INDUSTRY.co.id-Jakarta-Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan giat dan gencar mempromosikan destinasi pariwisata di tempatnya. Keindahan alamnya, membuka mata dan akan dibuat takjub.
Hasan Ali Bassam Wakil Bupati Halmahera Selatan mengungkapkan promosi destinasi wisata melalui festival Marabose, promosi hingga ke Jakarta.
"Kita ingin destinasi bisa dikenal luas sampai mancanegara," kata dia di Jakarta, Sabtu (22/7/2023).
Sejarah Kabupaten Halmahera Selatan berawal dari sejarah tentang Jajirah Al-Mulk catatan sejarah Jajirah Tuwil jabal Mulk berlanjut dengan kemunculan kesultan Moloku Kie Raha atau Kesultanan 4 gunung di Maluku Utara yang terdiri dari Kesultanan Ternate, Kesultanan Tidore. Kesultanan Jailolo dan Kesultanan Bacan.
Kesultanan Bacan (ﻛﺴﻠﻄﺎﻧﻦ )ﻧﭽﺎﺏ adalah kerajaan yang berpusat di Pulau Bacan, Kepulauan Maluku, Indonesia saat ini, yang muncul dengan perluasan perdagangan rempah-rempah di akhir abad pertengahan. Kesultanan ini berawal di Pulau Makian yang kemudian mengungsi ke Pulau Bacan akibat Gunung Kie Besi dan jangkauan kekuasaannya terdiri dari Kepulauan Bacan (Bacan, Kasiruta, Mandioli, dll) tetapi memiliki pengaruh berkala di Seram dan Kepulauan Raja Ampat. Kesultanan Bacan jatuh di bawah pengaruh kolonial Portugal pada abad ke-16 dan Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) setelah 1609.
Bacan adalah salah satu dari empat kerajaan Maluku (Maloko Kië Raha) bersama dengan Ternate, Tidore dan Jailolo, Setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, fungsi pemerintahan sultan secara bertahap digantikan oleh struktur administrasi modern.
Namun, kesultanan telah dihidupkan kembali sebagai entitas budaya di masa sekarang yang dipimpin oleh Sultan Gerry.
Halmahera Selatan dimekarkan pada tanggal 9 Juni 2003 dengan PJ Bupati pertama Bpk Arif Yasim Wahid . Pemilihan Bupati Pertama tahun 2005 Halmahera Selatan Dr. H.Muhammad Kasuba, M.A. dan Wakil Bupati H. Rusly Abdul Wally, S.IP. Kabupaten Halmahera Selatan sekarang yang dipimpin oleh H.Usman Sidik sebagai Bupati dan Hasan Ali Basam Kasuba sebagai Wakil Bupati, luas wilayahnya 40.263,72 km². Kabupaten Halmahera Selatanterdiriatas 30 kecamatandan 249 Desa dan berpenduduk lebih dari sebanyak 251.299 jiwa.
Ibu kota Kabupaten Halamahera Selatan terletak diKota Labuha. Ada enam pulau utama diantara pulau-pulau kecil di Kabupaten Halmahera Selatan yaitu Pulau Obi,Pulau Bacan,Pulau Makian,Pulau Kayoa,Pulau Kasiruta dan Pulau Mandioli.
Sisanya berada di bagian selatan semenanjung Pulau Halmahera. Terdapat 5 suku besar yang ada di kepulauan Kabupaten Halmahera Selatan yaitu, Suku Tobelo-Galela, Suku Makian-Kayoa, Suku Buton, Suku Bacan dan Suku Bajo. Adapun suku dan etnis yang berdomisili di Kabupaten Halmahera Selatan terdapat 13 etnis.
Festival Marabose adalah sebuah Festival untuk menghidupkan ingatan generasi muda tentang sejarah Hijrahnya Sultan Muhammad Al-Baakir dengan perangkat adatnya dari negeri Dauri Tahane, Limau sigara Dolik, Mara Kie Besi Makian melalui perjalanan laut ( Marabose) Selain merawat ingatan sejarah, festival ini pengunjung juga bisa untuk lebih mengenal Halmahera Selatan baik darisisisejarah Budaya, Kuliner, bahari dan keindahan alamya, tentang si cantik bidadari yang menjadi icon Zerro Point atau Titik awal Smart City Halmahera Selatan.
