Inklusi Melalui Literasi – Teknologi AI di Tengah Dorongan Indonesia untuk Mengangkat Masyarakat yang Kurang Memiliki Akses Bank

Oleh : Carey Anderson, Founder & CEO, 1datapipe | Sabtu, 23 Maret 2024 - 10:06 WIB

Carey Anderson, Founder & CEO, 1datapipe
Carey Anderson, Founder & CEO, 1datapipe

INDUSTRY.co.id, Pada akhir Bulan November, Irfan Sanusi Sitanggang dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa meskipun inklusi keuangan di Indonesia telah melampaui 85%, hanya kurang dari setengah jumlah penduduk yang dapat dianggap melek keuangan. Angka resmi OJK sendiri menunjukkan bahwa kedua metrik tersebut mengalami peningkatan, bahkan lintas gender dan wilayah. Meskipun demikian, apa yang dikatakan Irfan benar dalam menyatakan bahwa kesenjangan antara inklusi dan literasi perlu dijembatani dengan cepat.

Antara Bulan April dan Juni tahun lalu, Satgas Pemerintah untuk Penanganan Usaha Tidak Berizin di Sektor Keuangan menemukan ratusan platform pinjaman online ilegal serta puluhan konten media sosial yang menawarkan pinjaman online. Hal ini merupakan tambahan dari maraknya penipuan pengiriman uang, seperti yang dicatat oleh satgas tersebut, semakin cangih dalam mendapatkan kepercayaan dari kebanyakan masyarakat.

Tidak Meninggalkan Siapapun

Faktanya adalah masyarakat harus dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengambil keputusan yang tepat, terutama saat pemerintah Indonesia terus berupaya menarik lebih banyak masyarakat ke dalam sistem keuangan. Ketika masyarakat memahami konsep seperti penganggaran, menabung, dan berinvestasi, mereka tidak terlalu rentan terhadap guncangan finasial serta lebih siap dalam menghadapi krisis ekonomi.

Sementara itu, saat masyarakat kurang melek keuangan, mereka juga cenderung kehilangan haknya. Hal ini melanggengkan kondisi unbanked, di mana seseorang tidak memiliki rekening bank, atau underbank, ketika seseorang tidak memiliki akses layanan perbankan, yang kemudian akan membatasi peluang untuk menabung, berinvestasi, dan berwirausaha. Misalnya, data dari OJK  memperlihatkan menyusutnya kesenjangan antara perkotaan dan perdesaan dalam hal inklusi maupun literasi dari tahun 2019 dan 2022. Namun, pertumbuhan di wilayah perkotaan masih jauh dibandingkan dengan pertumbuhaan di wilayah perdesaan.

Hal ini menunjukkan bahwa mungkin terdapat stagnasi di wilayah-wilayah yang lebih maju dalam hal ini, dan ini tidak terlalu menjadi masalah jika tingkat literasi dan inklusi mendekati 100%.  Sebagaimana yang sudah dijelaskan, angka dari OJK menyiratkan bahwa masih banyak masyarakat di perkotaan yang kurang terlayani, walaupun tidak setinggi di wilayah perdesaan. Bagi negara yang beragam seperti Indonesia, hal ini merupakan rintangan besar bagi pembangunan negara itu sendiri karena hal ini tidak hanya berdampak pada kemampuan masyarakat untuk berpartisipasi dalam perekonomian saat ini namun juga seiring mereka bertambah usia, yang akan berdampak seiring meningkatnya angka harapan hidup.

Menggabungkan literasi dan inklusi juga mendorong inovasi dan kewirausahaan dengan menyediakan modal yang dibutuhkan masyarakat untuk memulai dan mengembangkan bisnis. Pendekatan komprehensif ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup namun juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial, menciptakan sistem keuangan yang adil dan tangguh.

Peran Utama Perbankan

Guna mendukung inklusi dan literasi keuangan, bank dapat memainkan peran utamanya dalam memperluas akses terkait layanan dan pengetahuan bagi masyarakat Indonesia. Kini, hal tersebut menjadi keharusan setelah OJK memperkenalkan Peraturan Nomor 3 Tahun 2023, yang mewajibkan penyedia jasa layanan keuangan untuk berinvestasi pada program literasi keuangan setidaknya dua kali setahun. Hal ini bergantung pada pemahaman pelanggan dan rentang risiko yang mungkin mereka miliki.

