INDUSTRY.co.id , Jakarta - PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) berencana kengembangkan kawasan hunian yang berbasis Transit Oriented Development (TOD) di sekitar stasiun Light Rail Transit (LRT). Saat ini MTLA sudah memiliki landbank di dua lokasi yang akan dilewati LRT Jabodetabek.

Salah satunya adalah landbank seluas 3.500 meter persegi (m2) di kawasan MT Haryono Jakarta yangberada di dekat dengan salah stasiun LRT yang tengah dibangun saat ini.

Lahan tersebut juga berdekatan dengan proyek TOD yang dikembangkan Wika Realty dan Adhi Karya. Selanjutnya, MLTA memiliki lahan di Bekasi yang sudah dibangun dan berpotensi dikembangkan menjadi kawasan TOD.

Namun, MTLA belum menentukan proyek apa yang akan dikembangkan di dua lokasi tersebut lantaran design belum rampung. "Kami masih dalam tahap diskusi untuk penentuan polanya," kata Olivia Surodjo, Direktur Keuangan MTLA, Selasa (1/8/2017).

Untuk pengembangan lahan di Bekasi tersebut, Metropolitand Land akan bekerja sama dengan perusahaan BUMN. Sebelumnya, perusahaan ini sempat melakukan nota kesepahaman untuk kerjasama dengan Adhi Karya karena semula proyek LRT direncanakan akan dibaiayai BUMN dan pengerjaannya diserahkan ke perusahaan pelat merah tersebut.

Namun, seiring berjalan waktu, skema pendanaan LRT berubah karena keterbatasan dana APBN. Investasi pembangunan proyek tersebut kemudian diserahkan ke PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan ADHI hanya sebagai kontraktor. "Jadi sementara kami bukan dengan Adhi (kerja sama)," kata Olivia.

Untuk sementara ini, Metropolitand Land belum mengincar pengembangan TOD di titik-titik lain yang ingin ditenderkan pemerintah.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan akan menggandeng swasta dalam pengembangan TOD di sekitar stasiun LRT Jabodetbek. Kerja sama ini ditawarkan ke swasta agar pendanaan proyek LRT lebih efisien.

Saat ini, Pemerintah tengah menyusun petunjuk teknis terkait lelang tersebut. Diperkirakan ada sekitar 50 ha luas lahan TOD LRT yang siap dikembangkan.