INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance) sebagai perusahaan asuransi jiwa berbasis digital yang berfokus pada nasabah menghadirkan, FWD Berkah Pendidikan, produk asuransi pendidikan pertama di Indonesia yang menyediakan manfaat asuransi dengan layanan dukungan konseling bagi orang tua dalam mendampingi buah hati mereka menyiapkan masa depan. Hal ini dapat menjadi solusi untuk mendapatkan akses ke jenjang pendidikan tinggi di universitas.

“Masyarakat Indonesia menghadapi tantangan kenaikan biaya pendidikan yang berkisar 10 hingga 15 persen setiap tahun menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Oleh karena itu FWD Berkah Pendidikan, produk asuransi dengan prinsip syariah hadir untuk mendukung orang tua yang mempersiapkan rencana pendidikan bagi anak mereka.” kata Ade Bungsu, Direktur, Chief Syariah and Business Development Officer FWD Insurance, Selasa (12/9/2023).

Berikut keunggulan FWD Berkah Pendidikan yang dapat membantu para orang tua merencanakan pendidikan anak:

• Manfaat tunai yang dapat digunakan untuk dana pendidikan anak selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang diberikan secara sekaligus dan bulanan ketika anak berusia 18 sampai dengan 22 tahun.

• Proteksi finansial berupa santunan tunai dan pembebasan pembayaran kontribusi lanjutan, serta dana tunai pendidikan berkala ketika terjadi risiko terhadap orang tua, seperti meninggal dunia, cacat tetap total, dan terdiagnosa salah satu penyakit kritis. Sehingga diharapkan pendidikan buah hati dapat tetap berjalan sesuai rencana meskipun terjadi risiko terhadap orang tua selama masa pendidikan hingga lulus kuliah. Proteksi finansial ini merupakan proposisi produk yang berbeda dan pertama di pasar.

• Fleksibilitas untuk menyesuaikan jangka waktu pembayaran kontribusi sesuai kemampuan.

Ayoe Sutomo, M.Psi, sebagai seorang psikolog klinis profesional dalam acara press conference mengatakan bahwa setiap orang tua pasti ingin memberikan pendidikan yang terbaik untuk anaknya. Dalam perjalanan mempersiapkan pendidikan masa depan anak, seringkali terdapat berbagai tantangan yang dapat mengganggu kesejahteraan psikologis (psychological well-being) orang tua. 

"Hal ini tak jarang memicu konflik dan perubahan kondisi emosional orang tua secara drastis yang juga dapat berdampak pada komunikasi dan kehidupan sehari-hari. Untuk itu, kesehatan mental orang tua penting untuk diperhatikan. Mereka perlu mendapat masukan dan konseling agar lebih siap untuk mempersiapkan masa depan anak yang lebih baik," kata Ayoe.