Apakah Indonesia Siap Hadapi Lonjakan Inklusi Keuangan? Ini Penjelasan Ahli Teknologi 1datapipe yang Patut Disimak

Oleh : Kormen Barus | Kamis, 23 Mei 2024 - 10:57 WIB

Herrias Yusmawan, Country Manager 1datapipe
Herrias Yusmawan, Country Manager 1datapipe

INDUSTRY.co.id, Jakarta -  Ukuran pasar yang besar, tren digitalisasi yang pesat, peraturan pemerintah yang mendukung, serta letak geografinya yang strategis menjadikan Indonesia salah satu satu negara berkembang paling menarik yang siap menghadapi lonjakan inklusi keuangan.

Teknologi analitik dan solusi penilaian berbasis AI dari 1datapipe berada dalam posisi strategis untuk menjembatani kesenjangan tersebut, menghubungkan masyarakat Indonesia yang kurang terlayani oleh bank dengan produk dan layanan keuangan penting yang mereka perlukan untuk mencapai kesejahteraan.

Menurut Carey Anderson, CEO 1datapipe, model risiko kredit tradisional seringkali terbukti tidak memadai dalam mengevaluasi kelayakan kredit. Menjelajahi medan layanan keuangan yang rumit membutuhkan pemahaman mendalam terkait perkembangan keuangan nasabah. Tanpa ada kemampuan melihat sudut pandang pelanggan secara 360 derajat yang komprehensif, termasuk identitas asli nasabah, keterjangkauan, stabilitas pendapatan, serta perilaku pembayaran pelanggan, bisnis akan menghadapi risiko yang dapat menghambat keberhasilan dan pertumbuhan mereka.

“Kemunculan AI telah mengantarkan industri keuangan pada sebuah era transformatif. Solusi analitik pelanggan berbasis AI memberikan pemahaman yang lebih akurat dan menyeluruh terkait perilaku pelanggan, lebih dari sekadar pemrosesan data dasar. Teknologi ini menyajikan informasi sesuai dengan kondisi, mendeteksi perubahan halus dalam sentimen pelanggan, mengenali tren yang muncul, dan memprediksi perilaku pelanggan di masa depan,” ujarnya.

Anderson menyoroti satu hal penting bahwa rangkaian lengkap solusi analitik pelanggan berbasis AI, yang menampilkan skor inklusi keuangan pertama (Financial Inclusion Score) di dunia, memberikan tampilan menyeluruh 360 derajat pada perjalanan pelanggan yang lengkap dalam satu API (Application Programming Interface) dalam waktu singkat. Hal ini memberdayakan bisnis untuk menavigasi seluk-beluk analitik pelanggan dengan percaya diri dan presisi.

“Solusi analitik kami dapat mengidentifikasi individu-individu dengan visibilitas terbatas di biro kredit, mengungkapkan demografi yang aman secara finansial yang memenuhi syarat untuk memperluas akses terhadap produk keuangan. Teknologi ini membuka wawasan yang mendalam mengenai resolusi identitas, mitigasi penipuan, stabilitas pendapatan, keterjangkauan, penilaian risiko kredit, perilaku pembayaran, tren gaya hidup, dan inklusi keuangan. Kami membentuk kembali narasi keuangan Indonesia, memastikan pengambilan keputusan yang tepat, memitigasi risiko, dan memberdayakan setiap individu menuju inklusi keuangan yang lebih besar.”

Herrias Yusmawan, yang baru-baru ini ditunjuk sebagai Country Manager 1datapipe untuk Indonesia, menuturkan bahwa perusahaan teknologi analitik dan penilaian berbasis AI menganggap Indonesia menarik karena beberapa alasan yang kuat.

“Pertama, potensi pasar yang ekplosif. Indonesia memiliki populasi yang sangat besar dan kelas menengah yang berkembang pesat, sehingga menciptakan pasar luas yang sangat butuh akan layanan keuangan mutakhir seperti penilaian kredit berbasis AI, deteksi penipuan, dan analisis keuangan tingkat lanjut.”

