INDUSTRY.co.id - Jakarta, Industri kosmetik dan jamu merupakan salah satu industri yang strategis dan potensial, mengingat bahwa saat ini terdapat 760 perusahaan kosmetik yang tersebar di wilayah Indonesia serta mampu menyerap 675 ribu tenaga kerja baik langsung maupun tidak langsung.

Direktur Jenderal Industri kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih mengatakan, kita dari Kemenperin terus membantu mempromosikan produk dalam negeri salah satunya dengan melakukan kegiatan pameran industri jamu dan kosmetik di plasa pameran Kemenperin hari ini.

"Industri jamu bahan bakunya dari dalam negeri, dan produsennya pun dari dalam negeri, kita dari dari pemerintah bantu mempromosikan. Ini sudah tugas kami memfasilitasi kegiatan pameran ini bagi para industriawan," ungkap Gati di plasa industri Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Ia menambahkan, selain kegiatan pameran ini, kita juga buat kegiatan pemran di luar negeri guna mempromosikan produk dalam negeri. "kemarin kita fasilitasi industri kosmetik untuk ikut dalam pameran kosmetik di Bologna, Italia. Pemeran ini sekligus menjadi pameran kosmetik terbesar di dunia," terangnya.

Lebih lanjut Gati mengungkapkan, pertumbuhan industri kosmetik saat ini cukup bagus, tetapi dari tahun 2014, ada sedikit penurunan dikarenakan kurangnya permintaan pasar. Walaupun turun, tetapi selalu lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. "Income golongan menengah ke atas sedang naik, itu yang kita genjot.jadi kita harus banyak promosikan ini supaya golongan menengah ke atas menggunakan produk dalam negeri," kata Gati.

Gati menilai pertumbuhan industri jamu dalam negeri masih cukup menjanjikan, dengan pertumbuhan di atas 10%. "Sedangkan untuk industri kosmetik anak-anak muda kita sudah bagus, start-up baru sudah bermunculan, kita tinggal link antara industri kecil, menegah dan besar supaya ada sub dibawahnya agar lebih berkembang," imbuh Gati.

Menurut Gati, industri jamu kita tidak ada saingan, kalau industri kosmetik di ASEAN saingan terdekat kita adalah Tahiland. "pemain industri kosmetik kita memang tidak sebanyak Tahiland, tetapi kita punya kreatifitas. Kreatifitas Indonesia tetap nomor satu. Dan perlu diketahui produk spa Indonesia menjadi nomor satu di dunia," pungkasnya.