Tren Ramadan 2024: Sektor FMCG Bukukan Nilai Penjualan Rp 6,4 Triliun

Oleh : Hariyanto | Rabu, 15 Mei 2024 - 11:31 WIB

Ilustrasi FMCG E-commerce
Ilustrasi FMCG E-commerce

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Riset produk-produk FMCG se-indonesia sepanjang Ramadan 2024 yang dilakukan Compas.co.id mencatat, pada periode riset 13 Maret - 9 Mei 2024 ditemukan bahwa nilai penjualan (sales value) sektor FMCG mencapai Rp 6,4 triliun, dengan jumlah produk terjual (sales quantity) sebanyak 170,8 juta buah. 

“Menggunakan metode crawling yang merekam seluruh aktivitas penjualan di seluruh toko Shopee, Tokopedia dan Blibli, kami menemukan secara nilai penjualan FMCG meningkat 12,2% jika dibandingkan dengan 1 bulan full di periode Februari 2024. Dimana pada bulan tersebut nilai penjualan sektor FMCG mencapai Rp 5,7 triliun. Menariknya jika dilihat berdasarkan peningkatan jumlah produk terjual, kategori makanan & minuman mengalami peningkatan yang signifikan, mencapai 50,8%,” terang Narendrata selaku CEO & Co-founder Compas.co.id di Jakarta, Rabu (15/5/2024). 

Menilik lebih detail penjelasan Narendrata, peningkatan tersebut terefleksi dari jumlah produk terjual di kategori F&B pada periode Ramadan 2024 yang mencapai 60,3 juta produk,  cukup kontras jika dibandingkan pada periode Februari 2024 yang hanya mencapai 39,9 juta produk. 

Adapun pertumbuhan jumlah produk terjual terbesar, disumbangkan oleh sub kategori biskuit & kue kering yang mencapai 4,3 juta produk terjual, meningkat 224,4% jika dibandingkan penjualan pada bulan Februari 2024 yang hanya mencapai 1,3 juta produk. Kemudian keripik dan kerupuk yang mencapai 3,3 juta produk terjual, meningkat 46,9% jika dibandingkan Februari 2024 yang hanya mencapai 2,2 juta produk. 

Produk lainnya yang mengalami peningkatan, bahkan melonjak cukup tajam adalah buah-buahan, dimana jumlah produk terjualnya meningkat 156% dari 911 ribu produk pada Februari 2024, melambung ke angka 2,3 juta produk pada Ramadan 2024.

“Kami kembali membedah jenis produk seperti apa yang paling diminati dari ketiga sub kategori tersebut melalui fitur Top Product Listing. Hasilnya, pada sub kategori biskuit ditemukan produk wafer menjadi yang paling diminati, dimana kami menganalisa akan menjadi suguhan jelang Lebaran," kata Narendra. 

"Hal menarik lainnya kami temui dari sub kategori keripik dan kerupuk, produk makaroni dan bakso goreng (basreng) menjadi produk yang paling diminati, sementara dari sub kategori buah didominasi oleh Kurma. Jika melihat kembali melihat fenomena Ramadan 2024, besar kemungkinan peningkatan kedua ragam makanan yang seringkali dikonsumsi pada saat berbuka puasa ini merupakan dampak dari tren War takjil lalu,” ungkapnya.

Tidak main-main, jumlah produk Kurma yang terjual pada Ramadan 2024 meningkat sebesar 459% dibandingkan Februari 2024. Dimana pada bulan suci mampu memperoleh 1,5 juta produk terjual, sementara pada Februari 2024 hanya mencapai 273 ribu produk. 

Kategori lainnya yang mengalami pertumbuhan adalahi perawatan & kecantikan, yang tumbuh 9,7% ke angka 77,6 juta produk terjual, dibandingkan bulan Februari hanya mencapai 70,7 juta produk. Pada kategori ibu & bayi juga tumbuh tipis 8,3% ke angka 10,5 juta, setelah pada Februari 2024 mampu menjual produk sebanyak 9,7 juta buah.

Lain halnya dengan kategori kesehatan, menjadi satu-satunya kategori di FMCG yang mengalami penurunan tipis 1,9% dari 22,7 juta produk terjual pada Februari 2024, menjadi 22,3 juta produk terjual. Berdasarkan analisa Compas.co.id, tren penurunan ini bukan pengaruh dari tren pada bulan Ramadan, melainkan penurunan sudah terjadi secara konsisten pasca pandemi.

Memperkaya perspektif riset, Compas.co.id turut mengumpulkan informasi berdasarkan nilai penjualannya, dimana kategori perawatan & kecantikan berhasil mendapatkan nilai penjualan terbesar, yaitu senilai Rp 2,9 triliun, kemudian disusul oleh kategori makanan dan minuman senilai Rp 1,8 triliun, kesehatan Rp 1,01 triliun dan ibu & bayi Rp 642,9 miliar. 