Alasan kedua, tambahnya, seiring dengan kemajuan Indonesia sebagai negara berkembang, Indonesia mulai merangkul revolusi digital dan mengadopsi solusi berbasis teknologi. Hal ini menciptakan lingkungan sempurna bagi perusahaan teknologi analitik untuk menawarkan produk dan layanan AI inovatif yang dirancang khusus untuk pasar yang dinamis ini.

“Memberdayakan inklusi keuangan adalah satu alasan lainnya. Indonesia saat ini secara aktif mengupayakan inklusi keuangan, yang bertujuan membantu lebih banyak individu mengakses sistem keuangan formal. Hal ini menghadirkan peluang emas bagi perusahaan teknologi analitik spesialis AI untuk berkolaborasi dengan institusi keuangan dan badan pemerintah, memberikan solusi AI inovatif untuk menilai kelayakan kredit dan memperluas jangkauan layanan keuangan.”

Meskipun Indonesia telah menjadi tuan rumah bagi beberapa pemain analisis dan penilaian AI, masih terdapat kesempatan besar bagi pendatang baru untuk mengembangkan pasar mereka, terutama dengan berfokus pada solusi analisis AI khusus yang membedakan mereka di pasar.

“Ini menavigasi lanskap kompetitif yang dinamis,” ungkapnya.

Berada dalam posisi strategis di Asia Tenggara, Indonesia berperan sebagai pintu gerbang penting menuju pasar regional yang lebih luas. Perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang teknologi analitik dan penilaian AI dapat memanfaatkan keunggulan strategis ini untuk memperluas solusi berbasis AI mereka di kawasan ASEAN, sehingga membuka banyak peluang dan menjalin kemitraan AI yang berdampak.

“Potensi pasar Indonesia yang luas, transformasi digital yang pesat, lingkungan peraturan yang mendukung, dan posisi strategis menjadikan Indonesia sebagai tujuan yang menarik bagi perusahaan teknologi analitik dan penilaian AI yang ingin memanfaatkan potensi mereka di salah satu lanskap bisnis berbasis AI yang paling dinamis dan menjanjikan di dunia,” pungkas Herrias.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

TPA Bantargebang

Kamis, 13 Juni 2024 - 16:12 WIB

Peduli Lingkungan, Perusahaan Harus Mulai Menerapkan Sistem Zero Waste to Landfill

Tingkat kesadaran masyarakat Indonesia akan permasalahan sampah saat ini dinilai masih butuh perhatian. Hal ini terlihat dari data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) – Kementerian…

Musim Mas Berikan Dana Dukungan Sebesar 1 Miliar Rupiah untuk PON XXI

Kamis, 13 Juni 2024 - 15:53 WIB

Musim Mas Berikan Dana Dukungan Sebesar 1 Miliar Rupiah untuk PON XXI Aceh-Sumut 2024

Musim Mas menunjukkan komitmennya untuk menyukseskan acara Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 dengan memberikan dana dukungan sebesar Rp 1 Miliar.

Karyawan di anak usaha Telkom

Kamis, 13 Juni 2024 - 15:48 WIB

Catat Pertumbuhan Laba Bersih 30%, Infomedia Kembangkan Teknologi 3A untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), PT Infomedia Nusantara (Infomedia) berhasil membukukan laba bersih sebesar 217% atau tumbuh 30% di sepanjang tahun 2023. Selain itu, revenue…

Hery Gunardi, Direktur Utama Bank Syariah Indonesia

Kamis, 13 Juni 2024 - 15:13 WIB

BSI Cairkan Dividen Tunai Rp855,56 Miliar 20 Juni 2024

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) akan melakukan pembayaran dividen tunai pada 20 Juni 2024 menyusul keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BSI yang menetapkan akan memberikan…

Talenta BRI

Kamis, 13 Juni 2024 - 14:45 WIB

BRI Kembali Buka 3 Program Rekrutmen Pekerja

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan yang didukung oleh Human Capital yang unggul. Wujud komitmen ini salah satunya terlihat dari…