INDUSTRY.co.id - Sumbawa, Digitalisasi menjadi kunci penting bagi asuransi Astra untuk mengembangkan bisnis demi meningkatkan daya saing di industri tersebut. CEO Asuransi Astra Rudy Chen mengemukakan perjalanan digital yang sudah dimulai tahun lalu masih akan terus berlangsung dalam jangka panjang.
"Perjalanan digital tidak hanya satu tahun, tapi akan bergerak sesuai perkembangan teknologi, sosial dan lain sebagainya," kata Rudy dalam media gathering di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, Senin (31/7) malam. Selain menyederhanakan proses bisnis utama, digitalisasi membuat pelanggan lebih nyaman karena layanan asuransi bisa diakses lebih mudah dan cepat hanya lewat sentuhan jari.
"Sekarang semua bisnis bergerak ke era digitalisasi, kita juga harus bisa bergerak ke arah sana untuk memberi value added pada customer dalam memberi kemudahan dan kecepatan," jelas dia.
Rudy memaparkan para pelanggan sudah merasa puas dengan digitalisasi yang diterapkan perusahaannya. Tetapi layanan akan terus disempurnakan agar kepuasan pelanggan meningkat.
Selain kepuasan, pelanggan juga butuh customer experience yang menjadi salah satu faktor penentu dalam memilih asuransi.
Dari sisi kinerja, Rudy Chen mengungkapkan performa perusahaan ini terus meningkat. Pada semester pertama 2017, per Juni 2017, asuransi Astra mencatatkan total premi bruto konvensional senilai Rp 2 triliun atau tumbuh 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kontribusi pertumbuhan tersebut, berasal dari sektor otomotif sebesar 54 persen dan sisanya berasal dari sektor non otomotif seperti komersial dan kesehatan.
"Market share mobil dan motor Astra terus meningkat, ke depannya, kita ingin menyeimbangkan sektor non otomotif agar bisa memberi kontribusi yang seimbang, tidak hanya bergantung pada asuransi kendaraan bermotor," pungkas Rudy Chen.
Tahun ini, asuransi Astra menerapkan strategi simply memorable yang bertujuan membuat layanan berkesan dan lebih personal demi meningkatkan kepuasan pelanggan. Ini adalah kelanjutan dari digitalisasi yang dimulai sejak tahun lalu, di mana proses bisnis dibuat lebih mudah dan cepat lewat teknologi.(ant)