Jalan Tol Serang-Panimbang, Janji Jokowi Harapan bagi Rakyat dan Pelaku Usaha di Banten Selatan

Oleh : Nandi Nanti | Senin, 18 September 2023 - 15:58 WIB

Foto Utama: Ilustrasi Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang (dok PUPR)
Foto Utama: Ilustrasi Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang (dok PUPR)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pada tahun 2015 silam, Sofyan Djalil, Menko Perekonomian RI mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, di Pandeglang, Banten Selatan.

Dalam kesempatan itu, Menko Sofyan Djalil mengemukakan bahwa Kawasan Tanjung Lesung telah dikembangkan selama 25 tahun oleh Setyono Djuandi Darmono (Founder PT Jababeka Tbk).

"Tanjung Lesung ini dibangun oleh Pak Darmono, berdarah-darah, tidak pernah menyerah. Pak Darmono ini mau rugi 25 tahun, masih terus pompa uang ke Tanjung Lesung," kata Sofyan Djalil.

"Pak Darmono ini bukan bisnisman, beliau lebih seperti seorang negarawan, yang memperhatikan rakyat Banten Selatan yang mengalami ketertinggalan dalam segala bidang," tutur Sofyan Djalil lagi.

Mendengar kisah ini, Presiden Jokowi langsung menyampaikan bahwa pemerintah akan memberi dukungan jalan tol dari Serang ke Panimbang guna pengembangan kawasan perekonomian di Tanjung Lesung.

Bahkan, Presiden Jokowi berjanji akan menyelesaikan pembangunan jalan tol tersebut dalam masa pemerintahannya.

Sekadar informasi, Jalan Tol ini sendiri akan mendukung akses dari Jakarta menuju kawasan pariwisata Banten dan sekitarnya, seperti Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Tanjung Lesung dan Taman Nasional Ujung Kulon.

Selain itu, Tol Serang-Panimbang ini juga menjadi tonggak penting bagi upaya pemerintah dalam pengentasan kemiskinan ekstrem di daerah Banten, utamanya di dua Kabupaten, yakni Lebak dan Pandeglang.

Dimana menurut data yang diterbitkan BPS Provinsi Banten disebutkan bahwa pada tahun 2022, penduduk miskin ekstrem terbesar terdapat di Kabupaten Pandeglang berjumlah 22,43 ribu dan Kabupaten Lebak 28,51 ribu.

Dari kondisi tersebut, harapan rakyat di Provinsi Banten Selatan mulai tumbuh karena adanya pembangunan jalan tol Serang-Panimbang.

Melalui jalan tol ini pula, pengembangan ekonomi di Banten Selatan, terutama di kedua kabupaten tersebut akan banyak terbantu.

Berbagai investasi dan uang yang menumpuk di Jakarta diharapkan dapat mengalir deras ke wilayah itu.

Dengan demikian, tujuan pembangunan jalan tol yang dicetuskan oleh Presiden Jokowi disaat Peresmian KEK Tanjung Lesung delapan tahun lalu guna mempercepat pengembangan kawasan perekonomian sekaligus penciptaan lapangan kerja baru sebagai jalan keluar rakyat dari kemiskinan di Banten Selatan dapat tercapai.

Ket Foto; Presiden Jokowi bersama Menko Perekonomian Sofyan Djalil dan SD Darmono Founder PT Jababeka Tbk saat peresmian KEK Tanjung Lesung tahun 2015

Harapan Pelaku Usaha

Animo pelaku usaha di Banten Selatan menantikan realisasi pembangunan jalan tol Serang-Panimbang ini sangat tinggi.

Salah satunya adalah Widiasmanto, Direktur Tanjung Lesung (PT Banten West Java), yang sangat mengharapkan penyelesaian proyek jalan tol Serang-Panimbang secara keseluruhan sejauh 83,6 km bisa dilaksanakan tepat waktu sesuai update dari pihak PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yaitu pada tahun 2024 mendatang.

“Jika jalan tol ini beroperasi, maka kami yakin sangat membantu perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di Pandeglang Banten, serta akan memberikan pengaruh yang positif terhadap progres KEK Tanjung Lesung,” papar Widiasmanto.

Menurutnya, bahwa dengan jarak 2,5 jam perjalanan dari ibukota Jakarta, wilayah ini akan sangat terdukung oleh perjalanan wisatawan sehingga akan menumbuhkan investasi terutama di sektor pariwisata.

“Ini yang ditunggu-tunggu para calon investor selama ini agar mereka dapat berinvestasi di KEK Tanjung Lesung. Kita tahu daerah Banten Selatan kaya akan destinasi wisata yang terkenal seperti Ujung Kulon, wisata bahari yang terkenal bersih dan pemandangan yang sangat cantik serta jaraknya tidak terlalu jauh dari Jakarta,” ujar Widiasmanto.

