INDUSTRY.co.id - Cikarang - President University (Presuniv) menerima kunjungan perwakilan dari INTI International University, sebuah perguruan tinggi swasta dari Malaysia. 

Perwakilan INTI terdiri dari Prof. Lai Yin Ling, Senior Advisor to the Vice Chancellor untuk Head Global Academic Expansion, dan Prof. Tezara Clonita dari Faculty of Engineering & Quantity Surveying (FEQS). 

Mereka diterima oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Riset dan Inovasi, Adhi Setyo Santoso dan Dekan Fakultas Teknik, Erwin Sitompul. 

Perwakilan INTI diterima di Conference Room, Gedung A, Kampus Presuniv di Jababeka Education Park, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi.

Hadir pula dalam pertemuan tersebut beberapa Ketua Program Studi (Kaprodi) di lingkungan Fakultas Teknik. Di antaranya, Kaprodi Mesin, Lydia Anggraini Kaprodi Teknik Industri Andira Taslim, Kaprodi Teknik Elektro, Mia Galina, Kaprodi Teknik Sipil, BMAS Anaconda Bangkara, dan Kaprodi Teknik Lingkungan Yosef Barita Sar Manik.

Banyak topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Misalnya, Adhi menjajaki beberapa peluang untuk melakukan riset bersama, termasuk potensi riset yang bisa mendapatkan pendanaan dari pemerintah dan organisasi internasional. 

“Kami di Presuniv memiliki beberapa pengalaman soal ini. Misalnya, beberapa proyek riset kami, yang berkolaborasi dengan beberapa universitas dalam negeri dan luar negeri, mendapatkan pendanaan dari Erasmus+, sebuah lembaga dari Uni Eropa," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Lai Ying Ling juga membagikan pengalaman INTI dalam mengembangkan proses perkuliahan secara daring, termasuk penerapan Artificial  Intelligence (AI). Salah satu konsep yang terus dimatangkan adalah konsep dosen yang tampil sebagai avatar. 

“Ada beberapa keuntungan yang kami peroleh dengan skema perkuliahan daring tersebut. Misalnya, waktu perkuliahan menjadi lebih fleksibel. Mahasiswa bisa kuliah kapan saja, bahkan tengah malam sekalipun. Dan, waktu kerja dosen bisa dialihkan untuk kegiatan lain, seperti riset," terang Prof. Lai Ying Ling.

Hanya, sebagaimana diakui Prof. Lai Ying Ling, tidak mudah untuk menerapkan konsep tersebut. Salah satu tantangannya adalah bagaimana dosen yang tampil sebagai avatar tersebut mampu melayani tanya jawab dengan mahasiswa.

“Kami harus “memperkaya” dosen tersebut dengan berbagai informasi yang terkait dengan materi perkuliahan,” ungkapnya.

Kerja sama lainnya di antaranya, dalam bentuk short course, atau bersama-sama menyelenggarakan berbagai lomba. Kebetulan, INTI juga memiliki Fabrication Laboratorium (Fablab) sebagaimana juga dimiliki oleh Presuniv. 

“Penyelenggaraan lomba bersama mungkin bisa menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang dapaty segera direalisasikan,” kata Prof. Tezara. 

Agenda pertemuan hari itu dilanjutkan dengan tur keliling untuk meninjau berbagai fasilitas yang ada di kampus Presuniv. Salah satunya adalah ke Fablab, Presuniv.