Ekspor ke Pasar Global Tumbuh, LPEI Tingkatkan Daya Saing Eksportir Jawa Timur

Oleh : Hariyanto | Selasa, 11 Juni 2024 - 15:57 WIB

LPEI Export Forum 2024
LPEI Export Forum 2024

INDUSTRY.co.id - Surabaya – Pesatnya pertumbuhan ekonomi dan nilai ekspor Jawa Timur menempatkan provinsi ini dalam posisi strategis bagi perekonomian nasional. Jawa Timur berkontribusi sebesar 14,46% terhadap PDB Indonesia dan memberikan sumbangsih sebesar 25,07% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Pulau Jawa.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang meyakinkan sebesar 4,81% (YoY) pada Triwulan 1-2024. Nilai ekspor Jawa Timur pada Maret 2024 mengalami peningkatan sebesar 39,10% dibandingkan Februari 2024, dengan total nilai mencapai USD 2,51 miliar.

Nilai strategis Jawa Timur mendorong Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menyelenggarakan pertemuan eksportir Jawa Timur dalam acara "LPEI Export Forum 2024" di Surabaya pada Selasa (5/6/2024). 

Forum dengan tema “Bedah Pasar Ekspor Produk Unggulan Jawa Timur” ini diselenggarakan LPEI bekerja sama dengan DJPPR Kementerian Keuangan, Bea Cukai Jawa Timur, dan Disperindag Provinsi Jawa Timur.

“Jawa Timur saat ini memiliki lebih dari 2.500 eksportir yang memasarkan produknya ke 200 negara, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Swiss, Singapura dan Tiongkok. Angka kontribusi ini tentu hasil kolaborasi solid antara kementerian, lembaga, pelaku usaha, serta seluruh elemen ekosistem ekspor Jawa Timur,” kata Chief of Region LPEI, Anton Herdianto.

LPEI Export Forum mendiskusikan berbagai isu terkait ekspor, dengan fokus pada perkembangan dan prospek ekspor Jawa Timur ke depan, serta paparan program pemerintah dan produk LPEI untuk mendukung para eksportir, termasuk program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) seperti PKE Trade Finance, PKE Kawasan, serta PKE Farmasi dan Alat Kesehatan. 

Kepala Dinas Perindustrian & Perdagangan Jawa Timur, Dr. Iwan, S.Hut., MM , menjelaskan Jawa Timur memiliki potensi luar biasa di berbagai sektor, terutama pertanian, perkebunan, dan perikanan. Selama ini, pasar ekspor Jawa Timur utama adalah Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang, namun masih banyak peluang ekspor di negara-negara lain. 

Untuk itu, diperlukan sinergi bersama antara pemerintah, pelaku usaha dan mitra strategis ekspor lainnya untuk menjadikan Jawa Timur sebagai pusat ekspor komoditas unggulan di mancanegara.

“Peningkatan ekspor merupakan kunci untuk mendorong perekonomian. Jawa Timur adalah provinsi kedua dengan nilai ekspor terbesar di Indonesia setelah Jawa Barat. Ekspor komoditas unggulan membantu pelaku usaha untuk tumbuh, meningkatkan pendapatan daerah, menghasilkan devisa bagi negara, serta memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu pilar ekonomi nasional,” tambah Iwan.

“LPEI hadir untuk memberikan dukungan kepada eksportir dalam bentuk pembiayaan, penjaminan, asuransi, dan jasa konsultasi. Upaya kami adalah secara proaktif menjemput bola untuk memberikan solusi yang tepat dan memenuhi harapan para eksportir.” kata Anton Herdianto

Dalam forum ini, para peserta dibekali dengan berbagai edukasi dan informasi mengenai fasilitas dan dukungan dari LPEI dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ini mencakup program pelatihan dan pengembangan kapasitas, tren dan peluang perluasan akses pasar, serta akses fasilitas pembiayaan untuk membantu para eksportir meningkatkan kapasitas bisnisnya. 