Mengutip ucapan sang tokoh pemekaran dan pemimpin, Sultan Bacan Dede Gahral Adyan Syah “ Orang bacan adalah orang makean yang Hijrah dan orang makian adalah orang Bacan Yang tinggal.
Pengembangan Destinasi wisata yang sementara dikembangkan oleh pemda Halmahera Selatan
1. Pulau Widi
2. Pulau Tawale
3. Nusa Ra
4. Pulau Guara ici ( underwater )
5. Manggayoang ,Skala prioritas dan pendukung prioritas
6. Aer panas tawa
7. Aer terjun bidadari
8. Pantai Omamoi
9. Aer terjun bibinoi
Selain pariwisata sementara ini juga pemda Halsel juga mengembangkan kawasan geopark. Geopark adalah sebuah konsep berbasis warisan geologi yang memiliki nilai sebagai taman bumi, selain aspek geologi yang memiliki nilai lebih sebagai taman bumi ,aspek geologi (geodivircity) juga didukung oleh keaneka ragaman hayati ( Biodiversity) dan kultur masyarakat ( culturdivercity)Potensi atau geological heritagesite ( geosite) didorong untuk mendukung geopark Bacan,air Panas Tawa , Talaga Nusa, dan manggayoang wayamiga dan sebaran Batuan Metamorf Bacan ,Geosite ini yang terdapat di pulau Bacan sementara geosite lainnya yang juga berpotensi sebagai kawasan geopark. Tersendiriadalah Kars Tawale. Sebagai langka awal dari pencanangan geopark Bacan dan telah ditetapkan dalam pemetaan awal.Dengan mendorong pulau Bacan sebagai kawasan Geopark maka dampaknya adalah wisata berbasis edukasi.
Pulau Bacan juga memiliki Burung Bidadari Halmahera (semioptera wallacii) adalah salah satu dari 27 jenis burung 3antic3 Maluku Utara dan pertama kali ditemukan oleh Alfred Russel Wallace, salah seorang botanis dari Inggeris pada tahun 1858 di pulau Bacan dengan menyebutnya bird of paradise karena memiliki bulu yang sangat 3antic dan mempesona terutama jenis jantan yang memiliki 2 pasang bulu yang menyerupai selendang, sehingga ada yang menyebutnya standard wing. Tak kalah dengan bulunya yang indah tapi juga memiliki suarayang khas dan nyaring menggema di hutan belantara.
Makanannyaterdiri dari serangga, artropoda, dan buah-buahan. Burung jantan bersifat poligami. Mereka berkumpul dan menampilkan tarian udara yang indah, meluncur dengan sayapnya dan mengembangkan bulu pelindung dadanya yang berwarna hijau mencolok sementara bulu putih panjangnya di punggungnya dikibar-kibarkan. Burung bidadari bisa ditemukan di PulauHalmaheradanBacanpada hutan hujan tropis dataran rendah dan bukit-bukit, dan kadang-kadang didaerah berhutan.
Festival Marabose akan diadakan pada tanggal 8- 12 Agustus 2023. Tujuan Pelaksanaan Festival selain menghidupkan kembali sejarah dan budaya serta asal usul kesultanan Bacan, kegiatan ini juga mendongkrak popularitas daerah yang memiliki potesnsidan keindan wisatadi Halmahera Selatan, dan juga menjadi bagian dari promosi Pariwisata, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Halmahera Selatan. Baik dari kearifan local, kuliner, ekonomi kreatif dan destinasi wisata di Halmahera Selatan. Kabupaten Halmahera Selatan adalah daerah yang dijuluki 1001 pulau terdiri dari pulau besar dan kecil yang memiliki potensi sumber keanekaragamanalam dan budaya sehingga memiliki banyak objekwisatasepertiwisata alam, budaya,kulinerdan bahari.
Sebagai wilayah yang sebagian besarnya adalah kepulauan , Peran Dinas Priwisata dan Kebudayaan kabupaten Halmahera Selatan menjadikan daerahnya menjadi destinasi utama di Maluku Utara.
Melalui Festiaval ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Halmahera Selatan berupaya mengembangkan pariwisata Halmahera Selatan , meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan melibatkan masyarakat local dalam upaya pengengambangan pariwisata agarbisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.