Ia, dari pengelola kawasan Tanjung Lesung juga menyatakan sudah menyiapkan masterplan untuk para investor dan memastikan kebutuhan di kawasan dengan kebutuhan infrastruktur di dalam kawasan yang sudah siap seperti akses jalan, listrik, air, dan jaringan telekomunikasi.

Dan seiring dengan akan selesainya proyek jalan tol ini, dirinya juga berharap semua stakeholder pariwisata, baik dari kesiapan SDM, seperti sekolah tinggi pariwisata atau vokasi lainnya dan pengelolaan destinasi-destinasi wisata lainya juga saling berkolaborasi agar Banten Selatan bisa menjadi destinasi wisata favorit terbaik untuk wisatawan domestik maupun mancanegara.

Di samping itu, demikian Widiasmanto, kesiapan UMKM, Seni budaya, dan industri pariwisata lainnya pasti akan memperoleh imbas positif atas terkoneksinya akses jalan tol tersebut.

Ket Foto; Widiasmanto, Direktur Tanjung Lesung. Nano Mardianto, GM Asoka Resort Hotel. Cristian PB Halim, Direktur Umang Beach Club dan Uding Saprudin Manager Mutiara Carita Cottages

Selain Widi, Christian PB Halim, Direktur Umang Beach Club juga mengungkapkan, jalan tol Serang-Panimbang yang Insya Allah akan terwujud pada 2024 itu didambakan oleh semua pihak, baik warga dan seluruh pengusaha bidang apapun. Pasalnya, jalan tol tersebut akan mempermudah akses dari Jakarta untuk menuju ke Panimbang, Tanjung Lesung, Sumur, Ujung Kulon, Cibaliung, dan sebagainya dengan jarak tempuh yang memenuhi syarat, terutama di bidang pariwisata.

Seperti diketahui, kawasan Kabupaten Pandeglang, khususnya Tanjung Lesung, Ujung Kulon, Sumur, dan Cibaliung merupakan remote area yang tidak mudah tersentuh oleh berbagai informasi dan kemajuan dari luar kawasan tersebut karena aksesibilitas ke kawasan tersebut sangat terbatas, apalagi kawasan itu terletak di ujung Pulau Jawa.

“Jika jalan tol tersebut telah selesai dibangun dan siap digunakan, maka hal itu otomatis akan mempermudah akses dari Jakarta ke Panimbang, Tanjung Lesung, Sumur, Ujung Kulon, Cibaliung, dan sebagainya dengan jarak tempuh kurang dari 3 jam. Pasalnya, jika waktu tempuh lebih dari 3 jam memang harus betul-betul mempunyai destinasi yang betul-betul extraordinary dan luar biasa,” tegas Christian.

Christian menuturkan, sedangkan area Tanjung Lesung sampai ke Ujung Kulon itu merupakan pantai sepanjang kurang lebih 60 km yang merupakan daerah pertumbuhan wisata yang sangat menjanjikan di kemudian hari. Karena itu, tol Panimbang ini tentunya merupakan gagasan strategis. Ini adalah kebijakan strategis pemerintah sehingga menjadi proyek prioritas nasional karena tol Serang-Panimbang ini akan membuka isolasi dari kawasan Tanjung Lesung, Sumur, Ujung Kulon, Cibaliung dan juga merupakan akses ke Pantai Selatan.

“Kami saat ini masih terus optimistis karena mulai dari Menteri PUPR hingga Presiden sejak 2015 dan satu tahun terakhir masih menyatakan bahwa tol Serang-Panimbang ini akan selesai pada 2024. Jadi, kita sebagai warga masyarakat hanya bisa berharap bahwa pemerintah pusat dalam hal ini Presiden melalui Menteri PUPR dapat mewujudkan janjinya sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat,” jelas Christian.

Christian juga menuturkan, tol Serang-Panimbang ini sangat didambakan dan dibutuhkan karena akan membuka isolasi sehingga kawasan pariwisata dari Tanjung Lesung sampai ke Taman Jaya yang berjarak sekitar 60 km bisa tumbuh dengan cepat karena aksesibilitas tadi, yaitu jarak tempuh dibawah 3 jam yang membuat destinasi menjadi preferable.

“Seperti kita ketahui, pariwisata di kawasan ini menyentuh banyak kepentingan secara ekonomi karena mempunyai multiplier effect yang sangat luas di dalam sendi-sendi ekonomi masyarakat mulai dari warung, toko, nelayan dan sebagainya yang akan terlibat dalam menikmati pertumbuhan ekonomi, termasuk arus logistik dari pertanian dan hasil nelayan yang semuanya itu akan jadi kemudahan,” imbuh Christian.

Adapun, Nano Mardianto, GM Asoka Resort Hotel, mengemukakan, jalan tol Serang-Panimbang merupakan program pemerintah yang sangat didambakan. Pasalnya, keberadaan tol tersebut dapat digunakan oleh para tamu hotelnya dari Jakarta dengan waktu yang lebih singkat dan penggunaan BBM (Bahan Bakar Minyak-red) yang lebih hemat.