Ramadan 2024 VS Ramadan 2023

Nilai Penjualan sektor FMCG di E-commerce mencapai Rp 6,4 triliun, dengan jumlah produk terjual sebanyak 170,7 juta produk. Angka ini meningkat 25,4% jika dibandingkan bulan Ramadan di tahun 2023 yang hanya mencapai Rp 5,1 triliun. 

Menurut Narendrata jika dibandingkan dengan tren pada bulan Ramadan tahun lalu tidak mengalami perubahan signifikan. Dimana pada tahun 2023 di sektor FMCG, kategori perawatan dan kecantikan juga menjadi kategori yang paling laris, diikuti oleh makanan & minuman, kesehatan dan ibu & bayi.

“Melihat tren kategori perawatan kecantikan yang mendominasi, diiringi juga dengan peningkatan signifikan dari kategori makanan & minuman yang terlihat konsisten dari tahun lalu, ada kemungkinan akan kembali terjadi di tahun depan. Kami berharap dengan informasi ini, Top Brand FMCG akan lebih siap untuk merancang campaign di Ramadan 2025 mendatang,” ucap Narendrata. 

Adapun terdapat pertumbuhan pada 3 kategori jika dilihat dari jumlah produk terjual, dimana perawatan dan kecantikan mampu tumbuh 5,7% dari 73,4 juta produk terjual pada Ramadan 2023, pada Ramadan tahun 2024 berhasil mencapai 77,6 juta. Selanjutnya pada kategori ibu dan bayi mampu tumbuh 26,9%, dimana pada tahun 2023 mencatatkan 8,3 juta produk terjual dan pada tahun 2024 mampu mencapai 10,5 juta produk terjual. Pertumbuhan tertinggi dicatatkan oleh kategori makanan dan minuman yang berhasil tumbuh 27% dari 47,5 juta produk di tahun 2023 menjadi 60,3 juta produk di tahun 2024.

Lain halnya dengan kategori kesehatan, dimana pada sektor FMCG menjadi satu-satunya kategori yang mencatatkan penurunan dibanding Ramadan tahun 2023. Dimana pada saat itu jumlah produk terjualnya mencapai 27,7 juta produk terjual, namun di tahun 2024 hanya mencapai 22,3 juta produk terjual.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kiri ke kanan: ignasius arrie setiawan, komisaris, melly elita, direktur, tjia tjhin hwa komisaris, kiki sadrach dirut

Kamis, 13 Juni 2024 - 17:29 WIB

Top! KKES Ekspansi ke Timur Indonesia, Targetkan Pertumbuhan Penjualan di Atas 11% dan Laba di Atas 14% pada 2024

Jakarta– PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) distributor dan importir bahan kimia maupun bahan baku untuk pertanian dan industri baru saja melaksanakan RUPST & paparan publik. Dalam kegiatan…

Kika: Warit Jintanawan, Direktur PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (kedua dari kiri). Budyanto Totong, Founder dan Dirut PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (tengah) Andy Totong, Direktur Utama Mitra10 (kedua dari kanan)

Kamis, 13 Juni 2024 - 17:05 WIB

Perkuat Pasar di Jawa Barat, Mitra10 & Atria Ekspansi ke Sawangan Depok

Depok– Mitra10 memperkuat penetrasi pasar ritel modern bahan bangunan dan pelengkapan rumah, bersama dengan Atria yang menguasai pasar ritel modern furnitur dan matras, membuka flagship store…

Jajaran direksi PT Mora Telematika Indonesia Tbk.

Kamis, 13 Juni 2024 - 16:55 WIB

Absen Tebar Deviden, Moratelindo Bakal Gencar Ekspansi Jaringan Telekomunikasi

PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo menetapkan untuk menggunakan laba bersih senilai Rp678,17 miliar sebagai laba ditahan. Kemudian, sisanya, laba bersih yang senilai Rp1…

TPA Bantargebang

Kamis, 13 Juni 2024 - 16:12 WIB

Peduli Lingkungan, Perusahaan Harus Mulai Menerapkan Sistem Zero Waste to Landfill

Tingkat kesadaran masyarakat Indonesia akan permasalahan sampah saat ini dinilai masih butuh perhatian. Hal ini terlihat dari data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) – Kementerian…

Karyawan di anak usaha Telkom

Kamis, 13 Juni 2024 - 15:48 WIB

Catat Pertumbuhan Laba Bersih 30%, Infomedia Kembangkan Teknologi 3A untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), PT Infomedia Nusantara (Infomedia) berhasil membukukan laba bersih sebesar 217% atau tumbuh 30% di sepanjang tahun 2023. Selain itu, revenue…