mesir HE. Prof. Dr. Mohammed Abdel Rahman Al-Duweiny, Direktur Utama BSI Hery Gunardi, Komisaris Utama BSI Muliaman D. Hadad, dan Direktur Eksekutif BSI Maslahat Sukoriyanto Saputro saat setelah Seminar International "Collaborative Framework for Holistic Islamic Ecosystem" pada gelaran BSI International Expo di JCC Senayan Jakarta
Dari ki-ka: Vice Grand Sheikh of University Al Azhar Cairo Mesir HE. Prof. Dr. Mohammed Abdel Rahman Al-Duweiny, Direktur Utama BSI Hery Gunardi, Komisaris Utama BSI Muliaman D. Hadad, dan Direktur Eksekutif BSI Maslahat Sukoriyanto Saputro saat setelah Seminar International "Collaborative Framework for Holistic Islamic Ecosystem" pada gelaran BSI International Expo di JCC Senayan Jakarta

INDUSTRY.co.id-Jakarta — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pengembangan ekosistem Islam di sektor pendidikan melalui kolaborasi strategis dengan Al-Azhar Cairo Mesir.

Salah satu wujud komitmen tersebut adalah melalui penyelenggaraan seminar internasional yang disampaikan oleh HE. Prof. Dr. Mohammed Abdel Rahman Al-Duweiny, Vice Grand Sheikh of University Al Azhar Cairo, Mesir. Mengusung tema "Collaborative Framework for Holistic Islamic Ecosystem", seminar tersebut digelar dalam rangka BSI International Expo 2024 yang berlangsung Kamis (20/6). Seminar ini juga dihadiri oleh Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Cabang Indonesia TGB HM Zainul Majdi dan Komisaris Utama BSI Muliaman D. Hadad.

Dalam sambutannya, Direktur Utama BSI Hery Gunardi, menegaskan bahwa seminar ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman bersama tentang pentingnya kolaborasi dalam ekosistem Islam. Dengan menghadirkan pemikiran dari HE. Prof. Dr. Mohammed Abdel Rahman Al-Duweiny, BSI berharap dapat memperluas pemahaman tentang pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem Islam yang holistik dan tangguh.

“Harapannya melalui seminar ini dapat membangun jaringan dan komunitas kolaboratif antar berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem Islam termasuk sosial, ekonomi, pendidikan, dan budaya. Selain itu merumuskan kerangka kerja kolaboratif yang efektif untuk membangun ekosistem Islam yang kuat dan tangguh,” ujar Hery.

Menurut Hery, BSI berkomitmen untuk berperan aktif dalam memajukan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan. BSI, lanjut Hery, sangat sangat fokus dalam upayanya memajukan infrastruktur pendidikan di Indonesia. Hal ini sebagai perwujudan pemenuhan salah satu amanat UUD 1945 yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Perhatian kami dalam dunia pendidikan sangat erat kaitannya dengan mutu/kualitas kolaborasi yang akan dibangun antar seluruh lapisan/elemen instansi maupun individual. Dan pada kesempatan kali ini tentunya kita akan sangat diberi kemewahan untuk berkolaborasi dengan HE. Prof. Dr. Mohamed Abdel Rahman Al-Duweiny Vice Grand Sheikh Al – Azhar dalam berdiskusi dan membahas tema yang isinya juga tentang kolaborasi. Secara khusus untuk memajukan Holistic Islamic Ecosystem yang sangat erat kaitannya dengan hal-hal yang selalu BSI lakukan kepada Nasabah dan Stakeholder BSI,” papar Hery.

Hingga Mei 2024, BSI telah memberikan fasilitas pembiayaan pada sektor jasa pendidikan (baik pendidikan tinggi, dasar dan menengah) sebesar Rp4,61 triliun, dengan porsi sekitar 1,87% dari total pembiayaan yang disalurkan. Secara pertumbuhan angka tersebut meningkat 3,34 persen (year to date) sejak Desember 2023.

“Ini terus menjadi salah satu upaya kami dalam memajukan kehidupan bangsa melalui peningkatan infrastruktur pendidikan. Karena sama-sama kita ketahui bahwa pendidikan adalah hal yang krusial dalam meningkatkan SDM Indonesia, menjadi SDM yang handal dan berkualitas,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hery Gunardi juga memperkenalkan profil HE. Prof. Dr. Mohammed Abdel Rahman Al-Duweiny, yang menjabat sebagai Vice Grand Sheikh of University Al Azhar. Beliau bertanggung jawab atas urusan agama dan pendidikan di Mesir, mirip dengan peran Menteri Koordinator di Indonesia, dan mewakili Grand Sheikh dalam urusan Universitas Al Azhar dan Sekolah Al Azhar.

"Kami sangat beruntung bisa mendapatkan pandangan dan pengetahuan dari beliau dalam seminar ini," ujar Hery.

Dalam pemaparannya, HE. Prof. Dr. Mohammed Abdel Rahman Al-Duweiny menyampaikan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem Islam yang holistik. Menurutnya standar syariah tidak hanya terbatas pada apa yang halal dan haram dalam Islam saja. Lebih dari itu, Standar ini mencakup pemenuhan persyaratan keamanan pangan dan semua yang berbahaya bagi kesehatan manusia, termasuk dalam proses produksi, penyimpanan, dan distribusi hingga ke konsumen.

