Menkeu Sri Mulyani Sampaikan Beberapa Hal Penting pada Finance Ministers Meeting APEC

Oleh : Kormen Barus | Kamis, 16 November 2023 - 09:20 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghadiri forum kerja sama ekonomi Asia-Pasifik (Asia Pacific Economic Cooperation / APEC) di San Francisco, Amerika Serikat yang juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Instagram
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghadiri forum kerja sama ekonomi Asia-Pasifik (Asia Pacific Economic Cooperation / APEC) di San Francisco, Amerika Serikat yang juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Instagram

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Menjadi makmur dan sejahtera bersama merupakan tujuan dari beragam kolaborasi negara-negara di dunia, termasuk dalam Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) yang dihadiri oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Senin (13/11). Pertemuan para Menteri Keuangan (Finance Ministers Meeting) yang dihelat di San Francisco kali ini membahas mengenai status quo perekonomian dunia dan kerja sama global.

“Tujuan dari APEC yaitu untuk menciptakan sebuah kerjasama untuk bisa menciptakan kemakmuran bersama,” ungkap Menkeu dikutip dari akun instagram resminya @smindrawati.

Dalam pertemuan para Menteri Keuangan, dibahas mengenai beberapa hal. Sesi pertama pada finance ministers meeting (FMM) dibuka dengan topik yang sangat relevan bagi para anggota APEC, yaitu mengenai situasi perekonomian global, termasuk bagaimana kondisi perekonomian Amerika Serikat dan RRT berdampak bagi dunia. Diketahui, Amerika Serikat sedang mengalami tekanan inflasi yang menyebabkan melonjaknya suku bunga. Sementara RRT mengalami pelemahan perekonomian domestik, salah satunya dari sektor properti.

“Kita membahas bagaimana kemudian ekonomi ini perlu untuk merespon dengan kebijakan fiskal yang tentu tantangannya tidak mudah,” ujar Menkeu.

Dikatakan Menkeu, Indonesia sendiri hadir untuk membagikan pengalaman serta pelajaran dari pemulihan ekonomi pasca pandemi. Termasuk bagaimana menjaga perekonomian di tengah guncangan-guncangan ekonomi yang telah dilewati, mulai dari bahan bakar hingga pangan dengan menggunakan instrumen APBN.

Pada sesi kedua, para Menkeu membicarakan mengenai modern supply side economy. Menurut Menkeu, topik ini relatif baru namun menjadi penting dalam suasana politik dan fragmentasi kerja sama global.

“Indonesia menyampaikan bahwa untuk bisa meningkatkan perekonomian secara jangka panjang dan sustainable, produktivitas menjadi penting,” ungkap Menkeu.

Isu perubahan iklim menjadi topik diskusi pada sesi ketiga. Perubahan iklim menjadi tantangan yang harus diatasi, termasuk aspek keuangan dalam pembiayaan transisi energi dari suatu negara.

“Indonesia termasuk salah satu negara yang betul-betul cukup detail karena kita memiliki komitmen untuk melakukan transisi energi menuju ekonomi hijau. Namun, aspek keuangannya sangat-sangat menentukan dan masih perlu banyak yang harus dipecahkan,” jeals Menkeu.

Pada sesi penutup, pertemuan para Menteri Keuangan APEC ini membahas mengenai ekonomi digital. Mulai mata uang kripto hingga aset digital lainnya. Para Menteri Keuangan sepakat, dengan pesatnya kemajuan teknologi kini, tema ini kedepannya akan semakin penting dan relevan bagi perekonomian seluruh dunia.

”Senang bisa berbagi dan berdiskusi mengenai isu-isu keuangan dunia dengan para kolega Menteri Keuangan pada APEC kali ini. Semoga seluruh upaya dan ikhtiar kita untuk mencapai kemakmuran serta kesejahteraan bersama senantiasa mendapat rida-Nya,” pungkas Menkeu.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO),

Kamis, 29 Februari 2024 - 13:16 WIB

Layanan Spesialisasi Dorong Pertumbuhan Kinerja SILO

PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO), anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) di sektor layanan kesehatan, berkomitmen untuk terus mengembangkan industri kesehatan di Indonesia melalui…

BUMN Berhasil Kurangi 21% Impor Amonium Nitrat melalui Pengoperasian PT KAN

Kamis, 29 Februari 2024 - 13:09 WIB

Dorong Hilirisasi, BUMN Berhasil Kurangi 21% Impor Amonium Nitrat melalui Pengoperasian PT KAN

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meresmikan PabrikAmonium Nitrat BUMN pertama di Indonesia, PT Kaltim Amonium Nitrat (KAN), di kawasan Kaltim Industrial Estate (KIE) di Bontang, Kalimantan…

TIKI Raih Penghargaan Indonesia TOP Digital PR Award 2024 Kategori Jasa Pengiriman

Kamis, 29 Februari 2024 - 11:48 WIB

TIKI Raih Penghargaan untuk Jasa Pengiriman

PT. Citra Van Titipan Kilat (TIKI), perusahaan jasa pengiriman terkemuka di Indonesia dengan rekam jejak lebih dari 53 tahun di Indonesia, meraih penghargaan Indonesia TOP Digital PR Award 2024…

Garuda indonesia

Kamis, 29 Februari 2024 - 11:26 WIB

Maskapai GIA Group Menang Ditingkat Banding Atas Gugatan Greyflag Entities

Langkah perbaikan kinerja usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk melalui payung hukum restrukturisasi terus diperkuat pasca Pengadilan Tingkat Banding Paris menolak permohonan banding yang…

IT Active Watch Curve WR01

Kamis, 29 Februari 2024 - 11:13 WIB

IT Perkenalkan Produk Smartwatch Bidik Penggemar Gaya Hidup Aktif

Erajaya Active Lifestyle (ERAL) melalui private label IT (Immersive Tech) memperkenalkan IT Active Watch Curve WR01, produk perdana dari kategori smartwatch.