Serangan Siber pada Industri Manufaktur Melonjak, Fortinet: Dibutuhkan Keamanan Holistik

Oleh : Kormen Barus | Kamis, 15 Februari 2024 - 15:17 WIB

Country Director Fortinet Indonesia Edwin Lim
Country Director Fortinet Indonesia Edwin Lim

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Seiring pesatnya perkembangan industri manufaktur di Indonesia di era digitalisasi, industri ini juga menghadapi tantangan keamanan siber (cybersecurity) yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tantangan-tantangan ini telah berkembang dari risiko teoretis menjadi ancaman yang sangat nyata dan mendesak, yang berdampak pada sektor-sektor penting seperti pengolahan makanan, tekstil, bahan kimia, dan energi.

Menurut Country Director Fortinet Indonesia Edwin Lim, serangan siber (cyberattack) tingkat tinggi telah menunjukkan kerentanan industri-industri terhadap ancaman canggih, terutama phishing, malware, dan yang sedang meningkat, ransomware. Melonjaknya insiden ransomware telah menggeser kekhawatiran yang kini melampaui ketakutan akan ancaman internal (insider threat) bahkan serangan terhadap negara sekalipun.

”Salah satu aspek penting yang saya tekankan adalah kerentanan yang disebabkan oleh integrasi sistem Information Technology (IT) dan Operational Technology (OT). Konvergensi ini, meskipun penting untuk kemajuan Industri 4.0, justru membuka jalan baru bagi penjahat siber. Implikasinya sangat buruk, mulai dari gangguan operasional hingga kerugian finansial yang besar,” tuturnya di Jakarta (15/2).

Untuk mengatasi risiko-risiko tersebut, kata Edwin, kerangka keamanan siber yang holistik sangat diperlukan. Hal ini tidak hanya mencakup penguatan teknologi operasional tetapi juga memastikan bahwa implementasi Artificial Intelligence (AI) aman dari ancaman siber (cyber threat). Sifat ganda AI sebagai potensi risiko sekaligus alat pertahanan yang kuat memerlukan pendekatan yang berbeda.

“Strategi utama termasuk meningkatkan visibilitas aset OT, menerapkan segmentasi jaringan yang kuat, dan memperkuat kontrol akses. Langkah-langkah ini sangat penting bagi pemahaman dan mitigasi risiko keamanan siber yang komprehensif.”

Untuk mencapai hal ini, imbuhnya, strategi keamanan siber berlapis sangat diperlukan. “

“Pertama, harus ada perubahan perspektif perusahaan yang mengakui keamanan siber sebagai risiko bisnis yang utama. Hal ini melibatkan penanaman budaya kesadaran siber di seluruh tingkat perusahaan. Kolaborasi antara tim IT dan OT sangat penting untuk strategi pertahanan terpadu, yang memastikan bahwa semua aspek teknologi digital dan operasional terlindungi. Menerapkan langkah-langkah pencegahan yang kuat terhadap ancaman siber yang umum, ditambah dengan pemantauan berkelanjutan, adalah kunci untuk mengidentifikasi dan memitigasi risiko secara dini.”

Edwin pun mengatakan aspek yang sering terlewatkan adalah postur keamanan siber dari pihak ketiga dan penyedia layanan.

“Pengawasan yang ketat dan kepatuhan terhadap standar keamanan siber yang ketat oleh pihak ketiga ini sangat penting bagi sistem pertahanan yang terintegrasi. Di Fortinet, kami memahami bahwa model produksi tepat waktu di industri manufaktur menyisakan sedikit ruang bagi gangguan yang disebabkan oleh ancaman siber. Melalui Solusi Fortinet Security Fabric kami menawarkan solusi holistik, mengintegrasikan IT, OT, dan keamanan fisik demi perlindungan yang luas dan efisien.”

Kolaborasi erat Fortinet selama 17 tahun dengan sektor manufaktur telah menempatkan perusahaannya secara unik untuk menawarkan perlindungan yang cerdas di seluruh permukaan serangan yang semakin luas.

“Langkah-langkah proaktif kami bukan hanya soal pertahanan; melainkan bertujuan untuk memungkinkan produsen berkembang di pasar yang didorong secara digital tanpa takut akan ancaman siber.”

