INDUSTRY.co.id - Jakarta, Industri properti akan menjadi daya tarik investor untuk mengembangkan bisnisnya di Provinsi Banten. Sementara Pemprov juga optimistis target investasi 2016 akan tercapai.
Portal properti terdepan di Indonesia, Rumah.com, melalui Rumah.com Property Index (RPI) mencatat pada kuartal kedua tahun 2017, RPI Banten mencapai 103,9 atau naik tipis 0,6 persen quater-on-quarter (q-o-q) dari 103,2 di kuartal pertama tahun 2017.
kenaikan ini melanjutkan tren positif dimana pada kuartal pertama tahun 2017 menunjukkan kenaikan 0,19% (qoq). Sebelumnya, tren harga properti residensial di Banten sempat turun tipis 0,58% di kuartal keempat tahun 2016 (q-o-q).
"Kota Tangerang dan Tangerang Selatan menjadi dua kawasan paling berpengaruh pada pasar properti residensial di Banten," ungkap Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan saat dihubungi INDUSTRY.co.id di Jakarta, Rabu (26/7/2017).
Ia menambahkan, optimisme penjual di kota Tangerang lebih tinggi dibanding wilyah lain di Banten. Ini menunjukkan pasar pulih lebih cepat di kota ini.
Selain itu, volume suplai Q2-2017 menunjukkan penurunan yang signifikan sebesar 11,3% (qoq). Sementara pada Q1-2017 tercatat mengalami peningkatan sebesar 5,8% (q-o-q). Penurunan suplai properti di Banten pada Q2-2017 disebabkan oleh penurunan di dua kawasan penyuplai residensial terbesar, Tangerang dan Tangerang Selatan.
"Suplai menurun secara signifikan di Tangerang Selatan, penjual berkonsentrasi menghabiskan stok. Pasar cenderung berpihak kepada pembeli di Tangerang Selatan," terangnya.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada Q2-2017 diperkirakan tumbuh dikisaran 5,4-5,8% (y-o-y), angka tersebut meningkat jika dibandingkan pada Q1-2017. Peningkatan kebutuhan masyarakat pada Q2-2017 mendorong pertumbuhan kinerja lapangan usaha industri pengolahan.
Disisi lain, investasi di Banten meningkat pada Q2-2017, terutama pada sektor infrastruktur. Beberapa proyek yang sedang dalam tahap pengerjaan dan pengadaan adalah tol Serang-Panimbang, tol Kunciran-Serpong, tol Serpong-Cinere, serta tol Serpong-Balaraja.
"Sektor properti yang sempat lesu selama tiga tahun terakhir kondisinya mulai membaik dan mendorong pertumbuhan investasi di sektor bangunan," pungkasnya.