“Sebagai pengelola tempat wisata yang profesional, kami akan menawarkan banyak paket wisata yang hits dan dibutuhkan konsumen. Karena itu, kami siap memberikan pelatihan kepada SDM (Sumber Daya Manusia-red) manajemen hotel yang lebih baik lagi dan memberikan promosi kepada pemerintah mengenai destinasi wisata Banten Selatan, bahkan mungkin lebih kenceng lagi ke mancanegara,” paparnya.

Sementara itu, Uding Saprudin, Manager Marketing Mutiara Carita Cottages, mengemukakan, para pelaku dan insan pariwisata Pandeglang Banten sangat menyambut baik dengan dibukanya jalan tol Serang-Panimbang, karena hal itu merupakan bagian dari harapan semua masyarakat Banten terutama yang di Pandeglang.

“Pastinya banyak hal positif, tetapi kalau boleh usul, alangkah bagus kalau exit tol bukan hanya di Tanjung Lesung saja, tetapi ada juga exit-nya di Pagelaran yang nota bene deket ke Carita dan Labuan,” tutur Uding.

Uding berharap, intinya semoga hal ini dapat terwujud agar seluruh aspek transportasi di kawasan Selatan berjalan indah dan masyarakat merasakan dampak kehadirannya.

Tol Rampung Kuartal I-2024

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menggenjot penyelesaian pembangunan infrastruktur jalan tol Serang - Panimbang sepanjang 83,67 kilometer.

Upaya percepatan pembangunan jalan tol yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) ini sendiri dilakukan sebagai bentuk realisasi dari komitmen Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jalan Tol Serang - Panimbang sepanjang 83,67 kilometer ini sendiri terbagi menjadi 3 Seksi.

Di mana, Seksi 1 sepanjang 26,50 km yang menghubungkan Serang – Rangkasbitung telah beroperasi sejak 2021.

Adapun, Seksi 2 sepanjang 24,17 km yang menghubungkan Rangkasbitung-Cileles hingga awal Agustus lalu progres konstruksinya mencapai 52,45 persen.

Sementara itu, Seksi 3 sepanjang 33 km yang menghubungkan Cileles – Panimbang progres konstruksinya dilaporkan mencapai 13,84 persen.

Sebagai catatan, Seksi 1 dan 2 Jalan Tol Serang-Panimbang menjadi porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Wijaya Karya Serang Panimbang. Sedangkan, Seksi 3 menjadi porsi pemerintah.

"Yang 33 km ini bagiannya pemerintah, dengan anggaran sekitar Rp 4,6 triliun kita akan selesaikan kuartal I-2024, supaya bisa mulai destinasi wisata Tanjung Lesung," jelas Menteri Basuki di acara Groundbreaking Jalan Tol Exit Panimbang di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Senin (8/8/2022).

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Penampilan memukau Ruth Sahanaya di konser “40 Tahun Simfoni Dari Hati”.

Minggu, 23 Juni 2024 - 19:28 WIB

Kemegahan Penampilan Ruth Sahanaya Setelah 15 Tahun

Ruth Sahanaya membuktikan janjinya akan membuat penonton konsernya puas dengan sajian 33 lagu yang dikemas dengan apik oleh Tohpati Orkestra.

(Ki-ka). Peresmian dilakukan oleh Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna, Ketua Lembaga Wakaf MES Nurul Huda, SVP Islamic Ecosystem Solution BSI Syukron Habiby dan Badan Pengurus Harian MES Siti Marifah

Minggu, 23 Juni 2024 - 17:49 WIB

BSI & MES Luncurkan Deposito Wakaf untuk Jaminan Sosial Pekerja Informal

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) berkolaborasi meluncurkan program cash wakaf linked deposito dengan nomor seri CWLD LW-MES.BSI.03.Pekerja Informal pada…

Kelompok Tani Dahlia 07 Cempaka Putih Jakarta pusat

Minggu, 23 Juni 2024 - 17:41 WIB

Didukung BRINita, Kelompok Tani Ini Sulap Lahan Terbengkalai Jadi Produktif

Warga yang tinggal di sekitar area RW 07 Cempaka Putih Barat, Jakarta, merasakan perubahan positif di lingkungan tempat tinggal mereka. Jika dulunya sebidang lahan terbengkalai yang tampak tidak…

BTN JAKARTA INTERNATIONAL MARATHON 2024 SUKSES DIGELAR

Minggu, 23 Juni 2024 - 16:12 WIB

BTN Jakarta International Marathon 2024 Sukses Digelar

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) sukses menggelar ajang BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2024 pada Minggu,…

Pekerja di industri keramik (foto Bisnis.com)

Minggu, 23 Juni 2024 - 14:35 WIB

Asaki Desak Bea Masuk Diatas 100% untuk Produk Keramik Impor

Asaki mendesak KADI untuk segera mengeluarkan hasil akhir penyidikan Antidumping terhadap produk keramik Tiongkok dalam bulan Juni ini dengan besaran di atas 100%.