Dalam ekosistem keamanan siber yang kompleks, peran kesadaran dan pelatihan karyawan sangat penting. Mengingat skenario saat ini bahwa seorang tenaga ahli Security Operations (SecOps) bertanggung jawab terhadap alert and sejumlah besar karyawan, sehingga pentingnya tenaga kerja yang berpengetahuan luas menjadi mendesak. Mendidik karyawan untuk mengenali dan melaporkan potensi ancaman siber, seperti email phishing, dapat secara signifikan mengurangi kemungkinan keberhasilan serangan siber.

Namun, kekurangan tenaga ahli keamanan siber secara global—yang saat ini berjumlah 3,4 juta—menyoroti perlunya program pelatihan internal yang komprehensif. Program-program ini tidak hanya memperkuat infrastruktur keamanan siber yang ada, tetapi juga berkontribusi dalam membangun tenaga kerja yang lebih tangguh dan berwawasan luas.

“Fortinet menjembatani kesenjangan ini diwujudkan dalam tujuan ambisius kami untuk melatih satu juta orang di bidang keamanan siber pada tahun 2026 melalui program Fortinet Training Institute. Di Indonesia, kolaborasi kami dengan lembaga pendidikan ternama seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan dedikasi kami terhadap hal ini. Dengan memberikan pelatihan dan sertifikasi yang diakui industri, kami tidak hanya membekali tenaga kerja saat ini dengan keterampilan penting, tetapi juga membuka jalan bagi generasi tenaga ahli keamanan siber di masa depan. Inisiatif ini merupakan landasan strategi kami untuk memperkuat postur keamanan siber keseluruhan di Indonesia dan secara global,” tutupnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kim Sojeong, pegolf profesional wanita asal Korea.

Jumat, 24 Januari 2025 - 22:32 WIB

Catatkan Skor 66, Dua Pegolf Korea Pimpin Sementara Putaran Pertama Gelaran IWO 2025

Pegolf Kim Sojeong sementara memimpin putaran pertama Indonesia Women’s Open 2025. Pemain Korea berusia 24 tahun tersebut berhasil menduduki posisi puncak dalam debutnya di Indonesia dengan…

Gelaran Indonesia Sustainable Business Forum 2025 di Bali

Jumat, 24 Januari 2025 - 22:00 WIB

SustainLife Sukses Gelar Indonesia Sustainable Business Forum 2025, Dorong Percepatan Adopsi ESG di Sektor Industri

ISBF 2025 menghadirkan para pemimpin industri, praktisi ESG, hingga akademisi dari berbagai sektor untuk berbagi wawasan, strategi, dan memperkuat kolaborasi dalam menerapkan praktik bisnis…

Linda Kam, Sr. Marketing Manager Nippon Paint Indonesia (tengah), bersama dua pemenang AYDA Awards 2024/2025

Jumat, 24 Januari 2025 - 20:06 WIB

Juara AYDA Awards 2024/25 Dari Universitas Warmadewa dan IDB Bali Siap Wakili Indonesia Ke Tokyo

Penyelenggaraan AYDA Awards yang diinisiasi oleh Nippon Paint ini merupakan tahun ke-17 dan menjadi ajang kompetisi desain tingkat internasional yang bekerjasama dengan para profesional industri…

Wakil Menteri PKP, Fahri Hamzah (paling kiri) saat mengunjungi fasilitas produksi produk turunan semen hijau SIG bata interlock presisi di Indarung, Padang, Sumatra Barat, Jumat (24/1/2025).

Jumat, 24 Januari 2025 - 20:04 WIB

Dukung Asta Cita Prabowo, SIG Dorong Penggunaan Bata Interlock Presisi untuk Wujudkan 3 Juta Rumah

Padang- Komitmen kuat PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dalam mendukung perwujudan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, ditunjukkan melalui kehadiran produk bata interlock presisi sebagai…

Fore Coffee Pimpin Pasar Kopi dengan Inovasi dan Konsistensi Produk Premium yang Terjangkau

Jumat, 24 Januari 2025 - 18:22 WIB

Fore Coffee Pimpin Pasar Kopi dengan Inovasi dan Konsistensi Produk Premium yang Terjangkau

Jakarta-Fore Coffee, perusahaan F&B coffee chain premium affordable terkemuka di Indonesia, berkomitmen untuk terus berinovasi mengembangkan bisnis secara berkelanjutan, agar pertumbuhan perusahaan…