INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo berkomitmen terus memperkuat lini bisnisnya, salah satu cara adalah dengan telah melakukan transformasi.
Brellian Gema, Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Rabu (25/10/2023) menyampaikan terdapat 3 (tiga) poinutama transformasi yang telah dilakukan Perusahaan, yaitu dalam hal proses bisnis, sumberdaya manusia, serta tata kelola dan manajemen risiko.
Pada proses bisnis, saat ini Perusahaan fokus pada pertumbuhan bisnis yang profitable dansustainable baik pada bisnis penugasan pemerintah maupun non pemerintah, sertamemperkuat support business untuk memberikan pelayanan prima kepada nasabah, yangsalah satu upayanya adalah melakukan sentralisasi proses bisnis.
Lalu strategi utama Perusahaan dalam melakukan transformasi SDM adalah meningkatkankemampuan karyawan agar dapat menjadi risk management partner dengan menyediakansolusi pengelolaan risiko untuk nasabah.
“Dengan menjadi partner tentunya kami dapat dengan mudah membaca kebutuhan tiapnasabah sehingga kami memiliki informasi tambahan untuk menyelaraskan produk dan kanaldistribusi seperti apa yang tepat,” lanjutnya.
Sesuai arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang menekankan pentingnya nilai inti AKHLAKsebagai bagian dari upaya transformasi menyeluruh di Kementerian dan semua perusahaanBUMN, Asuransi Jasindo juga melakukan pengembangan terhadap tata kelola danmanajemen risiko melalui penerapan GRC (Governance, Risk, dan Compliance). Hal inidilakukan agar Perusahaan dapat menjaga Amanah yang dipercayakan oleh setiaptertanggung dalam hal pengelolaan risiko.
“Menurut kami, bisnis dapat bertahan apabila setiap proses di dalamnya sudahmengedepankan keberlanjutan baik dalam hal governance, risk, dan compliance. Salah satudari komitmen kami mengenai ini telah kami wujudkan dengan adanya aplikasiSistem GRC (Governance, Risk, dan Compliance), yang membuat Asuransi Jasindomendapatkan penghargaan Top GRC 4 Stars 2023 pada acara Top GRC Awards 2023 yangdigagas oleh para profesional dan asosiasi di bidang GRC,” katanya.
Sebagaimana diketahui, saat memasuki tahun 2022 nilai RBC Asuransi Jasindo tidakmemenuhi batas minimum yang telah ditentukan OJK. Oleh karena itu, untuk memperbaikikondisi Keuangan, Perusahaan diwajibkan untuk menyusun Rencana Penyehatan Keuangan(RPK), yang dimana transformasi ini memiliki peran penting dalam mendukung kesuksesan
Rencana Penyehatan Keuangan tersebut, sehingga Asuransi Jasindo dapat kembaliberkontribusi pada perekonomian Indonesia secara maksimal.
Selain melakukan transformasi, Asuransi Jasindo sebagai perusahaan yang telahberpengalaman selama 50 tahun dalam memberikan proteksi bagi masyarakat dan pelakubisnis di Indonesia juga mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah melalui beberapa
program penugasan yang ditujukan untuk mendukung dan menjaga perekonomian Indonesia,yang diantaranya adalah Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), Asuransi Usaha Ternak
Sapi/Kerbau (AUTS/K), dan Asuransi Barang Milik Negara (ABMN).
"Asuransi Jasindo berkomitmen untuk menjaga amanah yang diberikan Pemerintah melaluiprogram penugasan ini dengan baik. Kami percaya bahwa dengan kerja sama yang kuat dankomitmen bersama, kami dapat mendukung keberhasilan setiap program yang dicanangkanoleh pemerintah untuk Indonesia yang lebih maju," katanya.
Terakhir, Brellian Gema menegaskan bahwa kolaborasi merupakan faktor pendukung dalamkesuksesan kinerja Asuransi Jasindo. Kolaborasi dilakukan baik dengan sesama anggotaHolding IFG maupun antar perusahaan BUMN lainnya. Asuransi Jasindo sebagai bagian dariIndonesia Financial Group (IFG), holding asuransi, penjaminan, dan investasi BUMN, tentunyaselalu mengedepankan sinergitas baik antar anggota holding dan afiliasinya maupun antarperusahaan BUMN, baik dalam hal bisnis maupun kegiatan-kegiatan lainnya.
“Ini penting kami lakukan sebagai bentuk dukungan Asuransi Jasindo terhadap perusahaanBUMN lainnya yang bergerak di berbagai jenis industri dengan memberikan perlindunganasuransi untuk mendukung operasional bisnisnya,” tutupnya.