INDUSTRY.co.id - Tangerang – HOPE Academy, sekolah Kristen bertaraf internasional yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH), terus membuktikan komitmen nyata dalam memajukan pendidikan di Indonesia dengan melakukan pengembangan pembangunan sekolah ke kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Teluknaga, Kab. Tangerang. Kamis, 31 Agustus 2023, HOPE Academy menggelar Groundbreaking Ceremony atau peletakan batu pertama yang menandai dimulainya pembangunan HOPE Academy PIK 2.

Acara seremoni ini dilaksanakan di Sedayu Indo City PIK 2, Teluknaga, Kab. Tangerang dan dihadiri oleh Dr. (HC) James T. Riady selaku Pendiri dan Ketua Pembina YPPH; Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., selaku Ketua YPPH; Dr. Stephanie Riady, B.A., M.Ed., selaku Direktur Eksekutif YPPH; Sugianto Kusuma selaku Chairman Agung Sedayu Group; Natalia Kusumo selaku CEO of Hotels and Malls (Amantara); Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd., selaku Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama (Kemenag) RI; dan Cahyo Rahadian Muzhar, S.H., LL.M., selaku Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI. Prosesi Groundbreaking ini menjadi bukti kesiapan HOPE Academy PIK 2 dalam mempersembahkan sistem pendidikan dan fasilitas terbaik bagi siswa-siswinya.

Jonathan L. Parapak, Ketua YPPH yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Pelita Harapan (UPH) menyatakan kegembiraannya dan berterima kasih kepada pihak-pihak yang mendukung pembangunan HOPE Academy PIK 2.

“Kita harus menyiapkan putra-putri yang kreatif, yang mampu berpikir kristis, dan yang dapat membangun konektivitas. Di Yayasan Pendidikan Pelita Harapan salah satu yang utama adalah yang benar-benar percaya kepada Tuhan. Karena itulah kita selalu berbicara tentang holistik, serta transformative education  yang berpusat pada Kristus. Inilah yang menjadi tujuan kita, sehingga di HOPE Academy PIK 2 ini kita harapkan menjadi pusat untuk melahirkan para pemimpin masa depan,” kata Jonathan.

HOPE Academy PIK 2 akan dibangun di atas lahan seluas 15.000 meter persegi dengan konsep Sustainable and Green. Memiliki desain rancangan arsitektur yang ramah lingkungan, bangunan HOPE Academy PIK 2 ini akan membuat banyak area dengan pencahayaan secara alami dan aliran udara yang maksimal.

Dilengkapi dengan beragam fasilitas yang up to date untuk mendukung pembelajaran para anak didik, mulai dari music studio, art studio, cooking studio, pottery studio, makerspace, science lab, collaborative space, sensory room, lapangan sepak bola, lapangan basket, bahkan fasilitas yang sangat spesial pun disediakan oleh HOPE Academy PIK 2, yaitu fasilitas childcare.

Direktur Eksekutif YPPH, Stephanie Riady mengatakan bahwa sesuai dengan visi dan misi YPPH, HOPE Academy akan berkontribusi maksimal dalam memberi dampak bagi bangsa lewat pendidikan. Dalam kesempatan itu, ia memaparkan bahwa YPPH telah menghadirkan 52 sekolah, baik berbasis nasional

maupun internasional dan satu universitas yang tersebar mulai dari Nias, Sumatera Utara, hingga pegunungan Papua; dengan 4500 tenaga pendidik serta pendukung administratif.

Ia melanjutkan, keunggulan HOPE Academy adalah pendidikan yang bukan berdasarkan penghafalan, tetapi pendidikan yang menggunakan sistem belajar interdisipliner, di mana mata pelajaran tidak terkotak-kotak, melainkan mengintegrasikan semua bidang menjadi unit dan proyek yang lintas subjek. Ia juga menambahkan, pembangunan HOPE Academy PIK 2 akan diupayakan berjalan lancar dan tepat waktu, sehingga dapat selesai pada awal tahun 2025. Sesuai rencana, kegiatan belajar mengajar di HOPE Academy PIK 2 akan siap dimulai untuk tahun akademik 2025/2026.

“Oleh karena itu, kami mendidik anak-anak yang cerdas, yang juga memiliki pemikiran kritis dan mampu memecahkan masalah. Terlebih lagi, HOPE Academy juga unggul karena kami mempunyai moto ‘No Child  Left Behind’, di mana sekolah-sekolah lain mungkin mengeluarkan anak-anak yang tidak dapat bertumbuh secara akademik, tapi di HOPE Academy, kami mengetahui bahwa setiap anak diciptakan Tuhan dengan unik. Kami akan mendukung semua anak sesuai potensi mereka masing-masing. Pendidikan HOPE Academy dan semua sekolah di bawah Yayasan Pendidikan Pelita Harapan berdasarkan iman Kristiani, karena kami percaya bahwa pendidikan yang terbaik adalah pendidikan yang dilandasi system kepercayaan dan moralitas yang kuat,” papar Stephanie dengan semangat.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kemenag RI, Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd., menyambut baik upaya YPPH yang terus memajukan Indonesia melalui sektor pendidikan. Dalam pidatonya ia mengatakan, ”Bagi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, YPPH termasuk yayasan pioneer yang bekerja dengan cara yang tidak biasa, tetapi secara visioner, komprehensif, dan multi jenjang. Pendidikan transformatif sekaligus religius yang menjadi fokus layanan pendidikan YPPH dengan iman kepada Tuhan, merupakan nilai-nilai fundamental yang mencerminkan keinginan untuk membentuk individu yang memiliki karakter kuat dalam dimensi moralitas dan komitmen spiritual.”

