INDUSTRY.co.id, Surabaya - PT Angkasa Pura I (Persero) menggelar kegiatan Collaborative Destination Development (CDD) sebagai upaya mendukung pengembangan potensi pariwisata Jawa Timur di Surabaya, Kamis (27/7/2017).
Kegiatan ini juga dilakukan sebagai upaya mempercepat pencapaian target 1 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jawa Timur pada 2025.
Terkait dengan target kunjungan 1 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Jawa Timur pada tahun 2025, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Angkasa Pura I (Persero) Moch. Asror, mengatakan bahwa Ia optimis.
"Jika melihat pertumbuhan pergerakan penumpang mancanegara selama beberapa tahun terakhir, kami optimis dapat mencapai target 1 juta kunjungan wisman ke Jawa Timur pada 2025, bahkan dapat tercapai lebih awal," ujarnya, melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id, Kamis (27/7/2017).
Ia melanjutkna, pada 2016, terdapat 612.412 kunjungan wisman melalui Bandara Juanda, naik 32 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada 2015 yang sebanyak 463.596 wisman. Bahkan pertumbuhan kunjungan wisman 2015 dibanding 2014 naik cukup signifikan yaitu 54 persen, di mana pada 2014 jumlah kunjungan wisman hanya sebesar 300.009 orang.
Lebih lanjut Asrori mengatakan, “Kami selaku pengelola bandara mendukung penuh rencana dan target Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendatangkan wisatawan ke Jawa Timur."
Angkasa Pura I senantiasa memberikan perhatian khusus pada pengembangan daerah, mendorong sinergi dengan Pemerintah Daerah, Kementerian Pariwisata, maskapai penerbangan, serta pemangku kepentingan lain untuk mengambil peran penting dalam usaha penyediaan kapasitas infrastruktur dan konektivitas sisi udara.
Adapun bentuk dukungan lainnya, sambung Dia adalah pemberian insentif bagi maskapai yang membuka atau menambah rute baru berupa penggratisan biaya pendaratan (landing fee).
“Kami mendorong para maskapai untuk membuka rute baru atau menambah frekuensi terbang dengan memberikan insentif penggratisan landing fee. Dengan bertambahnya rute baru dan frekuensi terbang, maka pergerakan penumpang akan bertumbuh yang pada akhirnya diharapkan akan mendorong industri pariwisata daerah,” kata Asrori.
Saat ini, terdapat banyak destinasi wisata dan potensi wisata lainnya di Jawa Timur yang dapat dioptimalkan lebih baik lagi, seperti Gunung Bromo, Gunung Semeru, Kawah Ijen, Gili Iyang, Gili Labak, Pantai Sembilan Gili Genting.
“Dengan adanya kolaborasi dan koordinasi dengan semua pihak, diharapkan dapat tercipta kontribusi yang nyata untuk peningkatan perekonomian Provinsi Jawa Timur secara luas,” pungkas Asrori.