Pelarangan Angkutan Barang Saat Hari-hari Besar Keagamaan Tanpa Memperhitungkan Kerugian Pelaku Logistik

Oleh : Herry Barus | Senin, 12 Februari 2024 - 17:07 WIB

Ilustrasi truck
Ilustrasi truck

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Kebijakan pelarangan angkutan barang pada setiap momen libur hari-hari besar keagamaan sangat merugikan para pelaku logistik. Sayangnya, pemerintah selama ini tidak pernah melakukan perhitungan berapa besar kerugian yang ditimbulkan akibat kebijakan tersebut. 

“Dari sisi logistik, kerugiannya  pasti ada. Sayangnya, pemerintah belum pernah melakukan perhitungan kerugian terhadap para pelaku logistik akibat kebijakan pelarangan itu. Ini yang menyebabkan kebijakan pelarangan itu muncul pada setiap libur hari-hari besar keagamaan. Pemerintah selalu memprioritaskan harus penumpang dulu daripada arus logistik,”  ujar Pakar Logistik  dari Universitas Logistik dan Bisnis Internasional  (ULBI), Dodi Permadi baru-baru ini.

Menurut Dekan Sekolah Vokasi ULBI  ini, sebetulnya memang bisa saja para pelaku logistik itu menggunakan truk-truk angkutan barang di bawah 14.000 ton. “Cuma,  bagi pelaku logistik itu tidak untung kalau mengangkutnya di bawah itu karena menghitung program costnya tidak masuk. Nah, kerugian-kerugian ini yang selama ini tidak dihitung pemerintah,” tukasnya.

 

Selain itu, pemerintah juga tidak memiliki data terkait berapa besar kebutuhan suatu daerah terhadap barang-barang yang dilarang tersebut.  Dia mencontohkan seperti air minum dalam kemasan (AMDK), pemerintah sama sekali tidak pernah menghitung berapa kebutuhan air minum tersebut di daerah-daerah dan ujug-ujug angkutan logistiknya dilarang.  “Ini kan bisa menyebabkan kelangkaan barang tersebut di sejumlah daerah yang mungkin banyak membutuhkan AMDK ini,” katanya.

Jadi, menurutnya, ada yang bisa dilakukan pemerintah sebetulnya selain pelarangan angkutan logistik, yaitu pembatasan. “Diperbolehkan saja beroperasi, tapi dibatasi jam-jamnya,” ucapnya.

Menurut Dodi, seharusnya bukan hanya truk logistiknya saja yang harus dibatasi operasionalnya, tapi pemerintah juga harus membatasi untuk mudik di hari-hari yang padat. Misalnya kalau mudik bawa kendaraan pribadi, itu hanya boleh dilakukan pada H-6. “Lewat dari jadwal tersebut, para pemudik wajib menggunakan kendaraan umum. Ini kan belum pernah dilakukan pemerintah,” tandasnya.

Kalau sangat memungkinkan, lanjutnya, pemerintah juga bisa menghitung dulu kapasitas kendaraan di jalan itu berapa, dan nanti yang diperbolehkan mudik menggunakan kendaraan pribadi itu yang sudah teregister saja sesuai kuota yang sudah ditentukan. “Kalau misalkan orang mau ke Jawa dan bawa mobil tapi tidak mau daftar,  ya sudah kirimkan dulu kendaraannya. Jadi, nggak ada lagi itu pelarangan-pelarangan kendaraan logistik karena kapasitasnya kan masih mencukupi,” ucapnya.

Apalagi, katanya, peringkat Logistic Performance Index  (LPI) Indonesia turun jauh dibanding negara-negara ASEAN lainnya. Pada 2023, LPI Indonesia turun dari peringkat 46 pada 2028 menjadi 61.  Sementara Cina berada di peringkat 19, India peringkat 47, Singapura peringkat 1, Malaysia peringkat 32, Thailand 45.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO)

Rabu, 21 Februari 2024 - 14:22 WIB

Ekspansi Digital SILO untuk Layani Pasien

PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO), anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) di sektor layanan kesehatan, berkomitmen melanjutkan investasi pada saluran digital yang mumpuni untuk…

Presiden Jokowi hadiri Pertemuan Industri Jasa Keuangan 2024

Rabu, 21 Februari 2024 - 13:32 WIB

Hadiri Pertemuan IJK 2024, Presiden Jokowi Sampaikan Optimistisme Ekonomi Indonesia di Tahun 2024

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menghadiri Pertemuan Industri Jasa Keuangan 2024 di Ballroom The St. Regis, Jakarta, Selasa (20/2/2024). Pada…

Peluncuran Satelit Merah Putih 2 dari Cape Canaveral, Florida

Rabu, 21 Februari 2024 - 13:04 WIB

Satelit Merah Putih 2 Sukses Diluncurkan dari Cape Canaveral Florida

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama anak usahanya, Telkomsat sukses meluncurkan Satelit Merah Putih 2 langsung dari Cape Canaveral, Florida pada Selasa (20/2) pukul 15.11 waktu…

Anggota Banggar DPR RI Mukhtarudin

Rabu, 21 Februari 2024 - 13:00 WIB

Banggar DPR RI Optimistis Perekonomian Nasional Meningkat Pasca Pemilu 2024

Anggota Banggar DPR RI Mukhtarudin optimistis situasi perekonomian nasional akan meningkat seiring kepercayaan investor yang berbanding lurus keamanan dan kondusifitas nasional pasca usai Pemilihan…

Mitsubishi XForce

Rabu, 21 Februari 2024 - 12:15 WIB

Mitsubishi XForce, Mobil SUV yang Bikin 'Syahdu' Pengemudi & Penumpang

Nyaman, mewah, dan elegan. Itulah kata-kata yang terbesit saat mengendarai Mitsubishi XForce. Maklum saja, SUV besutan PT MItsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) ini memamg memiliki…