Pada kesempatan yang sama, Cahyo Rahadian Muzhar, S.H., LL.M., Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham RI mengatakan bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk belajar, tetapi juga ruang di mana generasi muda membentuk karakter dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

“HOPE Academy tidak hanya sebagai suatu tempat untuk meraih pendidikan, tetapi suatu tempat yang memberikan putra-putri yang bersekolah di sini menjadi putra-putri anak bangsa yang betul-betul pintar, cerdas, but at the same time juga mempunyai morality yang lebih dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena kalau orang pintar, tapi tidak punya moral, itu pasti daya rusaknya akan sangat tinggi sekali,” ucapnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, H. Fahrudin mengemukakan, ”Pendirian HOPE Academy merupakan salah satu jawaban, sehingga perbedaan mutu pendidikan di Kabupaten Tangerang tidak ada lagi. HOPE Academy bukan hanya berdiri untuk kalangan tertentu, tetapi juga diharapkan msebagai salah satu praktik baik bagi sekolah-sekolah lainnya yang membutuhkan inovasi maupun

transformasi di bidang teknologi.”

Gedung HOPE Academy PIK 2 dipersiapkan untuk kapasitas lebih dari 1000 siswa, menyediakan dan melayani berbagai jenjang pendidikan dengan kurikulum berstandar internasional, mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini (Pre-School), Sekolah Dasar (Elementary School), Sekolah Menengah Pertama (Junior High School), hingga Sekolah Menengah Atas (Senior High School).

Recky Rendy S.Pd., M.Sc.Ed. selaku Head of School HOPE Academy menambahkan, “Kami mengedepankan pendidikan Kristen yang holistik, HOPE Academy berkomitmen untuk mendidik anak bukan hanya secara akademis tetapi juga social, emotional, physical and spiritual. Dengan menggandeng kurikulum International Baccalaureate (IB), kami memperlengkapi anak-anak dengan 21 st century mindset, yaitu pemikiran yang internasional serta kritis agar mereka bukan hanya siap menghadapi masa depan, tetapi juga siap membentuk masa depan. Kami percaya setiap anak berharga dan punya kesempatan untuk belajar semaksimal mungkin meskipun memiliki tantangan yang berbeda-beda, oleh karena itu, kami memiliki learning support department dan pendidikan inklusif untuk membantu anakanak belajar dan bertumbuh sesuai dengan tantangan dan kebutuhannya masing-masing. Inilah yang menjadikan HOPE Academy berbeda dari sekolah lainnya,” tutur Recky. Groundbreaking ceremony yang istimewa dan bersejarah ini juga dihadiri oleh jajaran manajemen dari Agung Sedayu Group (ASG) yang mendukung proses pembangunan dan pengembangan HOPE Academy.

Mereka memberikan apresiasi untuk HOPE Academy yang telah berupaya menyediakan pendidikan

berkualitas khususnya di PIK 2. Dalam acara tersebut, groundbreaking secara simbolis dilakukan bersamasama oleh jajaran manajemen YPPH dan ASG. Saat sekop pertama tanah digali, tepuk tangan riuh menggema, menggambarkan semangat dan harapan baru yang sedang ditanamkan dalam proyek pembangunan HOPE Academy PIK 2 ini.

Natalia Kusumo selaku CEO of Hotels and Malls (Amantara) mengatakan PIK 2 sebagai kawasan yang komprehensif dan terintegrasi tidak hanya menghadirkan kawasan hunian, perkantoran, kesehatan, dan hiburan, tetapi juga berfokus pada pendidikan yang berkualitas.

Ia menyampaikan, ”Kami mengembangkan kawasan ‘Edu City’ di PIK 2 yang ke depannya akan menjadi pusat berbagai institusi pendidikan dan fasilitas penunjangnya. Kami berharap pembangunan HOPE Academy ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,sehingga dapat mulai beroperasi sesuai target di bulan Juli tahun 2025. Agung Sedayu Group terus berupaya menghadirkan sarana dan prasarana yang bertujuan untuk membangun kehidupan yang semakin berkualitas dan memajukan pendidikan di Indonesia untuk masa depan bangsa yang lebih cerah.”

Pendiri dan Ketua Pembina YPPH, Dr. (HC) James T. Riady berharap HOPE Academy dapat memberikan kontribusi yang unik, yaitu pengetahuan yang mencari kebenaran, mencari keadilan, serta mencari realita kebenaran berlandaskan Tuhan. Dalam hal ini, James menyoroti tantangan yang akan dihadapi generasi mendatang, khususnya isu gender atau Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

Ia pun berharap, “Semoga murid-murid lulusan dari sini bukan hanya berhasil di dunia, tetapi berhasil secara holistik, menjadi manusia yang beriman, takut akan Tuhan, dan berguna di tengah masyarakat.”

HOPE Academy yang telah didirikan pada tahun 2019 di Puri Indah, Jakarta Barat, dan kini melebarkan sayap ke kawasan PIK 2, berkomitmen untuk menyediakan sistem pendidikan dinamis yang modern guna mendukung tumbuh kembang anak secara utuh di tengah zaman yang semakin berkembang pesat.

Didukung dengan beragam fasilitas terkini, HOPE Academy akan memberikan pengalaman bersekolah terbaik dengan harga yang terjangkau.