INDUSTRY.co.id - Jakarta- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat Agung Suryamal menginginkan percepatan pembangunan pariwisata agar pengembangan lokasi wisata di provinsi tersebut melampaui pariwisata negara lainnya.
"Jawa Barat memiliki banyak destinasi wisata. Namun sayangnya sekitar 60 persen infrastruktur destinasi wisata di Jawa Barat belum dibangun dengan baik," kata Agung Suryamal dalam rilis yang diterima Redaksi di Jakarta, Rabu (19/7/2017).
Menurut Agung, lambatnya pembangunan infrastruktur pariwisata di Jabar dipicu kurangnya pemda dalam menggalang dana untuk melaksanakan proyek pembangunan.
Sebagai solusinya, Agung juga mengajak sektor swasta untuk terlibat dalam percepatan pembangunan objek wisata di Jawa Barat.
"Dewasa ini, Pemda sudah tidak bisa lagi mengandalkan APBD melainkan harus melibatkan pihak swasta dalam kegiatan investasi pada sektor ini," paparnya dan menambahkan, melalui kerjasama maka target pemerintah mendatangkan 20 juta wisatawan asing pada 2020 bakal bisa terwujud.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan keunikan budaya merupakan ciri khas sebuah bangsa dan bila dikelola dengan baik akan menjadi keunggulan yang dimiliki Indonesia dibanding bangsa-bangsa lain, terutama di bidang pariwisata.
Presiden Jokowi ketika memberikan sambutan pada Parade Kuda Sandelwood dan Festival Tenun Ikat Sumba 2017 di Lapangan Galatama, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (12/7), menyebutkan dengan jumlah suku sebanyak 714 etnis yang tersebar di 17.000 pulau, menunjukkan keanekaragaman yang dimiliki Indonesia.
Untuk itu Kepala Negara mengimbau agar keunikan tersebut dapat dikelola dengan baik dan kegiatan promosi dapat dilakukan secara massif dan efektif agar wisatawan berbondong-bondong datang.
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, khususnya Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Maritim, mendorong implementasi kode etik pariwisata guna mendukung kesiapan pariwisata Indonesia menjelang pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional - Bank Dunia 2018.
Asisten Deputi Jejaring Inovasi Maritim TB Rismunandar mengatakan kode etik pariwisata adalah panduan World Trade Organization dalam meningkatkan kualitas industri pariwisata.
"Ini bisa jadi acuan standar pariwisata Indonesia, agar kualitasnya terjaga, agar lebih 'sustain' (berkelanjutan) memberi manfaat bagi masyarakat juga," katanya.
Rismunandar mengatakan implementasi kode etik pariwisata mendesak untuk dilakukan untuk menjaga pariwisata yang berkelanjutan.
Sebelumnya, Anggota Komisi X DPR Popong Otje Djundjunan meminta penghematan anggaran oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak sampai mengurangi semangat dalam meningkatkan kinerja sektor kepariwisataan di Tanah Air.
"Uang dan volume kegiatan boleh berkurang, tetapi semangat tidak boleh berkurang dan harus bertambah," kata Popong Otje Djundjunan.
Menurut politisi Partai Golkar itu, pengurangan anggaran bukanlah ditujukan kepada bidang tertentu, tetapi merata di semua bidang yang ada