Market Intelligence & Leads Management Chief Specialist LPEI, Rini Satriani, memberikan pandangan bahwa pertumbuhan ekspor Jawa Timur diperkirakan tetap stabil hingga 2025 mendatang. Melemahnya ekspor ke negara-negara tradisional seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok, terkompensasi oleh kenaikan ekspor ke Asia Tenggara dan Timur Tengah.

“Beberapa negara dengan tren ekonomi yang baik membutuhkan produk-produk ekspor dari Jawa Timur yang sebelumnya mereka beli dari negara lain. Peningkatan akses pasar menjadi kunci, dan business matching dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan transaksi ekspor dari Jawa Timur,” jelas Rini. 

Sebanyak 18 perusahaan dari berbagai sektor, seperti industri pengolahan kayu, pengolahan perikanan, industri makanan, pengolahan minyak kelapa, dan industri kopi, hadir sebagai tamu undangan dalam acara ini. Format forum ini memberikan nilai tambah bagi eksportir melalui pemaparan, yang dilanjutkan dengan sesi 1-on-1 antara eksportir dan LPEI untuk mengeksplorasi berbagai peluang kerja sama.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

(kiri-kanan). Penandatangan kerjasama dilakukan oleh Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna (dua dari kiri), Direktur Sales PT Telekomunikasi Selular Adiwinahyu Basuki Sigit, Direktur PT Pertamedika Bali Hospital Mochamad Sonny Irawan, Direktur PT Adi Sarana Armada Tbk dan PT Adi Sarana Transportasi Jerry Fandy Tunjungan (paling kanan)

Jumat, 21 Juni 2024 - 23:36 WIB

Perkuat Ekosistem Halal, BSI Gandeng Mitra Strategis

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan ekosistem halal di Indonesia.

Dari ki-ka: Vice Grand Sheikh of University Al Azhar Cairo Mesir HE. Prof. Dr. Mohammed Abdel Rahman Al-Duweiny, Direktur Utama BSI Hery Gunardi, Komisaris Utama BSI Muliaman D. Hadad, dan Direktur Eksekutif BSI Maslahat Sukoriyanto Saputro saat setelah Seminar International "Collaborative Framework for Holistic Islamic Ecosystem" pada gelaran BSI International Expo di JCC Senayan Jakarta

Jumat, 21 Juni 2024 - 23:17 WIB

BSI dan Al-Azhar Mesir Satukan Visi untuk Ekosistem Islam yang Berkelanjutan di BSI International Expo

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pengembangan ekosistem Islam di sektor pendidikan melalui kolaborasi strategis dengan Al-Azhar Cairo Mesir.

Membaca nyaring untuk bangun kegemaran anak sejak dini.

Jumat, 21 Juni 2024 - 22:44 WIB

Bangun Kegemaran Membaca Anak Sejak Dini Dengan Membaca Nyaring

Orang tua sebagai model pertama bagi anak-anak dapat mendorong mereka untuk membaca dengan cara yang menyenangkan dan membangun minat terhadap literasi sejak dini lewat membaca nyaring.

BRI masuk 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara yang dinilai berdasarkan revenue, profit dan aset.

Jumat, 21 Juni 2024 - 22:23 WIB

Kembali Torehkan Prestasi Elite, BRI Jadi Institusi Keuangan No.1 di Indonesia dan Peringkat 4 di Asia Tenggara Dalam Daftar Fortune Southeast Asia 500

Media ekonomi terkemuka dunia, Fortune pada hari Selasa (18/06) mengumumkan daftar Fortune Southeast Asia 500 untuk pertama kalinya. Daftar ini berisikan 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara…

Panandatanganan MoU Sarana Jaya dengan KONI

Jumat, 21 Juni 2024 - 19:15 WIB

Sarana Jaya - KONI Teken MoU Dukung Para Atlet Menuju PON XXI/2024 Aceh - Sumut

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bersama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang perekrutan atlet berprestasi peraih…