INDUSTRY.co.id - Jakarta - Schneider Electric, pemimpin global dalam transformasi digital manajemen energi dan otomatisasi, turut serta meramaikan acara Indonesia 4.0 Conference & Expo 2023.
Event yang digagas oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Dewan Transformasi Digital Industri Indonesia (Wantrii) dan didukung Naganaya Indonesia sebagai Official Event Organizer berlangsung dari tanggal 23-24 Agustus 2023 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Ajang kegiatan tahunan, Indonesia 4.0 Conference & Expo 2023, merupakan bagian dari strategi percepatan implementasi transformasi digital di sektor manufaktur seperti yang telah dicanangkan dalam program prioritas nasional Making Indonesia 4.0.
Indonesia 4.0 Conference & Expo 2023 ini merupakan salah satu event Transformasi Digital Industri 4.0 terbesar di Indonesia.
Dalam ajang ini, Schneider Electric memamerkan sejumlah produk, dan solusi untuk mewujudkan transformasi digital yang berkelanjutan.
Cluster President Schneider Electric Indonesia dan Timor Leste, Roberto Rossi mengatakan bahwa, Schneider Electric senantiasa berkomitmen untuk memperhatikan berbagai aspek pada ekosistem yaitu lingkungan, sosial dan tata kelola.
"Sejalan dengan komitmen tersebut, kami memiliki enam pilar utama yang menjadi landasan kami dalam menjalankan usaha, yaitu climate, resources, trust, trust, generations dan local," kata Roberto di Jakarta (23/8).
Sementara itu, Business Vice President Industrial Automation Schneider Electric Indonesia, Martin Setiawan mengungkapkan, pihaknya berkomitmen membantu pemerintah untuk mempercepat implementasi industri 4.0 di Indonesia.
Menurutnya, implementasi industri 4.0 di Indonesia menjadi sangat penting untuk segera dilakukan. Pasalnya, penerapan transformasi digital memberikan berbagai keuntungan peningkatan produktivitas, pengurangan biaya, serta peningkatan kualitas layanan.
Namun disisi lain, lanjut Martin, kurangnya atau belum maksimalnya edukasi terkait industri 4.0 menjadi salah satu tantangan penerapan transformasi digital di Indonesia masih belum berjalan maksimal.
"Kami ingin berperan lebih aktif membantu pemerintah agar akselerasi transformasi digital di Tanah Air dapat lebih cepat," kata Martin.
Sebelumnya, Schneider Electric telah menjalin kerja sama dengan Gabungan Pangusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) dalam pengembangan keahlian digital bagi sumber daya manusia di industri makanan dan minuman (mamin).
Kemitraan strategis ini mencakup pengembangan pendidikan, kurikulum pelatihan, program pelatihan, sertifikasi kompetensi dan konsultansi industry 4.0 readiness assessment untuk para anggota Gapmmi.
Kerja sama tersebut menjadi salah satu upaya Schneider Electric untuk mempercepat penerapan transformasi digital di Indonesia.
Komitmen Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik
Schneider Electric juga menyatakan kesiapannya dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Salah satu upayanya adalah memperkenalkan solusi EVlink, solusi pengisian daya kendaraan listrik (EV) pintar.
Stasiun pengisian daya baru ini mendukung konsumsi energi yang optimal, waktu kerja dan efisiensi yang maksimal, serta membantu memastikan pengalaman pengguna yang lancar bagi pemasang, operator, dan pengemudi kendaraan listrik.

"Kami selalu komitmen mendukung program pemerintah termasuk percepatan ekosistem kendaraan listrik. Kami punya 'equipment-nya' yaitu EVlink mulai dari daya listrik yang kecil hingga yang besar," jelas Martin.
"Kedepannya, kami akan lebih banyak lagi investasi untuk EVlink, mengingat pasar kendaraan listrik global, khususnya Indonesia akan terus meningkat. Ini tentunya menjadi perhatian kami," tutup Martin.