“Oleh karena itu, diperlukan adanya sinergi antara standar syariah dan teknis untuk menunjukkan bahwa syariah mencakup segalanya dan sekaligus mengangkat pentingnya standar teknis ilmiah,” ujar Prof. Dr. Al-Duweiny.

Dirinya juga menyampaikan bila industri halal sebagai pasar yang menjanjikan dapat berkontribusi secara signifikan dalam mencapai keberlanjutan ekonomi. Apalagi keberlanjutan ekonomi sejalan dengan standar dan industri halal, yaitu untuk mencapai pembangunan ekonomi dengan memanfaatkan sumber daya alam dan lingkungan secara bijaksana yang ada saat ini, tanpa mengurangi hak generasi mendatang dalam Pembangunan. Artinya, ajaran Islam menghindarkan masyarakat dari banyak masalah, karena nilai-nilai dan etika Islam adalah jaminan nyata untuk membangun Masyarakat yang stabil secara ekonomi, maju dalam peradaban, dan berintegritas moral.

Prof. Dr. Al-Duweiny menyampaikan di tengah kondisi dunia saat ini yang mengalami banyak tantangan ekonomi yang mempengaruhi stabilitas sosial dan kesejahteraan Masyarakat, industry halal dapat memainkan peran penting dalam mengatasi masalah-masalah ini dengan beberapa cara antara lain mendorong investasi berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas produk dengan ketat, apalagi produk-produk yang dihasilkan oleh industri halal memiliki kualitas yang lebih baik, lebih aman, dan lebih sehat bagi konsumen. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas pasar bagi produk halal.

“Selanjutnya adalah meningkatkan keadilan ekonomi, dengan mengikuti prinsip-prinsip syariah, industri halal memastikan bahwa transaksi ekonomi dilakukan secara adil dan transparan, yang akan mengurangi ketidaksetaraan dan meningkatkan keadilan sosial. Terakhir adalah mendorong inovasi. Industri halal dapat mendorong inovasi dalam berbagai bidang, termasuk teknologi, kesehatan, dan pendidikan, yang akan membantu menciptakan solusi baru untuk tantangan ekonomi dan sosial,” tutupnya.

Seminar Internasional tentang “Collaborative Framework for Holistic Islamic Ecosystem” dihadiri setidaknya 300 peserta dari berbagai latar belakang. Dengan dukungan dan keterlibatan yang luas, BSI optimis seminar ini dapat memberikan manfaat yang signifikan terhadap ekosistem Islam di dunia pendidikan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Peluncuran eCanter di ajang GIIAS 2024 (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Rabu, 17 Juli 2024 - 19:45 WIB

Mitsubishi Fuso Luncurkan eCanter di Ajang GIIAS 2024, Sematkan Segudang Fitur Mutakhir

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) secara resmi meluncurkan truk listrik, eCanter di pasar Indonesia di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024. Indonesia menjadi…

(ki-ka) Dida Gardera Deputi II Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Perekonomian, Nasrullah Dirjen PKH Kementerian Pertanian, Budi Sulistyo Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Arya Seta Managing Director PT Napindo Media Ashatama secara resmi membuka penyelenggaraan pameran dan forum internasional Indo Livestock dan Indo Feed ke-17, Indo Fisheries ke-14, Indo Dairy ke-15, Indo Agrotech ke-3, dan Indo Vet ke-4 di JCC Senayan

Rabu, 17 Juli 2024 - 19:07 WIB

Indo Livestock dan Indo Fisheries 2024 Expo dan Forum Resmi Dibuka

PT Napindo Media Ashatama (Napindo) dengan bangga mengumumkan penyelenggaraan pameran dan forum internasional Indo Livestock dan Indo Feed ke-17, Indo Fisheries ke-14, Indo Dairy ke-15, Indo…

CEO NeutraDC, Andreuw Th.A.F (kedua dari kiri) saat menjadi panelis dalam perhelatan forum internasional, Batam Interconnect World 2024 yang digelar di Marriot Batam Harbour Bay

Rabu, 17 Juli 2024 - 18:54 WIB

NeutraDC Ungkap Potensi Ekonomi Digital Batam di Forum Internasional SIJORI

Sebagai wujud komitmen perusahaan dalam pembangunan berkelanjutan, NeutraDC sebagai anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) serta NeutraDC-Nxera Batam turut berpartisipasi aktif…

Direktur Group Business Development Telkom Indonesia, Honesti Basyir (ketiga dari kiri) dan Direktur Utama Finnet, Rakhmad Tunggal Afifuddin (ketiga dari kanan, topi hitam) saat melakukan pelepasan tukik di pantai Nusa Dua, Bali beberapa waktu lalu

Rabu, 17 Juli 2024 - 18:47 WIB

Finnet Perkuat Komitmen ESG Lewat Pelepasan Tukik di Pantai Nusa Dua Bali

Sebagai langkah konkret memperkuat komitmen terhadap praktik Environmental, Social, and Governance (ESG), Group Business Development (GBD) Telkom Indonesia bersama anak perusahan, Finnet, melepas…

LLumar

Rabu, 17 Juli 2024 - 17:48 WIB

Sponsori GIIAS 2024, JKIND Kenalkan Produk Unggulan Terbaru Bagi Pencinta Otomotif Tanah Air

PT Jaya Kreasi Indonesia (JKIND), penyedia kaca film dan paint protection film (PPF) terkemuka yang berpengalaman lebih dari 40 tahun dan memiliki lebih dari 100 jaringan authorized dealer di…