INDUSTRY.co.id - Yogyakarta - Hadirkan produk dari hewan berkualitas prima, serta mendukung kesejahteraan hewan, Supermarket Super Indo melakukan acara closing ceremony pelatihan penerapan sistem peternakan bebas kandang sangkar (cage free) kepara para pemasok telur ayam di Super Indo. 

Advertisement

Pelatihan ini merupakan hasil kerjasama Super Indo dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Global Food Partners (GFP). Tujuannya untuk mendukung transformasi telur ayam bebas kandang sangkar serta peningkatan kapasitas produsen telur ayam.

Tahun lalu, Super Indo telah memulai kerjasama bersama Universitas Gadjah Mada dan Global Food Partners melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk meningkatkan kapasitas produsen telur ayam. 

Advertisement

"Kami melihat pergerakan ketertarikan yang lebih baik dalam hal kesehatan, kesejahteraan, dan keberlanjutan di market. Karenanya, dalam menyediakan telur ayam di gerai, sumber lokal penting bagi kami, baik dari segi tanggung jawab sosial, keamanan produk, dan aspek kesejahteraan hewam," kata Yuvlinda Susanta, General Manager of Corporate Affairs & Sustainability Super Indo. 

Karena itu penting bagi para peternak ayam petelur untuk mendapatkan edukasinya sedini mungkin dan mengambil peluang bisnis di masa depan.  Selanjutnya sejak Maret 2021, Super Indo telah menambahkan pilihan telur tanpa sangkar atau cage-free egg di seluruh gerai Super Indo. 

Advertisement

"Kami juga mengedukasi pelanggan secara komprehensif untuk membantu mereka memahami manfaat telur tanpa kandang sekat atau cage free egg ini,” kata Yuvlinda.

Saat ini, Universitas Gadjah Mada bersama Global Food Partners telah membangun Cage-free Innovation and Welfare Hub di Yogyakarta, Indonesia. Pusat Pelatihan International dan Peternakan Model untuk produksi dan manajemen telur merupakan yang pertama di Indonesia dan bahkan di Asia Tenggara.

Advertisement

“Kami sangat senang Super Indo mengirimkan para pemasok telur ayamnya untuk mengikuti pelatihan cage free ini. Kalau kita lihat cage free sistem ini adalah model. Jadi model yang bisa digunakan untuk pendidikan maupun dipergunakan dalam bisnis," Ungkap Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Si., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. 

Ketika berbicara tentang peternakan ayam, terdapat 3 sistem yang dapat diterapkan. Yang pertama adalah konvensional yang kita jumpai kebanyakan peternak baik kecil maupun skala industri yang bersangkar satu-satu. 

Yang kedua adalah cage free system ini yaitu memberikan luasan yang berbatas. Yaitu disediakan sangkar yang alamiah, sehingga ayam bisa bertengger, bertelur dengan nyaman. Kemudian level ketiga adalah yakni free range. Memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada ayam untuk bisa bergerak secara menyeluruh. 

“Pelatihan ini merupakan implementasi dari poin kerjasama GFP bersama Super Indo dan UGM. Kerjasama yang telah dilakukan tentunya memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas produsen telur ayam Super Indo akan sistem cage free," kata Kristina Yolanda, Indonesia Program Manager Global Food Partners.