Disinilah skor analitik risiko pelanggan yang didukung AI berperan, karena skor tersebut dapat memenuhi kebutuhan yang terus berkembang dalam lanskap dinamis yang berfokus pada pelanggan di Indonesia. Melalui model AI yang mendukung integrasi tanpa batas serta akurasi instan, bank dapat memanfaatkan perlindungan terhadap penipuan dengan algoritma mutakhir yang melindungi asset dan reputasi.

Selain itu, AI telah membuka jalan untuk mengubah kepercayaan kredit melalui kemampuannya memanfaatkan kumpulan data yang lebih besar dan beragam. Model-model ini memungkinkan pengambilan keputusan pemberian pinjaman yang lebih cerdas dan juga memperluas akses kredit. Selain itu, hal ini memperkuat skor inklusi keuangan yang lebih baik dan tetap memitigasi risiko penipuan. Misalnya, beberapa alat yang didukung AI dilengkapi dengan model estimasi pendapatan dan skor geolifestyle yang memprediksi preferensi dan perilaku di luar demografi, sehingga memberdayakan strategi yang disesuaikan.

Pada akhirnya, inklusi bergantung pada pemahaman masyarakat akan konsekuensi dari keputusan keuangan mereka. Bank, tentu saja, memainkan peran penting dalam membantu masyarakat melakukan hal tersebut, namun mereka juga harus memahami nasabah pada tingkat yang lebih terperinci dan mendalam. Oleh karena itu, pemanfaatan alat yang didukung AI akan menjadi terobosan dalam upaya Indonesia untuk meningkatkan inklusi keuangan melalui literasi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Perkuat Ketahanan Pangan, ID Food bersama Kostrad Lakukan Panen dan Penanaman Budidaya Padi Tahap II di Lahan Strategis

Kamis, 18 April 2024 - 22:02 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, ID Food bersama Kostrad Lakukan Panen dan Penanaman Budidaya Padi Tahap II di Lahan Strategis

Subang – Dalam rangka mendukung peningkatan produksi beras nasional, Holding BUMN Pangan ID Food melakukan kolaborasi bersama Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) melalui pengembangan…

Pemprov DKI Jakarta Apresiasi Bank DKI Sebagai BUMD Penyumbang Dividen Terbesar

Kamis, 18 April 2024 - 21:30 WIB

Top! Pemprov DKI Jakarta Apresiasi Bank DKI Sebagai BUMD Penyumbang Dividen Terbesar

Jakarta-Pemprov DKI Jakarta melalui Kepala Badan BP BUMD Provinsi DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono menyampaikan apresiasi atas kontribusi Bank DKI sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)…

Chief Commercial Officer Telin Kharisma (keempat dari kanan) dan Group Chief Executive of Dialog Axiata PLC Supun Weerasinghe (kelima dari kiri) saat penandatanganan kemitraan strategis untuk pengelolaan layanan terminasi suara dan SMS internasional antara Telin dan Dialog Axiata

Kamis, 18 April 2024 - 21:03 WIB

Telin dan Dialog Axiata Tandatangani Kemitraan Strategis untuk Kelola Layanan Terminasi Suara dan SMS Internasional

Telin, anak perusahaan Telkom Indonesia yang melayani pelanggan global, dan Dialog Axiata PLC, penyedia konektivitas nomor satu di Sri Lanka, telah menandatangani Perjanjian Layanan Induk (Master…

Ilustrasi pembayaran menggunakan PayLater

Kamis, 18 April 2024 - 17:39 WIB

Pinjol dan Paylater Marak, Perbankan Perlu Ubah Strategi Agar Kredit Mudah Diakses

Laporan terbaru dari Bank Indonesia (BI) tentang kredit nasional dalam Hasil Rapat Dewan Gubernur bulan Maret 2024 mengungkapkan adanya pertumbuhan kredit pada sektor perbankan sebesar 11,28%…

Kawasan Labuan Bajo – Tanamori

Kamis, 18 April 2024 - 17:23 WIB

Kabar dari Labuan Bajo! Pemda Mabar Rencanakan Pembangunan Poltekpar Negeri, Upaya Pemerintah Tingkatkan SDM Unggul

Labuan Bajo-Dalam rangka peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo Flores, Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat bersama Badan Pelaksana…