INDUSTRY.co.id - Bandung - Komunitas alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam relawan Gajah Gibran, menyesalkan merebaknya kembali narasi hoax dan perpecahan jelang Pemilu 2024. 

Advertisement

Padahal dengan semakin dekatnya Pemilu 2024, amatlah penting untuk semua pihak ikut ambil bagian menciptakan suasana kondusif selama musim kampanye. Relawan Gajah Gibran yang mendukung pencalonan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka maju sebagai Calon Wakil Presiden Menolak kembalinya narasi hoax dan kebencian pada pemilu 2024.

Toto Abraham, salah seorang alumni ITB yang menjadi ketua relawan Gajah Gibran. Dia mengatakan, "Dalam setiap perhelatan pemilu baik pilpres dan pilkada, bangsa kita bukan nya bergembira dalam pesta demokrasi, malah tercabik dan terpecah belah. Ini diakibatkan narasi hoax dan kebencian yang semakin kencang di era internet dan media sosial."

Advertisement

Lebih lanjut Toto mengatakan Presiden Jokowi sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara dalam berbagai pernyataan mewanti-wanti agar tetap menjaga kesejukan dan persatuan. 

"Bahkan lebih konkrit, di penyusunan kabinet tahun 2019 beliau menunjukkan niat itu dengan merangkul Pak Prabowo Subianto menjadi salah satu menterinya," ujar Toto Abraham dalam siaran pers kepada wartawan, Selasa (31/10/2024). 

Advertisement

Salah satu hoax yang diidentifikasi Toto  baru-baru ini adalah narasi yang dilontarkan pengamat politik dari Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan di sebuah televisi swasta. 

Syahganda kembali menuduh Presiden Jokowi dan putranya Gibran Rakabuming Raka menyebarkan ideologi sosialisme dan komunisme. Bahkan disebutkan juga Presiden Jokowi meminta kepada Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Sukarnoputri agar dijadikan ketua umum PDIP. 

Advertisement

Hal senada juga disampaikan oleh Hokkop, alumni muda ITB yang juga menjadi inisiator relawan Gibran. Hokkop berpendapat bahwa kaum muda menjadi apatis bahkan muak dengan pemilu dan politik karena narasi hoax dan kebencian yang terus berulang di setiap musim kampanye. 

Ini salah satu concern teman-teman untuk kemudian berkumpul dalam relawan Gajah Gibran. "Kami sangat miris dengan apa yang disampaikan oleh bang Syahganda kemarin, apalagi beliau adalah salah satu alumni senior ITB yang berkecimpung di politik nasional," tambah Hokkop.

"Berbeda pilihan dalam pemilu adalah hal wajar. Jangan lah sampai membuat masyarakat terbelah dan terpecah. Politisi, pengamat dan relawan harus ikut ambil bagian menjaga kesejukan dalam perhelatan pesta demokrasi di negara tercinta ini," tandas Hokkop.